Tugujatim.id – Di sebuah kerajaan yang tersembunyi di antara awan, hiduplah seorang putri bernama Cahaya. Ia adalah anak dari Raja Langit dan Ratu Bintang, yang memerintah dengan bijaksana. Kerajaan mereka dikenal sebagai Kerajaan Awan, tempat di mana sihir dan keindahan berpadu menjadi satu.
Putri Cahaya dan Ramalan Kuno
Sejak kecil, Putri Cahaya memiliki keistimewaan. Ia bisa membuat langit bersinar lebih terang setiap kali ia tersenyum. Namun, sebuah ramalan kuno menyebutkan bahwa ketika Putri Cahaya berusia 17 tahun, kegelapan akan mencoba merebut cahaya dari hatinya. Jika ia gagal melawan kegelapan itu, maka seluruh kerajaan akan tenggelam dalam kegelapan abadi.
Pada malam ulang tahunnya yang ke-17, sebuah badai gelap datang menghampiri Kerajaan Awan. Dari kegelapan itu, muncullah seorang penyihir jahat bernama Zardok. Ia adalah musuh lama kerajaan yang ingin menguasai seluruh langit. “Putri Cahaya, serahkan kekuatanmu padaku!” serunya dengan suara menggema.
Perjalanan Menuju Pegunungan Cahaya
Putri Cahaya tidak tinggal diam. Dengan restu dari orang tuanya, ia memulai perjalanan menuju Pegunungan Cahaya, tempat di mana api abadi menyala dan dipercaya dapat mengusir kegelapan. Ditemani oleh teman setianya, seekor burung phoenix bernama Arka, ia melewati berbagai rintangan.
Di hutan awan, mereka bertemu dengan Naga Perak yang menjaga gerbang menuju pegunungan. “Hanya mereka yang memiliki hati murni yang bisa melewati gerbang ini,” kata sang naga. Putri Cahaya lalu menunjukkan keberaniannya dengan menawarkan setetes air mata kebahagiaannya kepada sang naga. Melihat ketulusannya, Naga Perak pun mengizinkannya melanjutkan perjalanan.
Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang penyihir tua bernama Eldros yang memberi mereka sebuah kristal bercahaya. “Kristal ini akan membantumu dalam pertarungan melawan Zardok. Tapi ingat, hanya cahaya sejati yang bisa mengaktifkannya,” ujar Eldros sebelum menghilang dalam kilatan cahaya biru.
Baca Juga : Si Kabayan dan Kerbau, Cerita sunda pendek yang penuh hikmah !
Pertempuran di Pegunungan Cahaya
Saat tiba di Pegunungan Cahaya, Putri Cahaya menemukan Api Abadi yang bercahaya dengan indah. Namun, tiba-tiba Zardok muncul dengan pasukan bayangannya. “Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku, Putri Cahaya!” katanya sambil melemparkan sihir hitam.
Pertempuran pun terjadi. Arka bertarung dengan bayangan Zardok, sementara Putri Cahaya mencoba menyalakan Api Abadi dengan kristal dari Eldros. Namun, kekuatan kegelapan Zardok terlalu besar, hingga hampir memadamkan nyala api tersebut.
Di saat genting, Putri Cahaya mengingat kata-kata Eldros. Ia menutup mata dan mengingat semua kebahagiaan, harapan, serta cinta dari rakyatnya. Dengan keyakinan penuh, ia meraih kristal dan menyalakan Api Abadi dengan kekuatan hatinya sendiri. Cahaya putih menyilaukan menyebar ke seluruh langit, membakar kegelapan Zardok hingga tak tersisa.
Dengan kekalahannya, Zardok menghilang menjadi debu, dan cahaya kembali bersinar di seluruh kerajaan. Putri Cahaya kembali ke Kerajaan Awan sebagai pahlawan, membawa cahaya yang lebih kuat dan kebijaksanaan yang lebih dalam.
Baca Juga : Cerita Sangkuriang, Legenda dari Tanah Sunda!
Kebahagiaan di Kerajaan Awan
Setelah peristiwa itu, Putri Cahaya dikenal sebagai pemimpin masa depan yang bijaksana. Ia menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Kerajaan Awan, membawa kemakmuran dan kebahagiaan bagi rakyatnya. Sang penyihir Eldros muncul kembali dan memberinya mahkota dari kristal cahaya, simbol kebijaksanaan dan keberanian sejati.
Rakyat bersukacita, dan langit tetap bersinar terang setiap hari. Legenda Putri Cahaya pun diceritakan turun-temurun sebagai simbol harapan, bahwa cahaya dalam diri seseorang tidak akan pernah padam selama masih ada keberanian dan kebaikan hati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Ilmi Habibi Rahmatullah







