SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menunda rencana pembangunan rumah sakit (RS) di kawasan Surabaya Selatan yang sebelumnya dijadwalkan mulai 2026. Penundaan pembangunan RS Surabaya Selatan ini karena fokus pada pembenahan infrastruktur.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, keterbatasan anggaran akibat pemotongan transfer ke daerah (TKD) membuat pemerintah harus menata ulang prioritas pembangunan.
“Insyaa Allah kami lihat anggaran tahun depan. Sebenarnya pembangunan RS ini masuk rencana tahun, tapi karena ada pemotongan TKD cukup besar, maka kami harus menentukan mana yang lebih prioritas,” kata Eri, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga: Buntut Pesta Gay di Surabaya: Eri Cahyadi Geram, Segera Panggil Pihak Hotel
Menurut dia, untuk tahun anggaran (TA) 2026, fokus utama Pemkot Surabaya akan diarahkan pada perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan.
“Untuk 2026 yang dipotong Rp730 miliar itu, jadi kami tidak bisa menjalankan dulu proyek rumah sakit. Sekarang yang dijalankan adalah pembangunan jalan dan infrastruktur,” terangnya.
Eri menyebutkan, sejumlah proyek strategis yang masuk daftar prioritas, di antaranya pembangunan jalan tembus dari Wiyung ke Lidah Wetan, penyelesaian kolam tampung di Radial Road, pembukaan jalan di kawasan Pacar Keling, serta evaluasi rencana pembangunan jembatan di kawasan Royal Residence yang menghubungkan JLDB.
Jaringan Jalan Dorong Pemerataan Ekonomi dan Urai Macet
Dia menegaskan, pembangunan jaringan jalan baru itu bukan semata untuk mempercantik kota, tetapi untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengurai kemacetan di sejumlah titik padat lalu lintas.
“Dengan jalan-jalan baru ini, harapannya dua hal bisa tercapai pertama, kemacetan berkurang, dan kedua, ekonomi warga bergerak,” tuturnya.
Meski rencana pembangunan RS Surabaya Selatan harus menunggu, pemkot tidak menutup kemungkinan melibatkan investor atau pihak swasta untuk mempercepat realisasinya.
“Kami akan cari alternatif pendanaan. Kalau bisa kerja sama dengan pihak swasta, kenapa tidak?” ungkap Eri.
Dia menambahkan, peluang pembangunan RS Surabaya Selatan bisa kembali terbuka jika pemerintah pusat mengembalikan nilai TKD seperti tahun sebelumnya.
“Pak Presiden menyampaikan, tahun depan TKD akan dievaluasi. Kalau dikembalikan seperti semula, kami akan segera jalan untuk RS Surabaya Selatan,” pungkasnya.
Dengan penataan prioritas ini, Pemkot Surabaya berharap langkah strategis di bidang infrastruktur dapat berdampak langsung bagi mobilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat sebelum membuka babak baru pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah selatan kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








