• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pengajian kontroversi.

Insiden pembubaran paksa pengajian di Purwosari Pasuruan oleh massa pada Selasa malam (20/06/2023).(Foto: Laoh Mahfud/Tugu Jatim)

Fakta 16 Tahun Digelar, Pengajian Kontroversi soal Khilafah di Purwosari Pasuruan Ternyata Pernah Dihentikan Warga 

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Insiden pembubaran paksa kegiatan pengajian kontroversi di Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Selasa malam (20/06/2023), ternyata bukan kali pertama terjadi. Diduga pengajian bertema paham khilafah tersebut sudah berlangsung selama belasan tahun.

Pengajian kontroversi bertajuk Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda 1444 H ini digelar di salah satu rumah warga di Dusun Beji Geneng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan.
Menurut Samsul, warga sekitar, pengajian tersebut diduga sudah lama dikenal menganut paham-paham Islam keras seperti khilafah.

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

Pria yang juga perwakilan kelompok Patriot Garuda Nusantara ini menyebut pengajian ini sudah berjalan selama 16 tahun terakhir.

“Kegiatan ini sudah berlangsung selama hampir 16 tahun. Kami sudah pantau seluruh kegiatannya,” ujar Samsul.

Baca Juga: Bertema Khilafah, Pengajian di Pasuruan Dibubarkan Paksa Warga

Menurut Samsul, kegiatan pengajian kontroversi dengan tema yang serupa pernah dilakukan kelompok tersebut pada 2016. Kala itu, warga sudah memprotes keras hingga membubarkan pengajian yang disinyalir bertentangan dengan nilai Pancasila itu.

“Ternyata mereka mengulangi pada malam hari ini, itu yang kami tidak mau,” ungkapnya.

Warga meminta agar pengajian yang diduga menganut paham Islam garis keras ini benar-benar dibubarkan. Tuntutan semata-mata untuk menjaga kondusivitas kehidupan warga.

Samsul menyatakan, warga ingin agar majelis pengajian tersebut ditutup selamanya, bukan hanya sementara.

“Kalau mereka masih ngeyel akan membuat kegiatan, kami akan mengerahkan massa yang lebih besar dari ini,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dusun Beji Geneng Imam Ahmad Al Baihaqi mengatakan bahwa rumah salah satu warganya tersebut memang kerapkali digunakan untuk kegiatan pengajian. Baik pengajian dalam skala besar hingga pengajian kecil-kecilan.

“Kalau sore biasanya ada anak-anak kecil ngaji. Habis Subuh juga ada pengajian,” ujar Ahmad.

Baca Juga: Ricuh Bubarkan Pengajian Khilafah di Purwosari Pasuruan, Kasun: Acara Tak Berizin

Meski begitu, pihak perangkat dusun tidak mengetahui secara jelas apa yang diajarkan dalam pengajian tersebut. Di sisi lain, warga resah dan curiga karena pengajian itu terkesan dilakukan sembunyi-sembunyi. Tanpa ada izin resmi dan pemberitahuan dari penyelengara maupun pemilik rumah.

“Kurang tahu persis kalau acaranya seperti apa, yang jelas kami dapat laporan dari warga yang tidak nyaman. Termasuk posisi motor-motor yang parkir menutupi jalanan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah pengajian kontroversi digelar di Dusun Beji Geneng, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, dibubarkan paksa oleh warga pada Selasa malam (20/06/2023). Sekitar pukul 20.00 WIB, ratusan warga merangsek masuk dan meminta pengajian dihentikan.

Sempat terjadi keributan dan bentrok antara warga dan penyelenggara acara. Bukan tanpa alasan, pengajian bertajuk Multaqo Ulama Aswaja Tapal Kuda 1444 H ini meresahkan warga. Sebab, tema yang diangkat cukup kontroversial, yakni “Khilafah Mengakhiri Hegemoni Dollar dengan Dinar dan Dirham”.
Berdasarkan kabar itu pula bahwa penyelenggara pengajian diduga punya hubungan dengan kelompok keras Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Tags: Berita Kabupaten Pasuruan hari iniKabupaten Pasuruan hari iniKontroversi pengajian di Purwosari PasuruanPembubaran pengajianPembubaran pengajian tema khilafah di PurwosariPengajian khilafah kontroversi di PurwosariPengajian kontroversi di Purwosari Pasuruanpengajian pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
Dosen Unim Mojokerto.

Prihatin Kasus Pembunuhan Siswi SMP, Dosen Unim Mojokerto Bagi Tips Memilih Teman

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID