• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kambing makan sampah.

Kambing-kambing yang makan di TPA Randegan, Mojokerto. (Foto: Haris for TJ)

Fenomena Kambing Makan Sampah di TPA Mojokerto, Begini Pandangan Aswaja Center

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Salah satu hewan kurban yakni kambing tampak berkeliaran di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kota Mojokerto. Terlihat, kambing makan sampah dilepas secara liar oleh pemilik. Mirisnya, hewan yang sering dikurbankan saat Iduladha datang ini makan secara sembarangan.

Kambing makan sampah organik maupun non organik di TPA Randegan. Hal ini mendapat atensi dari Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto tentang bagaimana kesehatan hewan kurban yang melahap makanan tidak layak sebelum dikurbankan.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Baca Juga: Viral Pasangan Remaja Terciduk Mesum di Taman Surya Surabaya, Wali Kota Panggil Orang Tua

“Jawaban singkat kami, fenomena tersebut sudah beberapa kali dibahas para kiai dalam forum bahtsul masail dan hukumnya makruh jika kotoran atau najis yang dimakan oleh hewan kurban sampai mengubah rasa dagingnya. Jika tidak, maka boleh (halal) dikonsumsi. Hal ini dianalogikan dengan ikan lele yang dibudidaya dalam septic tank,” beber Sekretaris Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto Ulil Abshor Cholish kepada wartawan, Sabtu (01/06/2024).

Gus Ulil, sapaan Ulil Abshor Cholish, mengatakan, sebelumnya memang tidak ada imbauan khusus dan terbuka akan fenomena yang dimaksud. Termasuk pengawasan terhadap apa yang dilahap oleh hewan kurban jelang penyembelihan saat Iduladha.

“Sebab, hal ini sudah maklum bahwa prinsip makanan dalam Islam itu halalan thayyiban yang berarti halal dan baik. Tentu di antara prinsip tersebut untuk menjaga kesehatan seperti higienis, bergizi, dan tidak membahayakan (kesehatan),” urainya.

Kambing makan sampah di Mojokerto.
Kondisi sampah di TPA Randegan, Mojokerto, yang menjadi makanan kambing. (Foto: Haris for TJ)

Sementara itu, Gus Ulil mengimbau pemeriksaan hewan kurban selalu disampaikan tiap tahun lewat kerja sama dengan dinas peternakan setempat.

“Memang tidak mungkin diperiksa semua hewan kurban. Namun, setidaknya diperiksa secara intens. Kami juga menginisiasi beberapa kali pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal) dan terbentuk organisasinya di berbagai daerah,” tambah Gus Uli.

Baca Juga: Memanjakan Mata! 6 Warna Cat untuk Rumah Minimalis Modern 2024: Ruangan Makin Luas dan Tenang Pakai Oceanside

Untuk perayaan Iduladha tahun ini, warga juga berharap kesehatan hewan kurban menjadi atensi berbagai pihak. Tidak hanya pemeriksaan tentang potensi adanya penyakit, termasuk pula bahan makanan yang dimakan oleh hewan kurban.

“Karena kan kurban ini melibatkan orang banyak. Bukan hanya pemberi kurban, penerima kurban juga harus dipastikan mendapat daging yang baik dan halal,” ucap ZA, salah satu warga Mojokerto, Sabtu (01/06/2024).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniFenomena kambing makan sampahHewan KurbanKabupaten Mojokerto hari iniKambing makan sampah saat IduladhaTPA Randengan Mojokerto
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
SMPIT Insan Permata.

Pelepasan Peserta Didik Angkatan VIII, SMPIT Insan Permata Malang Gaungkan 6 Prinsip Utama

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID