MALANG, Tugujatim.id – Dosen Universitas Negeri Malang (UM), Hasan Ismail, S.Pd., M.Sc., Ph.D., mengembangkan mesin Hydro Nano-Bubble Sterilizer yang mampu meningkatkan kualitas pencucian sekaligus memperpanjang kesegaran sayur dan buah. Inovasi tersebut kini mulai diterapkan bersama perusahaan eksportir hortikultura, PT Foong So Trading and Management, sebagai bagian dari hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.
Pengembangan teknologi ini merupakan hasil riset yang didukung melalui Program Hibah Penelitian Internal Universitas Negeri Malang Tahun 2026. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UM dalam mendorong lahirnya inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat maupun dunia industri.
Sebagai tindak lanjut hilirisasi riset, UM menjalin kemitraan dengan PT Foong So Trading and Management yang bergerak di bidang distribusi dan ekspor sayur serta buah. Melalui kerja sama tersebut, mesin Hydro Nano-Bubble Sterilizer telah diimplementasikan dan diuji pada proses penanganan pascapanen berbagai komoditas hortikultura.
Hasil uji coba awal menunjukkan teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pencucian sekaligus mempertahankan kesegaran produk lebih lama dibandingkan metode konvensional. Selain itu, teknologi ini juga berpotensi memperpanjang masa simpan produk sehingga diharapkan dapat mengurangi kehilangan hasil (post-harvest losses) yang masih menjadi tantangan di sektor hortikultura.
Baca Juga ; Kebidanan FK UM Laksanakan Riset Profil Kesehatan Remaja Perempuan untuk Mendukung Upaya Kesehatan Preventif
Hasan Ismail mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan industri akan teknologi pascapanen yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

“Target kami bukan hanya menghasilkan publikasi dan paten, tetapi menghadirkan teknologi yang benar-benar digunakan industri. Melalui kemitraan dengan PT Foong So Trading and Management, kami ingin membangun model hilirisasi yang mampu meningkatkan kualitas produk hortikultura sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia,” ujarnya.
Teknologi Pascapanen untuk Tingkatkan Kualitas Holtikultura
Mesin Hydro Nano-Bubble Sterilizer bekerja dengan menghasilkan gelembung berukuran mikro hingga nano yang mampu mengangkat kotoran dan kontaminan pada permukaan sayur maupun buah tanpa merusak kualitas fisiknya. Teknologi tersebut dipadukan dengan sistem ozon untuk meningkatkan proses sanitasi secara higienis, menekan pertumbuhan mikroorganisme, serta menjaga kesegaran produk tanpa menggunakan bahan pengawet kimia.

Dengan desain yang modular, hemat energi, dan mudah dioperasikan, mesin ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai skala usaha, mulai dari kelompok tani, rumah kemas (packing house), distributor, hingga perusahaan eksportir.
Kerja sama dengan PT Foong So Trading and Management dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat penerapan hasil riset perguruan tinggi di dunia industri. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya Universitas Negeri Malang memperkuat ekosistem hilirisasi riset melalui kemitraan dengan dunia usaha agar hasil penelitian dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Dukungan Industri Percepat Hilirisasi Riset UM
Presiden Direktur PT Foong So Trading and Management, Lin Wan Chin, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai teknologi Hydro Nano-Bubble Sterilizer yang dikembangkan UM memiliki potensi besar untuk meningkatkan standar penanganan pascapanen komoditas hortikultura.
“Bagi perusahaan kami, menjaga kualitas produk sejak proses pascapanen merupakan faktor yang menentukan kepuasan pelanggan dan keberhasilan ekspor. Berdasarkan implementasi awal, Hydro Nano-Bubble Sterilizer memberikan hasil yang sangat positif. Kami melihat teknologi ini berpotensi meningkatkan konsistensi kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam memenuhi tuntutan pasar yang semakin mengedepankan kualitas, keamanan pangan, dan standar internasional,” kata Lin Wan Chin.

Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas dan konsistensi produk hortikultura, tetapi juga memperkuat kepercayaan pelanggan serta mendukung penyediaan sayur dan buah yang lebih segar, higienis, dan berkualitas. Ia berharap kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang terus berlanjut untuk menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat daya saing produk hortikultura Indonesia di pasar global.
Ke depan, tim peneliti Universitas Negeri Malang akan terus menyempurnakan teknologi Hydro Nano-Bubble Sterilizer melalui pengujian pada berbagai komoditas hortikultura, peningkatan kapasitas sistem, serta pengembangan fitur sesuai kebutuhan industri. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi oleh pelaku usaha sekaligus mendukung program hilirisasi riset nasional yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah, ketahanan pangan, dan daya saing ekspor Indonesia. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Mochamad Abdurrochim








