• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suasana di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022.

Suasana di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022. (Foto: Abdi Purnomo)

Catatan Mudik (25) – Menyeruput Teh Telur Pinang Pendongkrak Stamina di Pekanbaru

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

PEKANBARU, Tugujatim.id — Dua puluh tiga tahun berlalu dan akhirnya saya bisa kembali merasakan suasana Kota Pekanbaru.

Dulu, saya mengunjungi Ibu Kota Provinsi Riau itu untuk melaksanakan penugasan pemantauan media yang diberikan oleh Yayasan Kajian Informasi, Pendidikan dan Penerbitan Sumatera atau Yayasan KIPPAS Medan, sekitar Desember 1999.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Saya tiba di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pekanbaru pada Senin malam, 9 Mei 2022. Riau jadi provinsi kesembilan yang saya singgahi dalam perjalanan mudik bersepeda motor dari Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, hingga ke Kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Secara geografis, posisi Riau dan Sumut berjiran sehingga jarak tempuh dari Pekanbaru ke Medan kian pendek, tersisa 646 kilometer. Pekanbaru sendiri jadi kota ke-50 yang saya mampiri. Masih ada 11 kabupaten/kota lagi yang harus saya lewati untuk mencapai Medan.

Berselang dua jam, saya diajak empat anggota AJI Pekanbaru untuk mencari makanan dan minuman. Dari beberapa pilihan tempat nongkrong, kami memilih warung bandrek di Jalan Panglima Sudirman, persis di seberang Kantor Bank CIMB Niaga. Orang-orang Pekanbaru menyebutnya Warung Bandrek Niaga Sudirman. Warung ini kepunyaan Bang Roy dan buka mulai pukul 7 malam sampai jam 2 pagi.

Bandrek merupakan minuman hangat yang dibuat dari jahe, gula aren, lada, dan santan. Meski pakai nama bandrek, tapi warung Bang Roy mirip kedai serba ada yang menjual beragam makanan dan minuman. “Kami punya bermacam jenis jamu. Minuman lain juga ada, tinggal pilih sesuai selera dan kebutuhan,” kata Bang Roy kepada saya.

Tulisan nama menu di gerobak dan spanduk dagangan Bang Roy bisa membuat orang yang membacanya tersenyum geli dan juga tersugesti. Tidak semua nama menu ditulis konkret sehingga konsumen tidak tahu apa sebenarnya nama menu yang ditawarkan. Konsumen silakan bertanya langsung kepada Bang Roy dan asistennya untuk mengetahui nama menu.

Nama jamu tidak disebutkan secara spesifik. Hanya ada tulisan fungsi dan khasiatnya. Sebagai contoh: jamu sehat pria perkasa, obat lemah syahwat penambah hormon, jamu pegal linu dan sakit pinggang, air akar asam manis, jamu campur jahe, jamu tolak angin, jamu penambah nafsu makan, dan jamu penyegar badan.

Menurut Bang Roy, kebanyakan konsumen menyukai bandrek dingin, sekoteng, kopi gingseng, STMJ (susu telur madu jahe), teh tarik, dan yang terlaris teh telur (teh talua) dan teh talua tapai. Semua tersedia dalam sajian hangat/panas dan dingin.

0ae4c5a8 13a0 4e83 8b2b f33a04d2db21
Bang Roy pemilik warung. (Foto: Abdi Purnomo)

Minuman itu biasanya berpasangan dengan mi goreng (bihun, mi kuning, kwetiau), nasi goreng, serta “minas” alias mi nasi goreng. Minas berkombinasi unik dan tergolong menu “kelas berat” karena mi dan nasi sama-sama mengandung tinggi kalori yang bisa memicu kegemukan dan diabetes.

Perlu diketahui, menu minas mengingatkan saya pada nama Kecamatan Minas di Kabupaten Siak. Kecamatan ini merupakan daerah pengeboran minyak pertama di Riau. Lokasinya ditemukan pada Maret 1941 dan pengeboran dimulai 10 Desember 1944 dengan menggunakan pompa angguk merek Lufkin. Pompa uzur Lufkin masih ada dan dijadikan monumen sejarah perminyakan di Riau yang berlokasi persis di tepi Jalan Lintas Timur Sumatera.

9300d8ed 1a4f 4bb4 b469 1760460b971d
Menu mi nasi (minas) yang dijual di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022. (Foto: Abdi Purnomo)

Fakhrurrozi Baidi memesan minas. Tiga kawan lain memesan mi goreng dan nasi goreng biasa. Saya sendiri sangat menyukai kwetiau goreng. Urusan minum, dua kawan memesan teh tarik, segelas sekoteng, dan saya sendiri memesan teh talua.

Saya memilih teh talua karena susah didapat dibanding bandrek, teh tarik, sekoteng, apalagi STMJ. Saya terakhir kali minum teh talua pada Juni 1997 di Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat. Ya, pembaca, teh talua memang minuman khas Sumatera Barat yang kini gampang ditemukan di Pekanbaru.

Teh talua makin eksis seturut bertambahnya populasi etnis Minangkabau di Pekanbaru. Sebagai data, berdasarkan hasil sensus penduduk per September 2020, Pekanbaru berpenduduk 983.356 jiwa. Sebanyak 41 persen penduduk beretnis Minangkabau. Selebihnya beretnis Melayu, Jawa, Tionghoa, dan Batak.

Teh talua lazim dinikmati untuk menghangatkan tubuh di malam hari, sekaligus untuk mendongkrak gairah dan tenaga. “Buat kuat malam,” ujar Bang Roy spontan dan lalu tergelak. Asistennya pun ikut tertawa.

0ae2d0bc d09c 46a5 aa17 3a98976d63b1
Teh telur atau teh talua pinang (kanan) dan sekoteng (kiri) yang dijual di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022. (Foto: Abdi Purnomo)

Bang Roy tidak memperjelas makna tiga kata yang ia ucapkan. Mungkin ia menganggap saya sudah tahu makna sebenarnya, seperti yang jamak diketahui orang-orang di Pekanbaru, termasuk empat kawan saya.

Ada beberapa varian teh talua: teh talua tapai, teh talua gula aren, dan teh talua pinang. Secara umum, adonan teh talua sama saja, hanya berbeda pada takaran dan cara penyajian.

Bang Roy mengatakan, teh talua harus pakai pinang muda terbaik. Pinang muda dipercaya dapat meningkatkan kualitas rasa teh talua jadi lebih sedap, solid, dan konsisten. Sedangkan teh yang dipakai berjenis teh hitam asli dari perkebunan teh Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Seorang asisten Roy menerangkan sekaligus memperagakan cara membuat teh talua pinang. Pertama, bahan gula pasir, kuning telur ayam kampung (boleh telur bebek), dan susu kental manis dicampur dan diaduk sampai berbentuk adonan. Kedua, lima butir buah pinang dibelah dan dagingnya dikerik. Ketiga, adonan dan daging pinang diblender menggunakan mesin mikser (mixer) sampai adonan mengembang.

18a3b9e4 8393 4b19 9641 6d22ba78eac0
Buah pinang yang dibelah untuk dijadikan bahan minuman teh telur (teh talua) pinang di Warung Bandrek Niaga Sudirman, Jalan Panglima Sudirman, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin malam, 9 Mei 2022. (Foto: Abdi Purnomo)

Keempat, adonan tadi diberi air rebusan teh. Lalu disaring dan diaduk perlahan sampai berbuih atau berbusa. Bahkan, bila perlu, biarkan buihnya meleleh dan menempel di bibir gelas. Lelehan buih ini sangat menggoda selera.

“Semakin kental semakin enak, Bang. Ada sensasi krimnya. Tidak ada amis telurnya seperti yang dikira orang-orang yang tak pernah mencobanya,” ujar si asisten. “Kalau mau, Abang boleh coba teh talua tapai. Cuma ditambahi tapai sedikit yang diaduk.”

Teh talua lebih nikmat diseruput ketika masih panas. Di bagian atas gelas tampak busa yang terasa kesat dan manis; bagian tengahnya dikuasai sensasi teh kental, serta endapan sisa gula di dasar gelas juga terasa manis.
Nah, Fakhrurrozi memprovokasi saya untuk mencicipi teh talua pinang atau teh telur pinang. Teman saya ini bilang teh talua sangat cocok bagi  saya yang sudah sepuluh hari menempuh perjalanan dari Kota Malang ke Pakanbaru.

“Abang harus minum (teh talua pinang) supaya stamina Abang kembali normal dan tambah perkasa. Kalau Abang tidak minum, berarti Abang belum sampai Pekanbaru dan bagusnya Abang balik saja ke Malang,” kata Fakhrurrozi, disusul gelak tawa.

Tiga kawan lain pun ikut memprovokasi. Fakhrurozi dan kawan-kawan memang doyan berkelakar.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Catatan MudikMudik 3000 KilometerMudik BermotorMudik Malang MedanPekanbaruPerjalanan Jurnalistik
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
pemantau pemilu. (Foto: rumah pemilu/Tugu Jatim)

Catat Jadwalnya! Bawaslu Tuban Bakal Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID