Dune: Permulaan Kisah Sang Ratu Adil - Tugujatim.id

Dune: Permulaan Kisah Sang Ratu Adil

  • Bagikan
Poster film Dune. (Foto: Pinterest)

Oleh: Muhammad Hilal*

Tugujatim.id – Kata dune berarti gumuk. Kata gumuk berasal dari bahasa Jawa. Oleh karena di Jawa tidak ada padang pasir, maka KBBI memaknai kata ini persis seperti orang Jawa memahaminya: “bukit pasir di tepi pantai.”

Padahal bukit pasir tidak hanya terdapat di pantai. Padang pasir juga punya bukit pasir yang terbentuk oleh proses aeolian, yaitu kemampuan angin membentuk permukaan Bumi. Para pengamat mendapati bahwa di Mars juga ada bukit pasir dan mereka memperkirakan bahwa proses pembentukannya persis sama dengan di Bumi.

Kata ‘gumuk’ sebaiknya diperluas maknanya, tidak hanya berarti bukit pasir di tepi pantai namun juga di tempat-tempat lainnya, bahkan bukan hanya di Bumi tapi juga di planet-planet lainnya.

Film Dune mengisahkan peristiwa besar yang bermula dari hamparan gumuk di planet Arrakis yang kering. Planet ini hanyalah berisi padang pasir dan gunung batu. Itulah kenapa planet ini juga disebut Dune alias gumuk.

Anehnya, planet ini dihuni oleh sekumpulan orang yang disebut kaum Fremen. Kaum Fremen tak ubahnya seperti masyarakat badui di gurun yang hidup tidak menetap. Di planet ini juga terdapat hewan yang aneh-aneh.

Kaum Fremen sudah mengembangkan sistem sosial dan sistem kepercayaan. Mereka punya kepercayaan bahwa hidup mereka akan menjadi lebih baik setelah datangnya sosok ratu adil yang dalam bahasa kaum Fremen disebut sebagai “Mahdi”.

Meski Arrakis adalah planet yang tandus, namun karena di dalamnya terdapat “rempah” maka planet ini jadi sangat penting dan berharga. “Rempah” yang dimaksud adalah sejenis mineral bernama Melange yang punya khasiat memperpanjang hidup serta memperkuat daya tubuh dan kesadaran manusia. Dari Melange inilah dibuat serum yang memungkinkan manusia bisa melakukan perjalanan antar planet dengan kecepatan cahaya. Jadi peradaban antar planet bertumpu pada ‘rempah’ yang penambangannya hanya bisa dilakukan di Arrakis ini.

Karena pentingnya planet ini, kaisar penguasa antar planet membuat benteng Arrakeen di Arrakis dan menugaskan seorang bangsawan untuk memastikan kelancaran penambangan ‘rempah’. Leto, bangsawan dari wangsa Atreides, ditugaskan oleh kaisar ke Arrakeen untuk mengontrol penambangan.

Di satu sisi, Leto ditugaskan ke sana karena reputasi dan popularitasnya sedang tinggi-tingginya. Jadi masuk akal kalau dia terpilih untuk mengemban tugas sepenting itu. Di sisi lain, ada gelagat bahwa Leto ditugaskan ke sana untuk memancing kecemburuan bangsawan lain. Dengan kata lain, Leto mencium gelagat bahwa kaisar sedang berusaha menyingkirkannya.

Namun, selaku pemimpin bangsawan yang terkenal punya reputasi, Leto tetap menyanggupi penugasan itu. Dia membawa keluarganya, yaitu selirnya yang bernama Jessica dan anaknya yang bernama Paul, turut serta ke planet Arrakis.

Dari sinilah kisah itu bermula.

Kedatangan keluarga Atreides ke bandara planet Arrakis disambut oleh pasukan kekaisaran juga penduduk lokal Arrakis dari kejauhan. Saat Paul dan rombongannya berjalan menjauhi pesawat, para penduduk itu menyerukan sebuah kata “lisan al-gaib” berulang-ulang.

Lisan al-gaib adalah ungkapan dalam bahasa mereka yang berarti “sang ratu adil” atau “sang messiah”. Mereka menyerukannya  untuk Paul. Dari kejauhan itu mereka seolah bisa melihat ciri-ciri sang ratu adil terdapat dalam diri Paul.

