SURABAYA, Tugujatim.id – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dr Erwin Astha Triyono, memastikan bahwa belum ada kasus hepatitis akut di wilayahnya. Pernyataan ini diungkapkan Erwin dalam acara Webinar pada Jumat (6/5/2022).
Menurut Erwin hingga saat ini dari informasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) belum ditemukan kasus hepatitis akut di Jawa Timur.
“Informasi SKDR dari minggu pertama Januari hingga minggu ke 17 terdapat 114 kasus Sindroma Jaundice atau penyakit kuning. Tetapi belum dipastikan hepatitis akut, karena itu perlu pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Dia menambahkan setelah ditelusuri lebih lanjut, pada 114 kasus Sindroma Jaundice tersebut tidak berkaitan dengan hepatitis akut.
“SKDR pada prinsipnya itu aplikasi yang menerima informasi dari layanan kesehatan bila ada kecurigaan penyakit kuning,” jelasnya.
Namun demikian, pihak Dinkes Jatim akan memverifikasi terlebih dahulu, jika benar ada hepatitis akut akan dirujuk ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti penyakit kuning yang diderita pasien.
“Apakah ini terkait hepatitis akut yang belum ketemu penyebab atau sudah ketemu penyebanya,” katanya.
Erwin menyarankan untuk mengantisipasi hepatitis akut ini masyarakat harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebab, belum ada informasi pasti terkait penyebab penyakit ini.
“Jika orang tua memiliki anak dengan gejala penyakit kuning agar segera memeriksakan ke rumah sakit. Sehingga, bisa dilakukan percepatan penanganan agar segera diatasi,” tandas Dr Erwin.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim








