• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aremania licek.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang)

Angga (baju putih) semasa hidup bersama kawan-kawannya.(Foto: Dok M. Sholeh/Tugu Malang)

Kisah Aremania Licek Usia 15 Tahun Meninggal, Diduga Tertindih di Pintu Maut Stadion Kanjuruhan

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Seorang Aremania licek (kecil) bernama Ahmad Fajar Khoirul, 15, menjadi salah satu korban meninggal dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022). Diduga dia tewas tertindih di pintu maut Stadion Kanjuruhan saat ribuan suporter berdesak-desakan untuk keluar dari asap pekat gas air mata yang mengepung.

Atas peristiwa meninggalnya Aremania licek itu, rasa penyesalan mendalam dirasakan Angga, 17, kawan almarhum yang turut terinjak-injak di pintu maut itu. Dia menyesal karena tak bisa menyelamatkan Fajar dalam tragedi kelam tersebut. Dia mengaku sudah tak berdaya.

You might also like

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

05/06/2026 7:01 PM
Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

05/06/2026 4:48 PM

Angga mengungkapkan, kekacauan muncul saat sejumlah suporter turun ke lapangan usai pertandingan Arema vs Persebaya berakhir. Dia melihat suporter memeluk pemain Arema. Gas air mata ditembakkan saat ratusan suporter tutur turun ke lapangan.

Melihat situasi tak kondusif, Angga merangkul kawan-kawannya, termasuk almarhum Fajar untuk keluar dari stadion. Celakanya, pintu maut stadion itu tertutup. Genggaman erat tangan Angga kepada Fajar lepas. Di situ petaka terjadi.

“Saya ditarik orang dalam desak-desakan itu sampai lepas dengan teman-teman. Saya tertindih hingga terinjak-ijak. Ambil napas aja susah, saya pasrah, udah gak bisa apa-apa,” kata Angga.

Dalam kondisi itu, Angga melihat di bawahnya masih ada orang yang dia tindih. Bahkan, Angga menyebut di atas tubuhnya juga ada orang yang sudah tak bergerak, entah pingsan atau sudah tak bernyawa.

“Lalu ada yang manggil, Mas Mas Mas. Saya masih bisa melek. Saya minta tolong, aku gak kuat. Tapi ternyata yang saya tindih itu bilang dan meyakinkan ‘kamu bisa’,” ungkapnya.

Dia juga diminta untuk menyikut orang yang ada di atasnya agar bisa keluar di situasi itu. Saat melakukannya, kaki Angga sudah keram. Meski begitu, dia tetap berusaha keras untuk bangkit saat tubuhnya ada di ambang kekuatannya.

Dia akhirnya bisa bangkit dan keluar dari situasi mencekam itu. Angga mengaku melihat orang berbaju polisi tergeletak pingsan di antara kerumunan tersebut.

“Saat saya bangun, ada polisi yang juga pingsan di situ. Saya akhirnya keluar lewat pintu 9 karena pintu 10 itu sesak,” ucapnya.

Saat sudah berada di parkiran stadion, Angga tak menemui Fajar di antara 8 kawannya yang nribun bersama. Dia bersama beberapa kawannya kemudian masuk lagi ke stadion untuk mencari keberadaan Fajar.

Saat ditemukan, Fajar sudah tak bergerak, entah sekarat atau sudah tak bernyawa. Angga dan beberapa kawannya berusaha menolong Fajar. Mereka kemudian meminta tolong sejumlah aparat yang ditemui. Setidaknya, ada 3 aparat yang mereka mintai tolong.

“Yang saya kecewakan, kenapa 3 aparat itu tak menghiraukan kami saat minta tolong teman sekarat. Mereka hanya menengok dan meninggalkan kami,” ujar Angga bertanya-tanya.

Bahkan, saat Fajar dibawa ke mobil ambulans, salah satu dari mereka dilarang untuk ikut masuk ambulans. Mereka berniat untuk menemani Fajar dan memastikan keberadaannya.

“Kan kami jadi tidak tahu Fajar dibawa ke RS mana. Kami baru tahu Fajar di RS setelah sekitar pukul 03.00 WIB,” bebernya.

Sementara itu, Sumiati, ibu almarhum Fajar mengatakan, langsung berangkat menuju RS saat mendapat kabar anaknya menjadi korban tragedi itu. Keluarga kemudian membawa pulang jenazah ke rumah duka di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

“Saya sebenarnya udah pesan agar Fajar berhati-hati saat nonton bola. Tapi kemudian, sampai pukul 02.00 dini hari kok dia belum pulang. Saya lemas saat dapat kabar itu,” tanya Sumiati.

Sebelum meninggal, Sumiati mengaku Fajar tampak berbeda dalam beberapa hari terakhir. Fajar tampak lesu dan sering tidur dan mandi.

“Dia abis sekolah langsung tidur, bangun mandi, abis itu tidur lagi, biasanya gak gitu,” ujarnya.

 

Tags: Aremania licekAremania licek jadi korban tragedi Stadion KanjuruhanAremania licek meninggalArtikel tragedi Stadion KanjuruhanBerita update tragedi Stadion KanjuruhanKabupaten Malang hari iniKorban tragedi di Stadion Kanjuruhankorban tragedi kanjuruhanUpdate anak korban tragedi Kanjuruhan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Sekda Kota Batu.

3 Daftar Kandidat Kuat Calon Sekda Kota Batu, Siapa yang Terbaik Duduki Kursi?

by Dwi Linda
05/06/2026 3:16 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Proses seleksi yang panjang akhirnya menentukan tiga kandidat kuat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu. Ketiga calon...

Jombang

IPAL Rp7 M Belum Rampung, Sungai di Jombang Tercemar Limbah Tahu Bau Menyengat hingga 4 Km

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:30 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Bau menyengat dari limbah industri tahu, meresahkan warga di sepanjang aliran sungai Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya, Kabupaten...

Next Post
Operasi Zebra Semeru 2022.(Foto: Dok Humas Polrestabes Surabaya/Tugu Jatim)

Minimalisasi Angka Kecelakaan, Polrestabes Surabaya Gelar Operasi Zebra Semeru 2022

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID