JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait mencanangkan revolusi besar-besaran dalam pelayanan fasilitas kesehatan di Kabupaten Jember, baik di tingkat Rumah Sakit Daerah hingga puskesmas.
Dalam program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) yang dilaksanakan di Kecamatan Arjasa, bupati yang akrab disapa “Gus Darling” atau “Pinky Boy” ini tegas menyatakan tidak akan mentolerir Puskesmas kumuh dan pelayanan yang tidak ramah.
“Di era kita, di era Gus Darling ini atau Pinky Boy ini, satu Puskesmas tidak boleh ada kesan bahwa Puskesmas itu kumuh, harus bersih, harus bagus dan bersih,” tegas Fawait saat berkunjung ke Puskesmas Arjasa pada Jumat (30/8/2025).
Dalam konsolidasi dengan Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan, Bupati Fawait memberikan tiga instruksi krusial. Pertama, semua Puskesmas harus bersih dan tidak boleh berkesan kumuh.
Kedua, pelayanan harus ramah dan tidak boleh sewot (tidak ramah). Ketiga, fasilitas Puskesmas harus ditingkatkan, khususnya dengan memasang AC di semua kamar perawatan.
“Sudah waktunya hari ini kamar-kamar difasilitasi dengan AC. Sudah bukan waktunya lagi dengan kipas angin,” ujar Fawait.
Menurutnya, bangsa Indonesia telah merdeka sejak 80 tahun yang lalu. Oleh karena itu, sudah selayaknya, semua ruang perawatan dilengkapi pendingin ruangan yang memberikan kenyamanan terhadap pasien.
Sebagai bentuk kontrol kualitas, bupati yang juga akrab disapa Gus Fawait itu memperkenalkan sistem Wadul Gus’e yang memungkinkan masyarakat mengadu langsung kepada bupati jika mendapat pelayanan buruk.
“Jangan coba-coba memberikan pelayanan yang tidak baik karena masyarakat bisa langsung mengadu kepada Bupati lewat Waduk Busi,” peringatnya kepada para petugas kesehatan.
Di momentum itu juga, Gus Fawait beserta jajaran, membagikan 1000 Sertifikat halal gratis untuk UMKM di beberapa wilayah yang ada di Kecamatan Arjasa. Adapun tujuan pembagian sertifikat halal itu sebagai upaya menciptakan holding UMKM yang nantinya akan bersinergi dengan kementerian terkait.
“Harapan kita para UMKM menjadi penggerak ekonomi di desa-desa maupun di kota. Ke depan kita akan membuat gerai-gerai di destinasi wisata untuk display produk-produk UMKM,” jelasnya.
Program Bunga Desa ini merupakan inovasi Pemkab Jember dalam membawa hampir seluruh pelayanan pemerintahan langsung ke kecamatan, memudahkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