Ayah Paul tentu tidak mengindahkan seruan itu dan menganggapnya sebagai khayalan kaum Fremen yang primitif. Orang yang menyadari adanya potensi besar dalam diri Paul adalah ibunya sendiri, Jessica.

Jessica tahu bahwa Paul sering bermimpi tentang hal-hal aneh. Perempuan itu juga tahu bahwa dalam diri Paul terdapat kekuatan besar yang menurun dari dirinya. Masa ini adalah masa-masa pelatihan bagi Paul untuk mengendalikan kekuatan itu di bawah bimbingan Jessica.

Setelah cukup lama tinggal di Arrakeen dan mengamati tugas-tugas yang harus dikerjakannya, apa yang dicurigai Leto benar-benar terjadi. Di suatu malam, serangan mendadak dilakukan oleh pasukan wangsa Harkonnen yang dipimpin oleh Vladimir. Serangan itu terlalu mendadak dan terencana dengan baik hingga tidak bisa diantisipasi oleh Leto dan pasukannya. Leto akhirnya tertangkap dan terbunuh.

Untungnya Jessica dan Paul berhasil melarikan diri. Pelarian mereka mengarah pada salah satu goa tempat tinggal kaum Fremen, bernama Sietch Tabr, untuk mermintaan perlindungan. Tempat itu dipimpin oleh Naib Stilgar yang sebelumnya pernah bertemu dengan Leto dan menjalin kesepakatan damai.

Perjalanan untuk menemukan kaum Fremen sangat sulit dan berbahaya. Pesawat yang mereka tumpangi jatuh karena diterpa badai gurun. Lalu di tengah padang pasir mereka dikejar cacing pasir raksasa.

Namun akhirnya mereka bertemu kelompoknya Stilgar. Dengan susah payah, mereka berhasil diterima oleh kelompok itu dan diajak ke tempat tinggal mereka, Sietch Tabr. Di situ untuk pertama kalinya Paul bertemu Chani, perempuan yang sering hadir dalam mimpi-mimpinya selama ini.

Pertemuan Paul dan Chani menandai permulaan kisah sang ratu adil, sang mahdi, sang messiah, sekaligus mengakhiri film ini. Itu artinya, sepak terjang sang ratu adil akan diperlihatkan pada sekuelnya yang rencananya akan rilis tahun 2023.

Film Dune ini tentu akan sulit dipahami bagi mereka yang belum pernah membaca novelnya. Ceritanya juga tampak datar, tanpa ketegangan yang berarti. Itu tidak lain karena film ini hanya memuat paruh pertama dari novelnya. Paruh keduanya ditampilkan di film sekuelnya.

Selain itu, banyak istilah aneh dan asing bagi penonton. Semua itu, lagi-lagi, dijelaskan dalam novelnya, tepatnya di bagian akhir yang memuat penjelasan atas istilah-istilah dalam cerita itu. Frank Herbert, si penulis novel, betul-betul menciptakan dunia imajiner dalam novelnya. Oleh karena itu, tentu dia menciptakan istilah-istilahnya sendiri untuk menguatkan keandalan dunia imajiner yang dia ciptakan.

Cerita yang ditawarkan oleh Dune sebenarnya sangat menarik. Kesan yang Anda tangkap akan serupa dengan konflik antar wangsa dalam film Game of Thrones, tapi dalam balutan Star Wars yang futuristis sekaligus mistis.

Selain itu, dunia khayalan Dune dikenal luas menyerap sejarah Arab klasik. Itu kenapa dalam cerita ini akan Anda dapati istilah-istilah semacam mahdi, lisan al-gaib, naib, tabr, bahkan jihad. Ini tentu bisa membikin ceritanya makin menarik bagi mereka yang mengenal bahasa Arab dan sejarah klasiknya.

Untuk itu, sambil menunggu sekuelnya rilis di tahun 2023, masih ada waktu sangat banyak untuk membaca novel Dune.

Biodata Film:

Judul: Dune

Sutradara: Denis Villeneuve

Pemeran: Timothee Chalamet, Rebecca Ferguson, Oscar Isaac, Josh Brolin, Dave Bautista, Zendaya, Jason Momoa, Javier Bardem.

Rilis: 2021

Durasi: 155 menit

*Muhammad Hilal adalah dosen IAI Al-Qalam Malang dan pengampu kajian filsafat di STF Al Farabi Kepanjen Malang. (Foto: Dokumen)
  • Bagikan