• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dwi Eka Irawati.

Dwi Eka Irawati, pengusaha bebek petelur bersama dua karyawannya mencatat dan menata telur bebek yang ditaruh dalam wadah. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dwi Eka Irawati, Ibu Muda di Tuban Sukses Raup Cuan lewat Bisnis Bebek Petelur

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Mencoba peruntungan dengan menggeluti dunia ternak, membuat seorang ibu muda asal Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, bernama Dwi Eka Irawati, 29, kepincut untuk berbisnis bebek petelur. Sejak 2019 atau selama empat tahun, ibu satu anak ini beternak bebek petelur untuk mendulang cuan. Bahkan, diduga usaha ini meminimalisasi angka bebek yang mati.

Dwi Eka Irawati mengatakan, saat ini bebek petelur miliknya ada sekitar 1.000 ekor dari pengembangan awal dulu yang hanya 75 ekor. Eka, sapaan akrabnya, menceritakan awal mula kepincut bisnis bebek petelur.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM
Pengusaha Dwi Eka Irawati.
Dwi Eka Irawati, pengusaha bebek petelur di Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, saat itu awal pandemi virus Covid mewabah di Indonesia. Kondisi harga telur ayam ras yang anjlok hingga Rp15 ribu per kilo, membuat dia harus memeras otak untuk melanjutkan usahanya.

“Sebelumnya ternak ayam petelur pada 2018. Saat itu, melihat kondisi harga telur ayam yang anjlok. Kemudian mencoba beli 75 ekor bebek. Ternyata hasilnya lumayan,” ucap alumnus sarjana keperawatan IIKNU pada 2017 ini.

Sejak saat itu, dia mulai menggeluti usahanya dengan bertahap mengisi kandang bebek. Hingga saat ini, dia mengatakan, sudah berkembang hingga seribuan ekor bebek petelur. Hasilnya pun cukup lumayan. Dalam sehari, hasil ternaknya mencapai 550 butir. Setiap butir dihargai Rp2.250 untuk semua ukuran acak.

“Tidak perlu memasarkan keluar karena sudah diambil dari pengepul telur asin,” terangnya.

Dia juga menyampaikan, mengembangkan ternak bebek petelur ini didapatkan dari otodidak. Selain itu, dia juga belajar dari media sosial. Banyak konten ternak yang bisa dicoba diterapkan ke kandangnya sehingga hasilnya lebih maksimal.

“Sebelumnya saya ya ngurusi rumah tangga saja. Terus ingin berwirausaha dengan beternak bebek petelur,” katanya.

Bebek petelur.
Pegawai dari Dwi Eka Irawati yang mulai mengambil telur yang ada di kandang. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Meski begitu, dalam berbisnis pasti ada kendala yang dihadapi. Seperti pada saat bebek tidak mau bertelur lagi atau juga sering stres. Jadi, kandang diberi fasilitas full musik. Hal tersebut bertujuan untuk bebek tidak mudah stres atau kaget saat mendengar suara keras.

Selain ternak bebek petelur, dia juga beternak ayam petelur dan kambing. Dia juga dibantu dua orang yang tidak lain tetangganya. Ke depannya, dia ingin mengembangkan ternak dengan manajemen lebih baik.

Tags: Bebek petelur Tubanberita Tuban hari iniBisnis bebek petelurPengusaha bebek petelur di TubanTuban hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
IKIP Budi Utomo.

Dukung Program Pemerintah, IKIP Budi Utomo Gelar Sosialisasi PPG Prajabatan 2023 secara Hybrid

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID