Tugujatim.id – Sutradara kondang Hanung Bramantyo kembali menghadirkan karya sinematik yang menggugah lewat film terbaru berjudul ‘La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka’. Film yang sudah tayang pada 14 Agustus 2025 ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan modern, yaitu dilema memilih pengasuh untuk keluarga.
Film, ‘La Tahzan’ menceritakan kisah Alina, seorang ibu yang memiliki keluarga bahagia dan harmonis. Kehidupannya yang sempurna mulai terguncang ketika ia memutuskan untuk mempekerjakan seorang pengasuh baru di rumahnya. Keputusan yang awalnya dimaksudkan untuk membantu mengurus rumah tangga, justru menjadi bumerang yang mengancam keutuhan keluarganya.
Sinopsis yang menggambarkan bagaimana sosok pengasuh yang tampak profesional dan terpercaya itu perlahan-lahan mulai menunjukkan sisi lain yang mengkhawatirkan. Kehadiran pengasuh tersebut tidak hanya mengubah dinamika rumah tangga, tetapi juga mulai merasuki hubungan suami-istri yang selama ini solid.
Film berdurasi 2 jam 19 menit ini dibintangi oleh tiga aktor ternama Indonesia: Marshanda yang berperan sebagai (Alina), Deva Mahenra sebagai (Reza) sang suami, dan Ariel Tatum sebagai (Asih) yang memerankan karakter pengasuh kontroversial. Ketiga aktor ini dipilih karena kemampuan aktingnya yang telah teruji dalam berbagai produksi film dan serial televisi.
Cerita dalam “La Tahzan” menghadirkan konflik psikologis yang mendalam, di mana penonton diajak untuk merasakan dilema seorang istri yang harus memilih antara mempertahankan keutuhan keluarga atau mempertahankan harga dirinya. Alina digambarkan sebagai sosok yang kuat namun rapuh ketika menghadapi ancaman dari dalam rumahnya sendiri.
Yang menarik dari sinopsis film ini adalah penggambaran realitas yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Banyak keluarga yang menghadapi dilema serupa ketika harus mempercayakan pengasuhan anak atau perawatan rumah kepada orang lain. Film ini seolah memberikan peringatan tentang pentingnya kehati-hatian dalam memilih orang yang akan tinggal dan bekerja di rumah.
Hanung Bramantyo, yang dikenal sebagai sutradara yang konsisten mengangkat isu-isu sosial dalam karyanya, kembali membuktikan kepiawaiannya dalam mengemas cerita yang kompleks menjadi tontonan yang menghibur sekaligus mengedukasi. Melalui “La Tahzan”, ia mengajak penonton untuk lebih waspada terhadap orang-orang yang berada di sekitar lingkungan terdekat.
Pemilihan judul ‘La Tahzan’ yang berarti ‘jangan bersedih’, memberikan nuansa spiritual pada film ini. Judul tersebut seolah menyampaikan pesan bahwa setiap ujian dalam hidup, termasuk pengkhianatan dari orang terdekat, pasti memiliki hikmah dan pembelajaran yang berharga.
Film ini juga menjadi comeback Marshanda di layar lebar setelah sekian lama fokus pada kehidupan pribadinya. Perannya sebagai Alina diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan aktingnya dalam menghadapi karakter yang penuh dengan konflik batin.
Bagi para orangtua dan pasangan suami-istri, ‘La Tahzan’ dapat menjadi bahan refleksi tentang pentingnya komunikasi dalam rumah tangga dan kehati-hatian dalam mempercayai orang lain dengan keluarga. Film ini mengingatkan bahwa ancaman terhadap keharmonisan keluarga bisa datang dari mana saja, bahkan dari orang yang paling tidak kita duga.
Dengan tema yang universal namun dikemas dalam konteks lokal Indonesia, “La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka” diproyeksikan akan menjadi salah satu film yang paling dibicarakan tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Dela Adelatul Hasanah/ Magang
Editor: Darmadi Sasongko








