• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Delapan titik pemantauan udara oleh Pos Koordinasi untuk Keselamatan Korban Lumpur Lapindo.

Delapan titik pemantauan udara oleh Pos Koordinasi untuk Keselamatan Korban Lumpur Lapindo. (Foto: Eko Widodo/Komunitas Lumpur Lapindo)

Bahaya Senyawa Tak Kasatmata di Udara Sekitar Lumpur Lapindo 5 Tahun Terakhir

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Posko KKLuLa atau Pos Koordinasi untuk Keselamatan Korban Lumpur Lapindo mencatat senyawa tidak kasat mata yang berada disekitar semburan Lumpur Lapindo. Senyawa ini berpotensi membahayakan pernafasan yang mengirupnya apalagi jika menghirup dalam jangka waktu yang lama.

Eko Widodo, dari Komunitas Lapindo, mengatakan bahwa sejak 2016, Posko KKLuLa melakukan pemantauan kualitas udara di sekitar pusat semburan Lumpur Lapindo. Pemantauan menggunakan perangkat seperti kalender pantau dengan pelat perak dan tembaga, serta Gastech 400 FT dan anemometer multiguna.

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

“Masing-masing perangkat dapat mendeteksi senyawa yang berbeda di udara,” kata Eko Widodo menjelaskan metode pematauannya saat ditemui pada 29 Juni 2022 lalu.

Menurut Eko, pelat perak digunakan untuk mendeteksi hidrogen sulfida (H2S) dan pelat tembaga mendeteksi klorin (Cl2). Kedua pelat ditempelkan pada kalender pantau.

Pada awal tahun 2021, imbuhnya, Posko KKLuLa mencetak 200 kalender pantau yang disebar pada para warga yang tinggal di sekitar semburan lumpur Lapindo.

“Harapannya, warga dapat terlibat dalam pemantauan udara menggunakan teknologi sederhana ini,” tuturnya.

Sementara itu, detektor gas digital (Gastech) digunakan untuk mendeteksi kandungan H2S dan polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dalam waktu lima menit. Pemantauan periodik menggunakan Gastech dilakukan di delapan titip pantau. Salah satu kelemahan Gastech adalah tidak bisa mengidentifikasi jenis PAH di udara.

 Dengan alat pantau detektor gas digital (Gastech), pemeriksaan dilakukan rutin setiap akhir bulan
Dengan alat pantau detektor gas digital (Gastech), pemeriksaan dilakukan rutin setiap akhir bulan. (Foto: Eko Widodo/Komunitas Lumpur Lapindo)

“Dalam jumlah tertentu, kandungan H2S dapat menyebabkan hilangnya kemampuan sensori hidung untuk melakukan penciuman. PAH bersifat karsinogenik, artinya bila dihirup terus-menerus akan mengendap di paru-paru dan memicu kanker,” kata Eko.

Kemudian, anemometer multiguna digunakan untuk mencatat beberapa komponen tambahan, seperti kecepatan angin, kelembapan udara, suhu, dan H2S. Data-data ini akan menjadi pelengkap untuk mengetahui kondisi udara di sekitar pusat semburan lumpur Lapindo. Hasil pengamatan udara ditentukan oleh arah dan kekuatan angin pada saat pengambilan sampel.

Pemantauan kualitas udara di delapan titik menggunakan Gastech dan anemometer dilakukan secara rutin tiap bulan sejak Februari 2021 hingga Januari 2022.

“Pada pertemuan pembahasan hasil pemantauan bersama perwakilan warga tanggal 27 September 2021 ditemukan bahwa pencatatan harian mandiri pada kalender pantau tidak berjalan seperti yang rencana awal,” kata dia.

f1f791ca d752 42aa 801f 0e9cf9571108
Hasil Pemantauan Udara 2021 (Foto: Eko Widodo/PoskoKKLuLa-Comunity Organizer)

Dari delapan titik pantau udara hanya di tiga titik saja yang datanya diisi secara ajeg, yaitu Candi Pari, Boro, dan Gempolsari. Di lima titik lainnya, catatan pengamatan udara banyak yang kosong. Bahkan ada yang tidak mengisi sama sekali. Ini menjadi catatan khusus terkait tingkat partisipasi warga dalam pemantauan.

“Jika melihat fakta-fakta yang ditemukan tersebut, dikatakan para warga menyimpulkan bahwa kondisi udara di seputar pusat semburan lumpur Lapindo tidak makin membaik,” tuturnya.

Selain itu, menurut Eko, beberapa pertanyaan susulan muncul. Apakah kondisi udara semacam itu berkaitan dengan tingginya angka gangguan pernapasan yang dialami warga yang tinggal di sekitar semburan lumpur Lapindo?

Apakah kedua senyawa di udara tersebut (H2S dan PAH) bersifat akumulatif akan memiliki dampak jangka panjang bagi mereka yang setiap hari menghirupnya? Selain kedua senyawa tersebut, apa saja jenis senyawa lain yang juga terkandung di udara seputar semburan Lumpur Lapindo?

“Hingga kini belum ada pihak yang punya cukup kapasitas untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut,” pungkasnya.

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Bencana Industrilumpur LapindoPosko KKLuLaSidoarjoUdara Lumpur Lapindo
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Kapolres Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino ketika menggelar presscon di halaman Mapolres Tanjung Perak.

Antar Sabu dari Madura ke Pasuruan, Dua Kurir Ditangkap di Surabaya

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID