• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Pemkot Beri Kemudahan Pendirian Rumah Ibadah dan Jaga Kerukunan Antar Etnis

AH Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sampaikan apresiasi kemudahan pendirian rumah ibadah di Surabaya (Foto: Berbagai Sumber)

DPRD Surabaya Apresiasi Langkah Pemkot Beri Kemudahan Pendirian Rumah Ibadah dan Jaga Kerukunan Antar Etnis

Imam Abu Hanifah by Imam Abu Hanifah
2 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Dukungan dan apresiasi diberikan oleh DPRD Kota Surabaya terhadap usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memperkuat nilai toleransi antar umat beragama di kota tersebut, di mana pemeluk agama saling menghargai.

AH Thony, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, menyatakan bahwa langkah yang diambil oleh Pemkot Surabaya dalam menyediakan ruang khusus untuk setiap perayaan hari raya keagamaan menandakan bahwa Surabaya telah menjadi kota yang paling toleran bagi umat beragama di Jawa Timur.

You might also like

1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

17/06/2026 2:30 PM
Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

16/06/2026 12:30 PM

“Saya merasa pemkot sudah menghadirkan kesetaraan bagi setiap pemeluk agama dengan menggelar perayaan-perayaan, itu menunjukkan kesadaran toleransi yang tinggi,” kata AH Thony, Selasa (2/4/2024) sebagaimana dilansir dari Surabaya.tribunnews.com.

Menurut Tony, banyak fakta di lapangan yang menunjukkan kerukunan umat terjalin dengan baik. Misalnya saja umat Muslim yang dapat melaksanakan ibadah puasa hingga lebaran dengan penuh khidmat.

Umat non-Muslim pun dapat merasa nyaman menjalankan ibadah mereka. Termasuk bagaimana Balai Kota Surabaya mencatat sejarah dengan menjadi lokasi untuk prosesi pengarakkan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.

Ia juga menyebut jika langkah Pemkot Surabaya bersinergi dengan berbagai pihak untuk merespons isu toleransi merupakan hal positif. Kini, pembangunan rumah ibadah tidak menimbulkan kontroversi di antara penduduk, semua dapat menerima dan menjalani kehidupan dengan damai serta harmonis.

“Bahkan sekarang sudah ada kemudahan, tidak seperti yang dulu. Ini menunjukkan bahwa pemkot memberi kesempatan yang sama dalam membangun tempat ibadah,” katanya.

Kembangkan Kerukuan dengan Simbol Rumah Ibadah Berdampingan

Keharmonisan di Kota Surabaya tidak hanya terjalin antar umat beragama, tetapi juga antar etnis dan kelompok masyarakat dari berbagai suku yang hidup berdampingan dengan harmonis.

Saat ini, konsep kampung berbasis etnis terus dikembangkan di mana mereka hidup dengan kekompakan dan keserasian. Meskipun memiliki perbedaan etnis dan kepercayaan, warga setempat tetap hidup berdampingan dengan saling menghormati.

Pemerintah Kota Surabaya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatasi kekhawatiran masyarakat terhadap isu toleransi. Pendirian rumah ibadah tidak lagi menjadi sumber kontroversi di antara warga, semuanya mampu menerima dan hidup rukun bersama.

“Bahkan sekarang sudah ada kemudahan, tidak seperti yang dulu. Ini menunjukkan bahwa pemkot memberi kesempatan yang sama dalam membangun tempat ibadah,” katanya.

Dalam rangka menjaga kerukunan di tengah keragaman sosial, Pemkot Surabaya telah membangun Kampung Pecinan Kembang Jepun dan Kampung Ampel di Surabaya Utara. Di wilayah tersebut, warga dengan latar belakang etnis Jawa, Madura, Tionghoa, dan Arab berbaur dan hidup bersama dalam suasana yang penuh dengan persaudaraan.

DPRD Surabaya Dukung Kerukunan Antar Etnis dan Agama

Keharmonisan di Kota Surabaya tidak hanya terjadi antar umat beragama, tetapi juga antar etnis dan berbagai kelompok masyarakat dari beragam suku. Misalnya saja dengan adanya pembangunan Kampung Pecinan Kembang Jepun dan Ampel di Surabaya Utara.

Di wilayah tersebut, semua lapisan masyarakat dengan latar belakang etnis Jawa, Madura, Tionghoa, dan Arab hidup berdampingan dan menghormati satu sama lain.

Bahkan, di daerah tersebut, berdiri beberapa rumah ibadah yang terletak tidak lebih dari 1 kilometer jaraknya. Rumah ibadah tersebut mencakup klenteng, gereja, masjid, dan wihara.

Contoh konkret lainnya juga terlihat dengan adanya enam tempat ibadah dari enam agama yang berbeda dan saling berdampingan di Royal Residence Wiyung.

Keenam tempat ibadah tersebut mencakup Masjid Muhajirin untuk umat Islam, Vihara Buddhayana untuk umat Buddha, Kapel Santo Yustinus untuk umat Katolik, Klenteng Ba De Miao untuk umat Konghucu, Pura Sakti Raden Wijaya untuk umat Hindu, dan GKI Wiyung Royal Residence untuk umat Kristen.

Menurut AH Tony, kerukunan antar etnis dan agama tak lepas dari peran semua pihak. Termasuk bagaimana Upaya Pemkot Surabaya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengumandangkan bahwa Surabaya sebagai kota yang terbuka bagi seluruh golongan dan agama.

“Capaian ini saya rasa tidak sekadar kerja keras dari pemkot, tetapi juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang sudah bekerja keras,” kata AH Thony.

Pria berlatar akademisi ini optimistis, penghargaan yang diberikan pemerintah kepada setiap pemeluk agama bisa menjadi investasi bagi Kota Surabaya. Karena itu, aktivitas tersebut dipercaya memiliki efek yang berkelanjutan, baik dalam hal sosial, budaya, maupun ekonomi masyarakat.

“Artinya, sebagai pemerintah wajib mengayomi seluruh warganya. Menjamin kehidupan beragama berjalan rukun dan damai,” kata pria asli Bojonegoro ini

Politisi Partai Gerindra ini berharap, perayaan peringatan hari raya keagamaan bisa konsisten digelar oleh Pemkot Surabaya. Ia berharap dengan kegiatan yang sinergis dengan cita-cita kerukunan maka akan melahirkan kota yang stabil dengan masyarakat madani.

“Ini perlu diteruskan dan dievaluasi, sehingga bisa lebih baik lagi untuk tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Editor: Imam A. Hanifah

Tags: AH ThonyDPRD Kota SurabayaDPRD Surabayakerukunan umat beragama di SurabayaPemkot SurabayaSurabaya
Imam Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah

Related Stories

1 Muharram

Pemprov Jatim Minta Maaf atas Kericuhan Jalan Sehat 1 Muharram, Ribuan Kupon dan Snack Ternyata Masih Tersisa

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 2:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai kendala dan kericuhan yang terjadi dalam...

Gus Fawait

Gus Fawait Siapkan Layanan PMI Terpadu di Jember, CPMI Tak Perlu Lagi ke Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 12:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyiapkan layanan PMI terpadu di Kabupaten Jember, agar calon Pekerja...

ASN

Seleksi Terbuka, 37 ASN Berebut Enam Posisi Eselon II di Pemkot Blitar

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 9:25 PM
0

KOTA BLITAR, Tugujatim.id - Proses Seleksi Terbuka (Selter) untuk mengisi kekosongan kursi enam Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkup...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
cara kirim kartu ucapan online

Cara Kirim Kartu Ucapan Online! Lebih Mudah, Gratis dan Ramah Lingkungan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID