JEMBER, Tugujatim.id – Kejuaraan Arung Jeram Piala Bupati Jember di Dam atau Bendungan Talang, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember menjadi tempat wisata dadakan warga sekitar.
Kehadiran warga di sekitar area perlombaan untuk menyaksikan penampilan tim arung jeram, yang salah satunya turut dimeriahkan oleh Pusat Pelatihan Daerah (Puslatdah) Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Timur.
Sekretaris sekaligus Pengawas Teknis Pengprov FASI Jawa Timur, Alfan Impriadi, menyatakan bahwa pelaksanaan kejuaraan arung jeram di Kabupaten Jember, diwarnai dengan antusiasme penonton.
“Antusias penonton cukup lumayan, masyarakat di sini lumayan banyak yang menonton meskipun suasananya panas terik, banyak penonton yang bawa payung,” ujarnya.
BACA JUGA: Rekomendasi Cafe Hidden Gem di Jember, Tawarkan Berbagai Nuansa dari Mexico Hingga Alam
Meski begitu, ia menyayangkan banyaknya sampah yang ditinggalkan para penonton, setelah berakhirnya pertandingan. Menurutnya, hal tersebut terjadi tidak hanya di cabang olahraga arung jeram, tetapi juga di cabang-cabang olahraga lainnya.
“Menjadi PR di setiap kali event-event olahraga itu, yang menjadi PR itu sampah. Itu juga yang seharusnya juga kita upayakan bebas sampah, untuk kampanye kebersihan bebas sampah,” jelasnya.

Selain itu, Alfan Impriadi juga menjelaskan bahwa, di setiap kegiatan kejuaraan arung jeram, pihaknya akan menggalakkan ada upaya tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan melalui Sustainable Rafting Event.
“Di arung jeram sendiri itu sudah ada istilahnya itu sustainable rafting event untuk kampanye kebersihannya, jadi di setiap kegiatan-kegiatan kejuaraan arung jeram yaitu kita juga tetap bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan,” pungkasnya.
Terlepas dari permasalahan sampah, Ketua Panitia Kejuaraan Arung Jeram, Mulyadi Eko Purnomo berharap agar kegiatan kejuaraan arung jeram menjadi agenda tahunan di Kabupaten Jember.
“Nanti kita juga akan membuat kegiatan yang sifatnya untuk outbond dan tubing, itu juga menjadi tujuan kita yang selanjutnya yaitu untuk meningkatkan kegiatan UMKM, karena kalau di arung jeram ini ada dua sisi, satu, wisatanya juga kita jual, sport nya atau olahraganya juga kita jual. Bukan artian kita jual berarti kita bisnis, bukan, tetapi untuk pengembangan di prestasi di olahraganya, kalau di wisatanya bisa meningkatkan UMKM,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor : Darmadi Sasongko








