• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

Seporsi Rujak Manis Semeru Kota Malang yang bikin pelanggan ketagihan untuk menikmatinya. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

Bikin Ngiler! Kuliner Legendaris Rujak Manis Semeru Malang dengan Cita Rasa Bumbu Kacang Berlimpah

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – “Wah, rame banget!” Ya, memang tak pernah sepi pengunjung! Itulah salah satu ciri khas dari kuliner Rujak Manis Semeru Kota Malang. Bagi Anda pencinta kuliner, kurang afdal dan tak lengkap rasanya jika belum mengunjungi dan mencicipi sajian kuliner di Jalan Semeru No 54 ini. Kudapan segar yang telah melegenda sejak 1986 atau 36 tahun itu memang juaranya pencinta rujak manis.

Gimana pelanggan tak betah berlama-lama berada di sana jika Rujak Manis Kota Malang ini menyuguhkan bumbu legit khas gula merah dengan banyak taburan kacang kasar di atasnya. Apalagi pas cuacanya panas, pengunjung pasti tergoda ingin segera menyantapnya. “Eumm…, bikin pencinta rujak makin ngiler jadinya!”

You might also like

Kereta Malang Surabaya Juni 2026

Jadwal Kereta Malang Surabaya Juni 2026, Banyak Tiket Mulai Diburu Penumpang

03/06/2026 5:13 PM
Cafe di Kabupaten Malang.

Bukan Cuma di Batu, Deretan Cafe di Kabupaten Malang Ini Punya Pemandangan Bikin Betah Berlama-lama Quality Time

03/06/2026 12:02 PM

Selain terkenal akan kesegaran buah dan full service dari owner-nya yang ramah, Rujak Manis Semeru ini juga terkenal dengan porsi yang tak pelit alias melimpah ruah. Bagaimana tidak? Dengan merogoh kocek Rp28.000, Anda sudah bisa menikmati satu porsi rujak manis yang bisa dimakan hingga 3-4 orang lho!

Suparti, 67, owner Rujak Manis Semeru mengatakan, meski namanya rujak manis bukan berarti hanya menyajikan bumbu yang manis saja, tapi juga menyediakan rasa pedas dengan sambal yang ditempatkan terpisah di samping bumbu kacang.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Suparti, owner Rujak Manis Semeru Kota Malang saat menunjukkan buah segar yang akan disajikan kepada pelanggannya. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

“Namanya rujak manis ya pasti ciri khasnya menggunakan gula merah untuk rasa manisnya. Kami nggak pakai petis. Untuk yang suka pedas, kami juga menyediakan sambal di samping bumbu kacang,” tuturnya saat ditemui pada Sabtu (19/03/2022).

Dia melanjutkan, berbeda dari yang lain, bumbu yang disajikan sengaja dipisah dengan buah dan menu pelengkap lainnya. Tujuannya agar pelanggan merasa puas dengan sepiring bumbu yang melimpah yang tersedia. Apalagi di sini menyajikan beragam buah yang berkualitas dan fresh. Mulai dari pepaya, mentimun, belimbing, nanas, mangga, melon, bengkuang, dan lain-lainnya. Semua buah itu disajikan dalam satu piring penuh dengan tahu sebagai pelengkapnya.

Perempuan yang sebelumnya menjadi ibu rumah tangga itu mengakui, usaha yang dia rintis itu berasal dari keinginannya untuk mandiri dan memilih menu rujak manis sebagai ide jualannya.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Lokasi Rujak Manis Semeru di Jalan Semeru No 54 Kota Malang. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

”Saya kan pengen mandiri. Lalu saya mikir buka usaha apa ya enaknya yang setidaknya enggak cepat basi dan bisa dinikmati banyak orang. Akhirnya ya buka usaha ini pada 1986,” ungkapnya tampak tersenyum.

Suparti pun melanjutkan kisahnya, sebelum memiliki tempat yang tetap seperti saat ini, dia sempat berpindah-pindah tempat di jalan untuk berjualan.

“Dulu saya jualannya di depan Rumah Sakit Tangkuban Perahu, terus pindah lagi di depan SMP Kristen,” ungkapnya.

Ibu yang berasal dari Kota Dingin itu menyampaikan, tempat usahanya ini tidak memiliki cabang bukan tanpa alasan. Itu sebagai ciri khas bahwa Rujak Manis Semeru hanya berada di tempat ini.

“Nggak ada cabangnya, ya biar orang-orang kalau menyebut Rujak Manis Semeru ya di sini tempatnya,” ucapnya.

Kisah Usahanya Diterpa Pandemi Covid-19

Suparti juga membeberkan, ketika masa pandemi usahanya sempat mengalami penurunan omzet. Dia mengatakan ya kondisinya seperti itu pasti perekonomian semua terguncang.

“Dulu kalau pas pandemi ya sepi pengunjung, omzet juga menurun, Mbak,” ujarnya tampak sedih.

Tapi, dia melanjutkan, kondisi itu kini mulai membaik seiring berjalannya waktu dan omzetnya mulai meningkat lagi.

“Orang-orang kan juga butuh makan ya, jadi perlahan-lahan usaha rujak manis ini mulai ramai lagi,” bebernya.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Para pelanggan setia sedang menyantap Rujak Manis Semeru bersama keluarganya. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

Dengan dibantu anaknya bernama Yuli dan dua karyawannya, dia bahkan selalu menyetok buah berkualitas dua hari sekali. Sedangkan untuk pelanggannya datang itu datang dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, warga Malang Raya, hingga ada yang dari luar kota dengan membawa keluarganya.

“Ya, saya memang jarang bercengkerama dengan pelanggan, tapi banyak yang datang dari luar kota juga,” ujarnya.

Selain menyajikan rujak manis, pelanggan juga bisa mencicipi 10 tahu petis dengan harga Rp15.000 dan menikmati es degan seharga Rp7.000 lho.

“Ya, pastinya ada menu lain selain rujak manis, ada tahu petis, kerupuk, dan minuman es degan,” tegasnya.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Pelanggan juga disediakan kerupuk untuk menyantap maknyusnya Rujak Manis Semeru Kota Malang. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

Sementara ketika ditanya soal perolehan omzet dalam satu bulan, perempuan kelahiran Desa Gading, Kabupaten Malang, ini hanya tersenyum dan menjawab.

”Rahasia kalau itu, Mbak. Biar saya ajah yang tahu, pokoknya selalu mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepada kami selama ini,” ujar ibu tiga anak ini.

Dia pun menyadari dalam membangun usaha hingga bisa bertahan selama 36 tahun ini bukan hal yang mudah, tapi perlu ketelatenan dan tidak mengeluh dengan berapa pun hasil yang didapatkan.

“Namanya jualan, pasti ada pasang surutnya. Kalau rezeki kan memang sudah diatur ya. Tapi, ya gitu kita harus telaten, gimana pun cuacanya saya tetap jualan. Intinya, dijalani dan nggak pantang menyerah,” ucapnya.

Selama jurnalis Tugu Jatim berada di tempat itu, memang banyak pengunjung yang keluar masuk dari berbagai kalangan. Meski cuaca kurang bersahabat, rupanya tidak melunturkan semangat mereka untuk mencicipi Rujak Manis Semeru ini. Salah satunya adalah mahasiswi cantik bernama Neni yang mengatakan suka dengan cita rasa rujak ini karena tekstur bumbunya yang kental.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Neni, mahasiswi UIN Maliki Kota Malang, sedang menyantap kesegaran Rujak Manis Semeru pada Sabtu (19/03/2022). (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

“Enak sih, bumbunya kental jadi berasa banget apalagi buahnya seger. Saya kan pencinta rasa pedas, jadi menurutku bumbu dan sambalnya enak dan pas banget,” ucapnya.

Sementara itu, Udin, pengunjung lainnya sekaligus pegawai kelurahan di Pasuruan, mengatakan, sering berkunjung ke tempat ini ketika di Malang karena cita rasa yang membuatnya nostalgia dengan suasana tempo dulu.

Rujak Manis Semeru. (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)
Udin, pegawai kelurahan di Pasuruan, saat berkunjung ke Rujak Manis Semeru Kota Malang pada Sabtu (19/03/2022). (Foto: Siti Ayu Devina/Tugu Jatim)

“Rasanya enak, apalagi bumbunya itu membuat saya bernostalgia dengan citra rasa tempo dulu sewaktu masih mondok,” ungkapnya.

Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi rasa maknyusnya Rujak Manis Semeru ini, bisa datang setiap hari, kecuali hari Jumat. Untuk operasionalnya buka mulai pukul 08.00-16.00.

“Hmm, gimana penasaran dengan porsi dan rasa rujak manis ini? Kuy, cobain deh bakalan ketagihan!”

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berburu kulinerkuliner di MalangKuliner hitskuliner legendarisKuliner Legendaris Malangkuliner malangrekomendasi kulinerrekomendasi kuliner di MalangRujak manis legendarisRujak manis legendaris Kota MalangRujak Manis SemeruRujak Manis Semeru Kota MalangWisata Kulinerwisata kuliner Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Kereta Malang Surabaya Juni 2026

Jadwal Kereta Malang Surabaya Juni 2026, Banyak Tiket Mulai Diburu Penumpang

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 5:13 PM
0

Tugujatim.id – Kereta Malang Surabaya Juni 2026 mulai menjadi perhatian banyak calon penumpang setelah pemesanan tiket bulan Juni resmi dibuka....

Cafe di Kabupaten Malang.

Bukan Cuma di Batu, Deretan Cafe di Kabupaten Malang Ini Punya Pemandangan Bikin Betah Berlama-lama Quality Time

by Dwi Linda
03/06/2026 12:02 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ketika membahas tempat nongkrong di Malang, banyak orang biasanya langsung teringat deretan cafe yang berada di pusat...

Cafe estetik Kota Malang.

5 Cafe Estetik Kota Malang yang Ramai Anak Muda saat Libur Sekolah

by Dwi Linda
02/06/2026 4:04 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Tren berburu cafe estetik Kota Malang kini semakin populer di kalangan anak muda. Nggak cuma menawarkan tempat...

Tempat Nongkrong Hits Banyuwangi

Tempat Nongkrong Hits Banyuwangi yang Lagi Viral dan Wajib Dikunjungi Tahun 2026

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 12:40 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan cafe dan tempat nongkrong di Banyuwangi semakin pesat. Tidak hanya menghadirkan menu...

Next Post
Sejumlah peziarah datang silih berganti ke kompleks makam Sunan Bonang Tuban seakan tidak ada habisnya.

Jelang Ramadan, Ribuan Peziarah Datangi Makam Sunan Bonang di Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID