• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ahmad Zakaria. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Jatim)

Santri dari Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiruhilir, Kabupaten Bandung. Ahmad Zakaria (kanan) dan Lurah Pondok Hasbullah Yusuf. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Jatim)

Kisah Ahmad Zakaria, Mantan Anak Jalanan Jadi Santri hingga Bercita-cita Jadi Pengusaha Martabak yang Sukses

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, Tugujatim.id – Siapa pun bisa memiliki cita-cita tinggi, apalagi menggantungkan hidup dan harapannya di dunia pendidikan yang dinilai menjadi tempat paling efektif. Hal itulah yang kini dialami Ahmad Zakaria, 19, santri dari Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiruhilir, Kabupaten Bandung.

Untuk diketahui, pesantren ini disebut pesantren anak jalanan karena beberapa santrinya di antaranya adalah dari anak jalanan. Selain itu, juga ada beberapa santri dari warga kurang mampu hingga pengguna narkoba yang sudah bertobat.

You might also like

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

15/06/2026 8:24 PM
Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM

Kepada tim “Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti” oleh Tugu Media Group dan Paragon Technology and Innovation, Ahmad Zakaria bercerita tentang kisah hidupnya.

”Saya ada masalah dengan paman. Lalu saya dikirim ke sini pada 2016,” kata pria yang belum lulus sekolah dasar (SD) ini saat ditemui di pesantrennya.

Meski sudah menjadi santri, ketika itu, Ahmad Zakaria tetap menjadi pengamen dari angkot ke angkot hingga dari terminal ke terminal. Menjadi anak jalanan itu sudah dia jalani sejak 2011.

”Mama saya meninggal pada 2010. Setelah itu, saya harus bekerja menjadi pengamen,” imbuhnya.

Ahmad Zakaria. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Jatim)
Santri dari Pesantren Anak Jalanan At-Tamur, Cibiruhilir, Kabupaten Bandung. Ahmad Zakaria yang kini rajin membaca Al-Qur’an. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Jatim)

Ketika sudah menjadi santri, Ahmad Zakaria mengamen dari pagi sampai siang.

”Saya mengikuti teman-teman saja. Kalau teman-teman pulang, saya juga pulang. Sedangkan sore dan malam harinya, saya mengaji Al-Qur’an dan kitab,” imbuhnya.

Namun, sejak 2021, Zakaria sudah tidak lagi mengamen.

”Karena di terminal sekarang ada preman, yang minta setoran Rp50 ribu per sehari, sedangkan pendapatan tidak mesti ya akhirnya berhenti ngamen,” katanya.

Saat ini Zakaria ingin mengikuti sekolah persamaan paket A atau setara SD. Dia diminta pengasuh pesantren Gus Syamsudin untuk mengikuti kejar paket A. Selain itu, dia juga ingin menekuni usaha martabak manis. Kebetulan, ada alumnus pesantren tersebut yang sukses menjadi pengusaha martabak manis.

”Ini sudah diajari oleh beliau,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pondok atau Ketua Pondok Pesantren Hasbulloh Yusuf mengatakan, di pesantren ini memang datang dari berbagai latar belakang.

”Kalau Zakaria ini memang dulu mengamen, tapi tetap mengaji,” katanya.

Karena datang dari berbagai kalangan, pesantren ini tidak terlalu agresif mencari santri. Saat ini ada sekitar 20 santri di pesantren yang berdiri sejak 2008.

”Kami tidak boleh pasang papan nama oleh pengasuh, jadi yang tahu saja yang ke sini,” ujarnya.

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id. 

 

Tags: Ahmad ZakariaBandung hari iniBerita Kabupaten Bandung hari inijelajah jawa-baliKabupaten BandungKabupaten Bandung hari iniMantan anak jalanan Ahmad ZakariaPesantren Anak Jalanan At-Tamur Cibiruhilir Kabupaten Bandung.Program Jelajah Jawa-BaliTugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

by Dwi Linda
15/06/2026 8:24 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi kebangsaan yang sarat akan peringatan keras bagi masa depan...

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Next Post
BBM non subsidi. (Foto: Pertamina/Tugu Jatim)

Update BBM Non Subsidi, Pertamax Turbo dan Dex Series Turun Harga!

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID