Cuaca Ekstrem karena Siklon Tropis Picu Bencana di Nusa Tenggara Timur - Tugujatim.id

Cuaca Ekstrem karena Siklon Tropis Picu Bencana di Nusa Tenggara Timur

  • Bagikan
Situasi pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata pada Minggu (04/04/2021), pukul 19.00 waktu setempat, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. (Foto: BNPB/Tugu Jatim)
Situasi pasca banjir bandang yang menerjang Kabupaten Lembata pada Minggu (04/04/2021), pukul 19.00 waktu setempat, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. (Foto: BNPB/Tugu Jatim)

Tugujatim.id – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam situs resminya telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya berpotensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ini, pada 3–9 April 2021. Hingga Senin (05/04/2021), BNPB menerima informasi terkini dampak bencana di beberapa wilayah NTT.

Dilansir situs resmi bnpb.go.id perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur hari ini pukul 05.00 WIB. Data sementara yang diterima, ada 256 warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Sedangkan warga hilang masih tercatat 24 orang dan meninggal dunia 44 orang. Untuk warga yang luka-luka, mereka telah mendapatkan perawatan medis.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr Raditya Jati menyebutkan, 9 desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak peristiwa ini. Sembilan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

“Sementara data yang saya terima ada 17 unit rumah hanyut, 60 rumah terendam lumpur, dan 5 jembatan putus. Saat ini BPBD setempat masih terus melakukan pendataan dan verifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastrukturnya,” kata Dr Raditya.

BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ini, 3–9 April 2021. (Foto: BMKG/Tugu Jatim)
BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ini, 3–9 April 2021. (Foto: BMKG/Tugu Jatim)

Beberapa kendala dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat. BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin, dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat.

“Peristiwa ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi pada dini hari atau Minggu (04/04/2021), pukul 01.00 WITA,” ungkapnya.

Wilayah di NTT Lain yang Terdampak

Sementara itu, bencana banjir juga terjadi di Kabupaten Sumba Timur, NTT, pada Minggu (04/04/2021). Hal itu terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari sehingga sungai meluap. Sebanyak empat kecamatan terdampak banjir. Yaitu, Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera, dan Wulawujelu.

“BPBD Kabupaten Sumba Timur menginformasikan sebanyak 54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak,” terangnya.

Sedangkan di Kabupaten Lembata, banjir bandang menewaskan 11 warga dan 16 lainnya hilang. Banjir bandang tersebut terjadi pada Minggu lalu, pukul 19.00 waktu setempat. Lokasi terdampak berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Desa-desa terpapar di dua kecamatan ini di antaranya, Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo, dan Waimatan.

BPBD setempat telah melakukan upaya kaji cepat dan penyelamatan warga terdampak. Pemerintah daerah juga mendatangkan alat berat untuk melakukan pembersihan jalan dan lokasi bencana untuk kelancaran proses pencarian dan evakuasi. Akses jalan menuju Kecamatan Ile Ape Timur terputus sehingga belum dapat diakses petugas.

Kejadian lainnya melanda Kota Kupang, NTT, berupa angin kencang, longsor, banjir rob, dan gelombang pasang. Perkembangan pada Minggu, pukul 19.00 WIB, beberapa kecamatan terdampak cuaca ekstrem. Akibatnya, sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

“BPBD Kota Kupang bersama dinas terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat di lokasi bencana,” jelasnya.

BNPB juga menerima laporan terjadinya bencana di Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada. Angin kencang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Ngada. Desa terdampak yaitu di Kelurahan Kisantara, Lebijaga, Bajawa, Tanalodu (Kecamatan Bajawa) dan Kelurahan (Riung). Dampak dari insiden angin kencang terdiri 6 KK terdampak dan 1 luka berat. Sedangkan kerugian berupa rumah rusak sedang 2 unit dan rusak berat 4 unit, gedung pengadilan rusak sedang 1 unit, kapal tenggelam 1 unit dan 6 titik ruas jalan tertutup pohon tumbang. (Mochamad Abdurrochim/ln)

  • Bagikan