Selama Dua Minggu, Warga Nganjuk Gembok Paksa Rumah Pegawai ASN - Tugujatim.id

Selama Dua Minggu, Warga Nganjuk Gembok Paksa Rumah Pegawai ASN

  • Bagikan
TR, warga Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk, yang pagar rumahnya digembok warga karena positif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
TR, warga Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk, yang pagar rumahnya digembok warga karena positif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

NGANJUK, Tugujatim.id – Selama dua minggu, warga terpaksa menggembok rumah TR, 51, warga Jln Prof Moh Yamin, Kelurahan Bogo, Kecamatan Nganjuk. Mereka menggembok pagar rumah TR dari luar karena masyarakat takut terpapar. Sebab, TR pernah positif corona.

Tindakan tersebut beralasan agar TR yang tinggal dengan kedua anaknya tidak keluar rumah. Berdasarkan keterangan dari Ketua RT setempat Bambang Priono, dia mengaku penggembokan rumah TR merupakan kesepakatan warga. Sebab, pegawai aparatur sipil negara (ASN) itu sempat dijemput petugas medis untuk menjalani karantina, tapi menolak.

“Ingin karantina di rumah, tapi ternyata masih beberapa kali keluar rumah. Jadi, warga khawatir. Tapi, warga setiap hari menyuplai kebutuhan sehari-hari Bu TR selama rumahnya digembok,” ujar Bambang.

TR menunjukkan hasil tes antigennya yang menunjukkan negatif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)
TR menunjukkan hasil tes antigennya yang menunjukkan negatif corona. (Foto: Noe/Tugu Jatim)

Tapi, akhirnya mereka membuka rantai gembok di rumah TR ketika hasil tes swab keluar.
Hasil swab pertama menyatakan jika dia positif corona. Lantaran warga takut yang bersangkutan keluar rumah, terpaksa pagar rumahnya digembok ketua RT atas kesepakatan warga. Seminggu kemudian pasca terpapar corona, TR melakukan tes antigen dan dinyatakan negatif.

Secara kronologis, 6 Januari 2021, TR menjalani tes antigen di sebuah klinik dan dinyatakan positif corona. Berikutnya, pada 9 Januari 2021, TR melakukan swab di RSUD Nganjuk. Dan hasilnya dikirim ke laboratorium provinsi dengan hasil positif. Setelah itu, TR menjalani rapid tes antigen mandiri di laboratorium swasta pada 16 Januari, menunjukkan hasil negatif corona.

“Sejak saat itu saya menjalani karantina mandiri di rumah dan berupaya untuk bisa sembuh secara mandiri,” ujar TR.

Setelah berupaya isolasi mandiri, TR melanjutkan, pada 19 Januari 2021, dia melakukan swab mandiri dan hasilnya keluar pada 23 Januari dengan hasil negatif.

“Saya berupaya meyakinkan warga bahwa saya negatif dan berharap gembok pagar dibuka,” imbuh single mother dua anak ini.

Akhirnya petugas Kelurahan Bogo bersama warga membuka gembok pintu rumah TR karena dia benar-benar negatif corona. Pembukaan gembok ini disambut sujud syukur TR bersama keluarganya. “Alhamdulillah, gembok sudah dibuka, saya bahagia sekali,” tuturnya. (noe/ln)

  • Bagikan