MALANG, Tugujatim.id – Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan, sang owner Dr Atika C. Larasati SIP MSi nggak main-main untuk kolaborasi bareng pelaku UMKM lokal lho. Seperti apa sepak terjang sang owner?
Ya, Mie Cendana memang sudah tidak asing lagi di telinga para pemburu kuliner usai sukses mengepakkan sayap hingga ke Yogyakarta. Atika, sapaan akrabnya, membuktikan diri tidak melupakan akarnya dalam hal kolaborasi dalam mengenalkan potensi UMKM lokal untuk maju bersama.
Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, Warga Ring 1 Tuban Dibekali Digital Marketing dan Budikdamber
Mie Cendana viral baru-baru ini memperkenalkan konsep kolaborasi unik dengan merangkul pelaku UMKM lokal, khususnya kaum perempuan. Tidak menutup diri sebagai pemain tunggal, dia mengatakan, Mie Cendana kini menjadi “jembatan” bagi produk UMKM rintisan lain untuk nampang di daftar menu mereka.
Selain menyajikan main menu Mie Cendana, dia mengatakan, mereka juga menyajikan etalase berbagai menu side dish lain yang juga tidak kalah enak dan menarik. Seperti donat, dimsum, dan minuman pengusaha UMKM lokal lain di Malang.
Atika mengatakan, kolaborasi ini bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil yang didominasi perempuan yang seringkali menghadapi tantangan klise.
“Banyak dari mereka, terutama ibu rumah tangga memiliki produk bagus tapi sulit akses pasar dan modal. Belum lagi keterbatasan waktu karena harus mengurus rumah tangga. Kami usahakan hadir mengisi celah dengan memberikan jalan kecil-kecilan, siapa tahu jadi peluang besar ke depannya,” jelas Atika pada Jumat (01/05/2026).
UMKM Saling Menguatkan
Dia mengatakan, solidaritas antar-perempuan dalam berbisnis bukan sekadar wacana. Mie Cendana viral di Malang ini membuktikan diri bahwa sesama pelaku usaha perempuan bisa saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan. Meski begitu, dia mengatakan, kualitas tetap menjadi harga mati. Setiap produk yang masuk tetap melalui proses kurasi ketat, mulai dari rasa hingga tampilan estetiknya.
“Niat dalam usaha itu yang utama pilih yang paling niat dan mengedepankan kualitas. Walau judulnya UMKM, tampilan harus tetap oke. Sejauh ini, kami sudah punya 4 calon kolaborator,” tegasnya.
Baca Juga: Curhat Pedagang UMKM Bojonegoro Terbebani Kenaikan Harga Plastik
Untuk diketahui, langkah ini hasil tindak lanjut semangat ekosistem kreatif yang sedang dibangun Mie Cendana di Malang melalui inisiatif seperti diskusi santai bertajuk “Kecil-kecilan Dulu Ya”. Forum yang digelar bulanan ini menjadi ruang curhat dan pendampingan berkelanjutan pelaku UMKM.
”Kami masih pegangan pada semangat awal kami bahwa kunci agar UMKM sukses terletak pada kolaborasi, tidak hanya bantuan modal,” katanya.
Masuknya produk-produk UMKM lokal ke dalam ekosistem Mie Cendana harapannya menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain. Dengan kolaborasi lebih luas, ekosistem bisnis kuliner bisa lebih kompetitif namun tetap solid dan roda perekonomian daerah juga terus bergeliat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








