JEMBER, Tugujatim.id – Jember Fashion Carnaval (JFC) 2024 mengangkat tema Algorithm pada penyelenggaraannya yang ke-22 tahun. Event tahunan yang telah menjadi ikon Kabupaten Jember ini tidak sekadar menampilkan kreativitas dan keindahan busana, tetapi juga soroti isu-isu global.
Salah satunya melalui Defile Climate Change. Terlihat jelas, penggunaan bahan busana yang tersusun dari bahan-bahan daur ulang. Seperti sampah botol plastik, yang harus menunggu berpuluh-puluh tahun untuk mengurainya.
Dari bahan-bahan yang dapat merusak lingkungan itu, disulap menjadi pertunjukkan busana yang apik dan memesona. Tidak jarang, beberapa orang yang melihatnya pertama kali tidak menyangka jika busana yang dikenakan para latent terbuat dari bahan daur ulang.

Presiden Yayasan JFC, Budi Setiawan mengungkap bahwa, tidak hanya Defile Climate Change yang menggunakan bahan daur ulang pada proses pembuatan busana. Tetapi, hal serupa diterapkan pada kesepuluh defile yang memeriahkan JFC 2024.
“Pagelaran JFC kali ini, kita pakai minimal 30 persen memanfaatkan bahan daur ulang. Ini juga menjadi kepedulian kita dalam mengangkat isu global seperti perubahan iklim,” ujar Budi Setiawan pada Minggu (4/8/2024).
Dirinya juga menjelaskan, setidaknya dalam tema Algorithm di JFC 2024, memiliki beberapa komponen utama, selain lingkungan, juga ada politik hingga keberagaman budaya. Isu-isu tersebut direpresentasikan melalui kesepuluh defile.
Mulai dari Defile Wayang, Media, Betta Fish, Versailles, Climate Change, Jember, Chess, Zodiac, Fairy dan Rio Carnaval.

Sejalan dengan itu, Bupati Jember menjelaskan bahwa pagelaran JFC 2024 diwajibkan menggunakan bahan daur ulang. “Setiap peserta diwajibkan menggunakan bahan-bahan recycle dengan persentase minimal 30 persen,” katanya.
Dirinya juga menyoroti tagline JFC 2024, ‘Beyond Binary of Our Story’ yang terinspirasi dari keterhubungan atau multikomponen. Hal tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang JFC mulai tahun 2003 hingga 2024.
“Multikomponen ini di antaranya adalah karakter personal, lokasi, peristiwa penting, isu dunia, politik, event, miracle, dan yang lain-lain,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








