• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
TR, warga Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk, yang pagar rumahnya digembok warga karena positif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

TR, warga Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk, yang pagar rumahnya digembok warga karena positif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Selama Dua Minggu, Warga Nganjuk Gembok Paksa Rumah Pegawai ASN

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

NGANJUK, Tugujatim.id – Selama dua minggu, warga terpaksa menggembok rumah TR, 51, warga Jln Prof Moh Yamin, Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk. Mereka menggembok pagar rumah TR dari luar karena masyarakat takut terpapar. Sebab, TR pernah positif corona.

Tindakan tersebut beralasan agar TR yang tinggal dengan kedua anaknya tidak keluar rumah. Berdasarkan keterangan dari Ketua RT setempat Bambang Priono, dia mengaku penggembokan rumah TR merupakan kesepakatan warga. Sebab, pegawai aparatur sipil negara (ASN) itu sempat dijemput petugas medis untuk menjalani karantina, tapi menolak.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Ingin karantina di rumah, tapi ternyata masih beberapa kali keluar rumah. Jadi, warga khawatir. Tapi, warga setiap hari menyuplai kebutuhan sehari-hari Bu TR selama rumahnya digembok,” ujar Bambang.

TR menunjukkan hasil tes antigennya yang menunjukkan negatif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
TR menunjukkan hasil tes antigennya yang menunjukkan negatif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Tapi, akhirnya mereka membuka rantai gembok di rumah TR ketika hasil tes swab keluar.
Hasil swab pertama menyatakan jika dia positif corona. Lantaran warga takut yang bersangkutan keluar rumah, terpaksa pagar rumahnya digembok ketua RT atas kesepakatan warga. Seminggu kemudian pasca terpapar corona, TR melakukan tes antigen dan dinyatakan negatif.

Secara kronologis, 6 Januari 2021, TR menjalani tes antigen di sebuah klinik dan dinyatakan positif corona. Berikutnya, pada 9 Januari 2021, TR melakukan swab di RSUD Nganjuk. Dan hasilnya dikirim ke laboratorium provinsi dengan hasil positif. Setelah itu, TR menjalani rapid tes antigen mandiri di laboratorium swasta pada 16 Januari, menunjukkan hasil negatif corona.

“Sejak saat itu saya menjalani karantina mandiri di rumah dan berupaya untuk bisa sembuh secara mandiri,” ujar TR.

Setelah berupaya isolasi mandiri, TR melanjutkan, pada 19 Januari 2021, dia melakukan swab mandiri dan hasilnya keluar pada 23 Januari dengan hasil negatif.

“Saya berupaya meyakinkan warga bahwa saya negatif dan berharap gembok pagar dibuka,” imbuh single mother dua anak ini.

Akhirnya petugas Kelurahan Bogo bersama warga membuka gembok pintu rumah TR karena dia benar-benar negatif corona. Pembukaan gembok ini disambut sujud syukur TR bersama keluarganya. “Alhamdulillah, gembok sudah dibuka, saya bahagia sekali,” tuturnya. (noe/ln)

Tags: ASNcorona virusNganjukswab testvirus corona
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Ilustrasi ibu dan anak. Karena pandemi corona, banyak ibu hamil dan bayinya yang meninggal. (Foto: bingngu93/Pixabay)

Selama Pandemi Corona, Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kota Malang Meningkat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID