• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Poster Premiere Film Cinderella/tugu jatim

Poster Premiere Film Cinderella. (Foto: IMDb)

Cinderella, Dongeng yang Mengangkat Isu Kesetaraan Gender

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in Entertainment
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Keukeu Apriyanti Latifah*

Tugujatim.id – Film Cinderella 2021 release pada 3 September 2021 lalu. Film berdurasi 1 jam 53 menit ini merupakan karya yang ditulis dan disutradarai langsung oleh Kay Cannon.

You might also like

Indonesian Idol

Result & Reunion Show Indonesian Idol XIV Jadi Penentuan Celyna Grace dan Niki Becker

25/05/2026 3:34 PM
Grand Final Indonesian Idol XIV

Celyna Grace Tantang Niki Becker di Grand Final Indonesian Idol XIV, Siapa Jadi Juara?

18/05/2026 11:40 AM

Dibintangi oleh Camila Cabello, Nicholas Galitzine, Billy Porter, Idina Menzel dan beberapa bintang papan atas yang lainnya. Film ini berhasil mengangkat kembali dongeng lama yang dikemas dengan sangat menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman terlebih mengenai kesetaraan gender hari ini.

Kisah Cinderella dimulai dengan nyanyian “Million to One” yang memacu ambisinya untuk dapat menjadi seorang wanita karir, yakni pebisnis dan designer baju. Namun pada masa itu, Cinderella diprotes dan dicaci oleh orang sekitarnya (baik wanita maupun pria) lantaran dia mencoba menjual hasil desain bajunya di tengah keramaian pedagang pria.

Penggambaran tersebut menunjukkan bahwa di lingkungan Cinderella tidak ada yang mengizinkan seorang wanita menjadi seseorang yang memiliki financial independen, seorang wanita dituntut hanya untuk menuruti apa kata pria. Menjalankan kehidupan dengan penuh rasa tunduk terhadap pria dan bergantung mengikuti kehidupan finansial seorang pria atau suami.

Hal tersebut tentu membuat ibu tiri Cinderella berpikir bahwa gadis-gadisnya harus menikah dengan pria kaya atau keturunan bangsawan agar kehidupannya dapat lebih sejahtera. Sedangkan Cinderella sebagai wanita yang memiliki mimpi besar untuk menjadi wanita karir merasa resah mimpinya tidak dapat terwujud.

Cinderella pun bernyanyi dengan lirih di kamarnya All I need is a chance, wanna know what I could be. Lirik nyanyian itu menggambarkan Cinderella yang mengharapkan adanya kesempatan atau keterbukaan akses untuk bisa mewujudkan mimpinya sebagai wanita karir.

Beralih dari rumah Cinderella, terdapat kehidupan kerajaan yang di dalamnya dihuni oleh Raja Rowan, Ratu Beatrice, dan kedua anaknya Pangeran Robert dan Puteri Gwen. Diceritakan Ratu Beatrice ini harus selalu tunduk pada Raja Rowan dan sebagai seorang istri Ratu Beatrice merasakan ketidaknyamanan lantaran sistem kehidupan dan komunikasinya berjalan seperti teori Top-Down.

Apa yang dikatakan Ratu Beatrice tidak didengar oleh Raja Rowan dan tidak ada interaksi dua arah layaknya pasangan yang harmonis. Hal ini mengakibatkan konflik percekcokan di dalam istana. Selain itu, Raja Rowan selalu memaksa agar Pangeran Robert sebagai putra satu-satunya segera menikah agar dapat menggantikan tahtanya sebagai seorang raja.

Padahal di sisi lain, Puteri Gwen memiliki kecerdasan kepemimpinan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Pangeran Rowan. Puteri Gwen juga selalu memikirkan rakyat dan mencoba membuat kebijakan-kebijakan untuk keberlangsungan kehidupan wilayahnya. Namun lagi lagi, karena Puteri Gwen adalah seorang wanita, maka Raja Rowan tidak melirik Puterinya untuk dapat menjadi seorang Ratu dan tetap memaksakan Pangeran agar segera menikah.

Pangeran tidak mengetahui harus menikahi wanita mana karena ia merasa wanita-wanita yang ada di sekitarnya selalu mengincar harta kekayaannya. Sampai pada akhirnya Pangeran bertemu dengan Cinderella dan menyatakan cintanya.

Namun cinta itu ditolak mentah-mentah oleh Cinderella ketika mengetahui dirinya akan menjadi Ratu yang harus tunduk terhadap pria, tidak memiliki kebebasan berpendapat, dan tidak memiliki hak untuk didengar. Cinderella berpikir itu akan sama saja dengan kehidupannya saat ini.

Pangeran sedih dan tidak tahu harus berbuat apa, kehidupan istana tidak begitu baik sampai akhirnya Ratu Beatrice marah dan mengeluarkan semua unek-uneknya kepada sang raja. Sang raja pun sadar bahwa apa yang selama ini ia perbuat tidak berbasis kesetaraan gender, maka dari itu raja membolehkan Puteri Gwen menjadi seorang ratu dan Pangeran Robert menikahi Cinderella dengan memberikan kebijakan bahwa wanita boleh berkarir.

*Penulis adalah member Pondok Inspirasi.

Tags: CinderelladongengFilmKesetaraan Gender
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Indonesian Idol

Result & Reunion Show Indonesian Idol XIV Jadi Penentuan Celyna Grace dan Niki Becker

by Mochamad Abdurrochim
25/05/2026 3:34 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Ajang pencarian bakat Indonesian Idol Season XIV akhirnya memasuki malam paling dinantikan. Setelah melalui perjalanan panjang penuh...

Grand Final Indonesian Idol XIV

Celyna Grace Tantang Niki Becker di Grand Final Indonesian Idol XIV, Siapa Jadi Juara?

by Mochamad Abdurrochim
18/05/2026 11:40 AM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Babak penentuan Grand Final Indonesian Idol XIV akhirnya tiba. Dua peserta tersisa, Celyna Grace dan Niki Becker,...

Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan

Diserbu Penonton, Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Putar Lebih Awal di 40 Kota

by Mochamad Abdurrochim
11/05/2026 12:16 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan diserbu penonton saat program persembahan awal atau “Nonton Duluan”...

CHNCE.

Boygroup CHNCE Beri Warna Baru Pop Indonesia lewat “Lama Lama Gila”, Ini Dia 4 Musisi Muda Eks UN1TY 

by Dwi Linda
06/05/2026 1:28 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Boygroup CHNCE siap meramaikan industri musik Indonesia melalui perilisan mini album bertajuk “Lama Lama Gila” yang akan...

Next Post
Trenggalek. (Foto: M. Zamzuri/Tugu Jatim)

Pemkab Trenggalek Dorong Pertumbuhan Investasi melalui Kemudahan dalam Urus Perizinan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID