• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pencabulan di Sampang.

Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Madura Mohammad Nasih Aschal saat diwawancarai, Jumat (10/07/2026). (Foto: M. Khaesar/Tugu Jatim)

DPRD Jatim Minta 15 Buronan Kasus Dugaan Pencabulan di Sampang Segera Ditangkap

Dwi Linda by Dwi Linda
4 hours ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan Madura Mohammad Nasih Aschal mendesak aparat penegak hukum segera menangkap seluruh pelaku dugaan pencabulan di Sampang, Madura, terhadap seorang remaja perempuan berusia 15 tahun. Selain itu, juga meminta pemerintah memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban dan keluarganya.

“Kami berempati, kami ikut merasakan kesedihan kepada korban dan keluarganya,” kata Nasih saat diwawancarai di Surabaya, Jumat (10/07/2026).

You might also like

Jembatan Sonokembang.

Revitalisasi Tahap Akhir Jembatan Sonokembang Malang Capai 88 Persen, Target Rampung 25 Juli 2026

11/07/2026 4:43 PM
Muktamar ke-35 NU.

Hotel di Jombang Langsung Full Booked Jelang Muktamar Ke-35 NU, Rumah Warga Ikut Diserbu

11/07/2026 1:11 PM

Baca Juga: Aksi Brutal 27 Pemuda Rudapaksa Gadis di Sampang, 12 Terduga Pelaku Ditangkap dan 15 Lainnya Diburu

Dia meminta kepolisian menuntaskan proses hukum dengan menangkap seluruh terduga pelaku yang hingga kini masih buron agar mendapatkan hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.

“Semuanya harus dijebloskan kepada penjara. Saya kira aparat dalam hal ini kapolres Sampang telah melakukan itu,” ujarnya.

Selain penindakan hukum, politikus Partai Nasdem tersebut menilai pemerintah tidak boleh abai terhadap proses pemulihan korban pencabulan di Sampang. Menurut dia, dinas sosial bersama instansi terkait harus segera memberikan pendampingan psikologis, sosial, dan perlindungan kepada korban maupun keluarganya agar dapat pulih dari trauma.

“Kami ingin agar korban dan keluarga bisa menjalani hidupnya lebih nyaman, bisa meneruskan hidupnya tanpa ada intervensi, entah hujatan dan lain-lain dari lingkungan masyarakat,” katanya.

Nasih menegaskan pendampingan terhadap korban merupakan tanggung jawab pemerintah sehingga tidak boleh hanya mengandalkan lembaga swasta.

“Kami tidak ingin agar pendampingan justru malah dilakukan oleh pihak swasta, tapi pendampingan itu harus dilakukan oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah yang berkewajiban, mulai dari korban, keluarganya, hingga dampak-dampaknya. Saya kira pemerintah memiliki kewajiban itu,” ucapnya.

Dia juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan kasus tersebut sebagai pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak dan remaja untuk mencegah terulangnya tindak kekerasan seksual.

“Kasus ini tentu menjadi sebuah pembelajaran bagi kita semua, bagi seluruh masyarakat, karena sangat berdampak terhadap lingkungan sekitar. Mari kita saling bahu-membahu, mari kita saling jaga agar anak-anak kita, pemuda-pemuda kita bisa terjaga dari perilaku-perilaku yang bejat seperti itu,” tuturnya.

Baca Juga: Jenazah Perempuan Kondisi Tangan Terikat di Malang Teridentifikasi Sebagai Gadis 17 Tahun Asal Nganjuk

Diberitakan sebelumnya, Polres Sampang menangkap 12 tersangka kasus rudapaksa yang dilakukan 27 pemuda kepada gadis berusia 15 tahun yang dilakukan secara brutal. Hal ini dilakukan pelaku kepada gadis di Kabupaten Sampang, Madura, sejak Februari hingga Mei 2026 dengan modus menjemput dan mengajak korban keliling hingga dibawa ke semak-semak dan dirudapaksa.

“Tersangka mengancam korban dengan cara untuk membawa ke tempat yang lebih jauh lagi. Selain itu, tersangka tidak akan mengantarkan korban pulang karena saat itu korban merasa takut hingga akhirnya mau menurutinya,” kata Kapolres Sampang AKBP Hartono, Jumat (10/07/2026).

Dari total 27 terduga pelaku, polisi telah mengamankan 12 orang, sementara 15 lainnya masih dalam pengejaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Khaesar

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita DPRD JatimBerita Kota Surabaya hari iniGadis di Sampang dirudapaksaKasus pencabulan di SampangKota Surabaya hari iniSurabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jembatan Sonokembang.

Revitalisasi Tahap Akhir Jembatan Sonokembang Malang Capai 88 Persen, Target Rampung 25 Juli 2026

by Dwi Linda
11/07/2026 4:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pembangunan Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, memasuki tahap akhir. Menjelang target peresmian pada akhir Juli...

Muktamar ke-35 NU.

Hotel di Jombang Langsung Full Booked Jelang Muktamar Ke-35 NU, Rumah Warga Ikut Diserbu

by Dwi Linda
11/07/2026 1:11 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Sektor perhotelan dan jasa sewa hunian warga mendapatkan berkah terpilihnya Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang,...

Stasiun Gedangan.

Mengapa Banyak Penumpang Turun di Stasiun Gedangan? Ini Cara Mudah Menuju Bandara Juanda

by Dwi Linda
11/07/2026 12:59 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bagi penumpang kereta api yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat, Stasiun Gedangan menjadi salah satu titik transit...

Cuaca di Jawa Timur.

Berawan Dominasi Cuaca di Jawa Timur 11 Juli 2026, Suhu Tinggi di Sejumlah Wilayah Masih Jadi Perhatian

by Dwi Linda
11/07/2026 9:14 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (11/07/2026) didominasi kondisi berawan di hampir seluruh wilayah. Meski demikian, suhu udara...

Next Post
Jembatan Sonokembang.

Revitalisasi Tahap Akhir Jembatan Sonokembang Malang Capai 88 Persen, Target Rampung 25 Juli 2026

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID