• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Obat sirup. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Tulisan pengumuman larangan membeli obat sirup yang dipasang di Apotek YAP, Kota Pasuruan. (Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Obat Sirup Dilarang, Omzet Pengusaha Apotek di Pasuruan Merosot

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Kebijakan larangan peredaran obat sirup dan obat cair pasca merebaknya kasus gagal ginjal akut di sejumlah daerah berdampak pada omzet pengusaha apotek. Sejumlah pengusaha di Kota Pasuruan, Jatim, mulai mengeluhkan penurunan omzet sejak pelarangan jual beli obat sirup dan obat cair.

Salah satunya seperti yang dialami Budi Susianto, pemilik Apotek YAP di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Menurut Budi, semenjak seminggu aturan larangan penjualan obat sirup, apoteknya mengalami penurunan omzet hingga 10 persen.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

“Jelas ada penurunan, walaupun masih sedikit sekitar 10 persen,” ujar Budi pada Rabu (26/10/2022).

Meski begitu, Budi memahami aturan larangan penjualan obat sirup tersebut dilakukan demi kesehatan masyarakat agar terhindar dari potensi gagal ginjal akut. Dia sudah tidak lagi memajang merek obat yang ditarik BPOM karena mengandung senyawa etilen glikol berlebih.

Bahkan, dia berencana mengembalikan puluhan botol obat dengan merek Unibaby dan Thermorex ke pihak distributor. Dirinya sudah pasrah apakah akan mendapat ganti rugi dari distributor atau tidak.

“Ini obat sirup merek Unibaby dan Thermorex kan mau kami kembalikan. Kalau pinginya ada diganti uangnya, tapi kalau nggak ada ya sudah,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Khotimah, salah satu pengunjung apotek mengungkapkan, saat ini dia sudah takut untuk membeli obat sirup. Warga Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini memilih beralih membeli obat pil tablet untuk anaknya yang sedang sakit.

“Biasanya beli sirup, tapi sekarang sudah takut, mending beli tablet saja,” ucapnya.

Tags: Balita meninggal gagal ginjal akutBerita Kota Pasuruan hari iniBerita pelarangan resep obat sirupGagal ginjal akutKasus gagal ginjal akut pada anakKota Pasuruan hari iniObat sirupObat sirup dilarangPelarangan menjual obat sirupPengusaha apotekPengusaha apotek di Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Rekaman CCTV. (Foto: Rubianto/Tugu Malang)

Update Rekaman CCTV 3 Jam Lebih Tragedi Kanjuruhan Belum Diterima, TGIPF Sangat Menyesalkan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID