• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bangunan liar.

Bangunan liar di pasar ikan yang berdiri di atas sempadan Sungai Gembong Pasuruan yang ambrol beberapa waktu lalu. (Foto: dok warga)

Cegah Banjir, Bangunan Liar di Sempadan Sungai Gembong Pasuruan Justru Hambat Normalisasi 

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur menyayangkan banyaknya bangunan liar yang berdiri di sempadan Sungai Gembong, Kota Pasuruan, Jawa Timur. Banyaknya bangunan tersebut disinyalir menghambat rencana normalisasi sebagai salah satu cara mencegah banjir.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang-Pekalen Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur Anton Dharma mengakui pihaknya menerima banyak usulan untuk menormalisasi sungai-sungai di Pasuruan, termasuk Sungai Gembong.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Banjir di Kabupaten Pasuruan Masih Rendam 3 Desa, Paling Parah di Dusun Kedungringin Tengah dan Balongrejo

Dia mengatakan, usulan-usulan itu kemudian dikaji sebagai bahan perencanaan kegiatan normalisasi. Namun, dia mengatakan, kegiatan tersebut sulit dilakukan di Sungai Gembong akibat banyaknya bangunan liar.

“Kalau di Sungai Gembong banyak bangunan liar di atas sempadan sungai. Andai dinormalisasi, susah,” kata Anton, Jumat (17/01/2025).

Menurut Anton, bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai menghambat kegunaan alat berat. Selain itu, adanya bangunan liar juga menutup ruang pembuangan material sedimentasi saat dikeruk.

“Seharusnya tidak boleh bangun bangunan di sempadan sungai. Selain di Gembong, di Sungai Rejoso juga banyak bangunan, khususnya di Magersari, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati,” jelasnya.

Baca Juga: Bayi Laki-Laki Terbungkus Kresek Merah di Surabaya Diduga Dibuang, Polisi: Tak Ada Surat, Hanya Berselimut Kain Jarik

Alhasil, Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur tahun ini hanya menormalisasi Sungai Petung. Titiknya mulai Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir H Juanda, Kota Pasuruan, ke utara atau ke arah muara. Rencananya, normalisasi dilakukan sepanjang 4 kilometer.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengakui banyaknya bangunan di sempadan Sungai Gembong memang menghambat rencana normalisasi. Dia mengatakan, bangunan-bangunan itu disebut sudah berdiri puluhan tahun dan pihaknya tidak memiliki wewenang untuk menertibkan.

“Bangunan-bangunan itu sudah berdiri puluhan tahun. Kami selama ini hanya menyosialisasikan agar warga tidak membangun bangunan di tepi sungai. Kalau yang sudah berdiri puluhan tahun, kami tidak punya wewenang untuk menertibkan. Itu wewenang provinsi,” ungkap Gustap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Pasuruan hari iniKota Pasuruan hari iniNormalisasi Sungai Gembong PasuruanSungai Gembong Pasuruan
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Karyawan RSUB.

Pasca Karyawan RSUB Malang Diduga Bunuh Diri, Direktur Rumah Sakit Enggan Ungkap Identitas Korban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID