SURABAYA, Tugujatim.id – Bagi pencinta kopi dan sejarah heritage urban akan bisa menikmati event Java Coffe Culture dan Festival Peneleh selama dua hari mulai 7-9 Juli 2023.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan bahwa gelaran Java Coffe Culture dan Festival Peneleh ini dilaksanakan di dua tempat, yakni Jalan Tunjungan dan kawasan Peneleh.
Di masing-masing tempat, ada beberapa tampilan yang dihadirkan mulai dari pertempuran 10 November di Jalan Tunjungan dan Peneleh, penampilan musisi lokal dan nasional, juga puluhan stan UMKM.
“Teatrikal di Jalan Tunjungan panggungnya berada di pertigaan Pasar Genteng, tapi untuk penampilannya berada di sisi ujung Jalan Tunjungan depannya Hotel DoubleTree,” kata Wiwiek.
Sementara itu, acara ini akan dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Peneleh. Menariknya, akan ada suguhan suasana ala 1960-1980-an. Layar Tantjap akan diputar film Koesno, Soera Ing Baja, dan Fatmawati. Seluruh film tersebut merupakan hasil karya Arek Suroboyo. Selain itu, ada juga Pasar Rakjat, juga Peneleh Heritage.
Event Java Coffe Culture dan Festival Peneleh yang juga bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Jawa Timur ini menghadikan ragam cita rasa dan jenis kopi terbaik yang berasal dari Jawa. Booth kopi ini nantinya akan berada di Jalan Tunjungan.
“Acara ini memang untuk coffe lovers atau yang pingin mencoba kopi khas Jawa. Ada banyak kopi dengan rasa dan harga yang sesuai,” kata Direktur Kanwil BI Jatim Muslimin Anwar dalam keterangannya.
Selain itu, artis ibu kota yang turut memeriahkan acara ini adalah Pongki Barata eks Jikustik dan band Surabaya Klantink. Masyarakat Surabaya dan sekitarnya dapat menikmati acara ini secara gratis.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








