Tugujatim.id – Dunia perfilman Indonesia akan kembali diramaikan dengan hadirnya film musikal Rangga & Cinta yang dijadwalkan tayang di seluruh bioskop tanah air pada 2 Oktober 2025. Film produksi Miles Films ini merupakan adaptasi musikal dari fenomena sinema Indonesia “Ada Apa dengan Cinta?” yang telah melegenda sejak 2002.
Disutradarai oleh Riri Riza, film musikal Rangga & Cinta ini berhasil meraih prestasi internasional dengan terpilih dalam program “A Window on Asian Cinema” di Busan International Film Festival (BIFF) ke-30. Pemutaran perdana dunia film ini telah berlangsung pada 18 September 2025 di Korea Selatan, sebelum akhirnya hadir di hadapan penonton Indonesia.
Baca Juga: Film Pangku Siap Ditonton 6 November, Debut Sutradara Reza Rahadian Curi Perhatian BIFF 2025
Kolaborasi Tim Produksi Berpengalaman
Film musikal Rangga & Cinta diproduseri oleh trio produser berpengalaman yakni Mira Lesmana, Nicholas Saputra, dan Toto Prasetyanto di bawah naungan Miles Films. Kehadiran Nicholas Saputra sebagai produser menjadi momen istimewa, mengingat dia adalah pemeran Rangga dalam film “Ada Apa dengan Cinta?” versi orisinal.
Untuk peran utama, film ini memperkenalkan dua wajah baru yakni Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga. Pemilihan pemeran baru ini memberikan nuansa segar sekaligus mempertahankan esensi karakter yang telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Sinopsis dan Setting Cerita
Berlatar tahun 2001, film musikal Rangga & Cinta menghadirkan kembali kisah romansa remaja SMA yang penuh dengan dinamika persahabatan dan pencarian jati diri. Film ini mengisahkan perjalanan Cinta, seorang siswi SMA yang populer dan memiliki kehidupan yang terlihat sempurna bersama sahabat-sahabatnya.
Kehidupan Cinta mulai berubah ketika dia bertemu dengan Rangga, seorang siswa yang memiliki karakter berbeda dari lingkungan sosialnya. Pertemuan kedua karakter ini kemudian berkembang menjadi kisah cinta yang menggugah, diwarnai dengan konflik-konflik remaja yang universal dan relatable.
Format musikal yang dipilih memberikan dimensi baru dalam penyampaian narasi, menggabungkan dialog, musik, dan koreografi untuk menciptakan pengalaman sinematik yang lebih mendalam dan emosional.
Prestasi Internasional dan Ekspektasi Publik
Keberhasilan film ini masuk dalam seleksi BIFF 2025 menjadi bukti kualitas produksi yang telah memenuhi standar internasional. Festival film terbesar di Asia ini digelar pada 17-26 September 2025, dengan “Rangga & Cinta” menjadi salah satu dari enam film Indonesia yang berpartisipasi.
Partisipasi dalam BIFF tidak hanya memberikan eksposur internasional, tetapi juga menjadi ajang promosi yang efektif sebelum penayangan domestik. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme penonton dalam negeri terhadap karya sinema lokal berkualitas.
Nostalgia yang Dikemas Modern
Sebagai remake dari film yang telah menjadi bagian dari budaya pop Indonesia, “Rangga & Cinta” hadir dengan tantangan untuk mempertahankan esensi cerita original sambil memberikan interpretasi yang fresh dan kontemporer. Pendekatan musikal dipilih sebagai diferensiasi utama dari versi sebelumnya.
Film ini tidak sekadar menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah menyaksikan “Ada Apa dengan Cinta?”, tetapi juga berusaha memperkenalkan kisah tersebut kepada generasi muda dengan kemasan yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan mengusung tema universal tentang cinta pertama, persahabatan, dan proses pendewasaan remaja, “Rangga & Cinta” berpotensi menjadi jembatan emosional antargenerasi dan kembali menciptakan fenomena di dunia perfilman Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Dela Adelatul Hasanah/Magang
Editor: Dwi Lindawati








