• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
ika unair

Suasana senam jantung. Foto: dok Ika Unair

Ika Unair Ajari Pertolongan Pertama untuk Orang yang Henti Jantung

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Penyakit jantung atau kardiovaskular masih menjadi ancaman dan menjadi penyebab kematian nomor satu di seluruh dunia yang mengakibatkan 18,7 juta kematian per tahun. Satu dari 1.000 orang berisiko mengalami serangan jantung dan sekitar 11 persen penderita berisiko meninggal.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa setidaknya 15 dari 1000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung atau kardiovaskular. Tidak hanya menyerang orang lanjut usia, penyakit kardiovaskular juga sering menyerang kelompok usia produktif, sehingga mortalitasnya menyebabkan beban ekonomi dan sosial terhadap masyarakat.

You might also like

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM
Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM

Penyakit jantung memiliki banyak penyebab mulai dari kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi, obesitas, hingga polusi udara.

Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia, Yayasan Jantung Indonesia bersama dengan Departemen/KSM Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair)-RSU dr Soetomo dan PERKI Cabang Surabaya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ikatan Dokter Indonesia, dan Ika Unair mengadakan acara World Heart Day/Indonesia Heart Bike 2022 yang diketuai oleh dr Agus Subagjo SpJP (K).

ika unair
Suasana Indonesia Heart Bike 2022. Foto: dok Ika Unair

Peringatan di Gedung Negara Grahadi Surabaya tersebut sebagai bentuk upaya meningkatkan kesadaran akan hidup sehat dan pengetahuan akan kesehatan jantung.

Menurut Ketua Panitia Acara, dr Agus Subagjo SpJP (K), jumlah penderita penyakit jantung di Jatim terus meningkat. Sebab, melihat tren kebiasaan hidup manusia, milenial yang berisiko besar terkena penyakit jantung. Usianya yang banyak mengidap penyakit jantung saat ini usia produktif.

“Kalau dulu orang olahraga aktivitas fisik, sekarang pemuda-pemudi hanya duduk, main game, internetan, pesan makanan siap saji, ini kegiatan fisik membayakan ke depan. Saya kira ke depan sangat sulit untuk menurunkan penyakit jantung koroner. Sekarang trennya lebih muda, 35 tahun serangan jantung banyak, usia produktif,” bebernya.

dr Agus menyebut, faktor risiko paling berat terkena penyakit jantung ada beberapa, seperti diabetes, hipertensi, rokok, hingga kolesterol tinggi.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan karena kunci sehat jantung adalah sehat. “Menjaga gizi seimbang, jangan merokok, hindari atau kelola stres, teratur berolahraga, awasi tekanan darah. Hati-hati dengan tekanan darah tinggi, maka harus melakukan pemeriksaan secara berkala,” pesannya.

dr Agus juga menekankan, pertolongan pertama ketika terdapat orang henti jantung bukanlah memberikan minyak angin. Oleh karena itu, pihaknya juga memberikan edukasi pertolongan pertama henti jantung di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya.

“Pertolongan kalau orang jantungnya henti mendadak, jangan hanya dikasih minyak angin, nanti tidak tertolong. Makanya kita latih bagaimana melakukan kompresi mendadak atau pijat jantung dari luar,” urainya.

Kepala Departemen Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK Unair-RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Yudi Her Oktaviono SpJP(K) menyampaikan bahwa diperingatinya Hari Jantung Sedunia merupakan salah satu bentuk dan cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk mengubah pola hidup, sehingga angka penyakit jantung menurun. Saya berharap kegiatan ini dapat kami adakan secara berkesinambungan ke depannya,” kata Yudi.

Adapun tema Hari Jantung Sedunia 2022 adalah ‘Use heart for every heart’. ‘Use heart’ yang berarti mengunakan jantung untuk berpikir, membuat keputusan yang tepat, bertindak dengan berani, membantu orang lain, dan terlibat dengan tujuan penting ini.

Wakil Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia, Novi Ariwibowo menambahkan, dalam peringatan Hari Jantung Sedunia di bulan September tiap tahunnya, Yayasan Jantung Indonesia Pusat tahun ini mengadakan kegiatan dengan tajuk Indonesia Heart Bike 2022.

“Jika dua tahun lalu kami mengadakannya secara virtual, tahun ini kami adakan secara hybrid dengan kick-off di delapan kota di Indonesia, yaitu Surabaya, Bandung, Denpasar, Malang, Makasar, Semarang, Medan, dan Jakarta,” ujarnya.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Hari Jantung Sedunia adalah cara paling ideal untuk menyoroti tentang masalah penyakit jantung dengan berpikir secara global dan bertindak secara lokal.

ika unair tugu jatim
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat Indonesia Heart Bike 2022. Foto: dok Ika Unair

“Semua orang mulai dari pembuat kebijakan dan profesional kesehatan hingga seluruh lapisan masyarakat diundang untuk terlibat. Jadi, rayakan Hari Jantung Sedunia dengan rutin melakukan skrining kesehatan jantung dan mengubah pola hidup kita menjadi lebih sehat,” tukasnya.

Selain gowes dan senam jantung, juga diadakan skrining kesehatan jantung oleh FK Unair serta pemeriksaan laboratorium gratis oleh Laboratorium Mitra Utama Jombang. Selain itu, terdapat pelatihan bantuan hidup dasar yang dipandu oleh dokter-dokter spesialis jantung dari PERKI dan pembuluh darah kepada sekitar 200 orang peserta.

Peserta membentuk formasi hati (heart) dan juga angka 77 sebagai kado spesial bagi Hari Jadi ke-77 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.(*)

ika unair
Formasi hati saat senam jantung. Foto: dok Ika Unair
Tags: ika unairkesehatan jantungUniversitas Airlangga
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Next Post
kecelakaan beruntun tugu jatim

Kecelakaan Beruntun Libatkan 5 Kendaraan di Tol Malang-Pandaan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID