PASURUAN, Tugujatim.id – Aksi teatrikal kisah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tergambar dalam karnaval Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/08/2023). Bahkan, banyak warga histeris melihatnya.
Sejumlah penonton karnaval bahkan matanya berkaca-kaca menyaksikan aksi teatrikal kilas balik perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Momen unik tersebut terjadi dalam karnaval perayaan HUT RI ke 78 di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (20/08/2023).
Karnaval Agustusan tersebut diikuti ratusan warga dari 28 RT di Desa Kedawung Wetan. Dari puluhan penampilan kreasi karnaval, rombongan RT 2, RW 3, Desa Kedawung, yang tampak mencuri perhatian.
Baca Juga: Gara-gara Diduga Senggol Payudara Penjual Cucur, Kuli Panggul di Pasar UKA Benowo Tewas Dikeroyok
Sejumlah pemuda dari RT 2 tampak berpakaian compang-camping memeragakan sulitnya kehidupan pribumi di era penjajah. Kaki mereka dirantai sambil seolah-olah diseret, disiksa, dan dipasung oleh bapak-bapak yang menggenakan kostum ala kompeni Belanda.
Dalam puncak aksi teatrikal, para pemuda desa berlari dari kejaran penjajah. Kemudian seorang di antaranya naik ke atas panggung kecil dan merobek kain biru dari bendera Belanda sehingga menjadi bendera Merah Putih.
“Waktu momen merobek bendera itu warga histeris, bahkan ada yang nangis,” ujar Putri Restu Nurmala, warga RT 2, saat dihubungi pada Senin (21/08/2023).

Putri mengatakan, aksi teatrikal perjuangan era penjajahan ini dilakukan warga secara spontan tanpa ada latihan terlebih dahulu. Bahkan, para pemerannya hanya mempersiapkan kostum-kostum dari pakaian bekas yang disobek-sobek, kemudian dilumuri tanah dan cat merah pewarna makanan.
“Meski spontan, tapi cerita yang dibawakan bisa mengena di hati dan seolah menghipnotis warga,” ungkapnya.
Selain teater perjuangan di era masa penjajahan, warga juga menampilkan kondisi Indonesia di era pasca kemerdekaan. Dari 70 warga RT 2 yang ikut, sebagian ada yang berpakaian pelajar sekolah sebagai simbol majunya pendidikan.
Sebagian lagi ada yang berkostum pakaian adat dari berbagai daerah sebagai simbol Bhinneka Tunggal Ika.
“Semua kostumnya kami buat low budget, pakaian daerah itu dari baju bekas, sarung bekas yang dijahit bahkan yang adat Papua itu dari tali bekas, biar ramah lingkungan juga,” ungkapnya.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
Kreasi unik tampilan karnaval warga RT 2 RW 3 Desa Kedawung Wetan ini pun mencuri perhatian banyak penonton.
Andi Arif, salah satu pemuda yang berperan sebagai penyobek bendera Belanda bahkan mengaku sempat merinding ketika beraksi. Dia menjadi teringat akan sulitnya kehidupan dan perjuangan rakyat Indonesia pada zaman dulu untuk merebut kemerdekaan.
“Ya bangga, tapi juga merinding. Waktu yang nyobek bendera di depan gang rumah saya itu spontan lari, nggak latihan dan nggak diberitahu sebelumnya kalau harus sobek bendera,” ungkapnya.
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








