SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi menemui massa demonstrasi dan menyepakati tuntutan untuk menolak RUU Pilkada 2024. Ribuan massa dari sejumlah elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil memenuhi halaman Gedung DPRD Jatim, Jumat (23/08/2024). Mereka melakukan aksi demonstrasi menolak RUU Pilkada 2024 yang hendak disepakati oleh DPR RI.
Sebelumnya, aksi demonstrasi ini sempat diwarnai kericuhan. Sekitar pukul 13.45 WIB dan 14.30 WIB, sejumlah massa mencoba menjebol kawat berduri barikade polisi dan melempar botol minuman.
Mereka menuntut agar Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi segera menemui massa usai berorasi selama kurang lebih tiga jam lamanya. Kemudian, saat Kusnadi keluar dari gedung, massa berhasil diredam dan kembali kondusif.
Di atas mobil komando, Kusnadi mengatakan, sebagai ketua DPRD Jatim, pihaknya menyepakati segala tuntutan yang disuarakan oleh para mahasiswa.

“Saya Kusnadi pimpinan DPRD Jawa Timur mendukung sepenuhnya tuntutan dari seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat. Kami setuju dengan putusan Mahkamah Konstitusi itu untuk mematuhi konstitusi dan menjaga demokrasi Indonesia,” kata Kusnadi di atas mobil komando.
Mantan ketua DPD PDIP Jatim tersebut juga mendukung akan kekhawatiran masyarakat terhadap RUU Pilkada tersebut sebagai wadah intervensi politik dari Presiden Jokowi yang dinilai mencederai prinsip konstitusi.
Lima Tuntutan Massa Aksi Demonstrasi yang Disepakati oleh DPRD Jatim:
1. Mendesak presiden dan DPR RI untuk mematuhi konstitusi.
2. Menuntut presiden dan DPR RI untuk menghentikan segala upaya untuk revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.
3. Menuntut Presiden Jokowi untuk menghentikan cawe-cawe politiknya dengan memanfaatkan lembaga negara dan mencederai konstitusi.
4. Mendesak DPR RI untuk patuh pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60.
5. Menuntut dan mendesak setiap fraksi di DPR RI terutama yang Dapil Surabaya (dan khususnya Dapil Jatim) untuk menolak semua upaya revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah tahun 2024).
“Sepakat,” ujar Kusnadi.
Dengan begitu, perlahan massa aksi menyambut tepuk tangan dan menuntut Kusnadi serta jajaran DPRD Jatim agar memegang komitmennya. Kemudian, massa mulai membubarkan diri sekitar pukul 15.30 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: : Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








