MOJOKERTO, Tugujatim.id – Dropping air bersih untuk wilayah kekeringan di Kabupaten Mojokerto batal menggunakan skema belanja tak terduga alias BTT. Sebab, anggaran untuk penyediaan air bersih diplot pada P-APBD 2024. Hal ini diterangkan sendiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto.
“Skemanya masuk P-APBD 2024. Untuk BTT tidak jadi,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim pada Sabtu (12/10/2024).
Khakim melanjutkan, dropping air bersih direncanakan berlangsung hingga Jumat (08/11/2024). Selain Kunjorowesi dan Manduro Manggung Gajah di Ngoro serta Duyung di Trawas, wilayah Kabupaten Mojokerto yang terdampak kekeringan bertambah satu lokasi yakni Tempuran, Simongagrok, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Sementara itu, jadwal dropping yang telah dimulai sejak Selasa (01/10/2024) lalu telah disusun. Lalu, dropping yang berlangsung pada hari ini (12/10/2024) untuk Kunjorowesi, Ngoro, dijatah 4 tangki. Untuk per tangki, sejumlah 4.000 liter. Lalu, Manduro Manggung Gajah mendapat jatah sebanyak 2 tangki dengan volume per tangki sejumlah 4.000 liter. Disusul dropping untuk Duyung, Trawas, yang dijatah sebanyak 2 tangki dengan volume per tangki 4.000 liter.
“Dropping untuk Simongagrok, Dawarblandong, sejumlah 2 tangki yang volume per tangki adalah 5.000 liter,” imbuh Khakim.
Baca Juga: Gus Hans Sambang ke Gunung Pucangan, Ingatkan Spirit Resik-Resik Prabu Airlangga
Seperti diketahui, krisis air bersih di Kunjorowesi, Ngoro, dialami oleh 1.558 kepala keluarga (KK) atau sejumlah 4.937 orang. Lalu, sejumlah 597 KK atau 1.861 orang di Manduro Manggung Gajah, Ngoro, mengalami hal serupa seperti di Kunjorowesi. Disusul, krisis air bersih dialami oleh 483 KK atau 1.522 orang di Duyung, Trawas.
Bahkan, jumlah desa terdampak kekeringan di Kabupaten Mojokerto kini bertambah. Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, satu dusun yakni Tempuran di Simongagrok, Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto butuh droping air bersih. Sementara, sejumlah 110 kepala keluarga (KK) di Tempuran terdampak krisis air bersih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








