Tugujatim.id – Mojokerto merupakan kota kecil yang kaya akan sejarah Majapahit, tidak hanya menyimpan warisan budaya dan kerajaan Hindu-Buddha. Di balik hiruk-pikuk modernisasi, berdiri kokoh sejumlah gereja tua dan baru yang merepresentasikan keragaman keyakinan dan perjalanan panjang spiritualitas Kristen di kota ini. Kali ini, kita akan menyusuri 5 gereja Mojokerto yang menjadi saksi percampuran nilai keimanan, seni arsitektur, dan dinamika sosial sejak zaman kolonial hingga kini.
1. Gereja Katolik Santo Yoseph Mojokerto
Terletak di Jalan Pemuda, Gereja Katolik Santo Yoseph adalah landmark religius sekaligus warisan kolonial yang penting. Dibangun pada awal abad ke-20, gereja ini memiliki gaya arsitektur neo-gotik yang kuat dengan pilar-pilar batu, atap lancip, dan kaca patri berwarna-warni yang menggambarkan kisah Alkitab.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, gereja ini menjadi ruang kontemplasi dan pusat kegiatan sosial umat Katolik di Mojokerto. Di masa kini, gereja juga terbuka bagi wisatawan yang ingin mempelajari jejak Katolik di tanah Jawa. Interiornya yang megah dan tenang memberikan nuansa sakral yang jarang ditemukan di kota kecil.
Baca Juga : 5 Masjid Mojokerto yang Wajib Dikunjungi untuk Wisata Religi dan Sejarah
2. GKJW Mojokerto
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojokerto menjadi cerminan unik dari inkulturasi antara ajaran Kristen dan budaya Jawa. Berdiri sejak zaman zending Belanda, GKJW menyelaraskan ibadah dengan elemen budaya lokal. Liturgi dalam Bahasa Jawa dan penggunaan gamelan dalam ibadah-ibadah tertentu menjadikannya unik di tengah pluralitas gereja.
Secara arsitektural, gereja ini tampil sederhana namun sarat filosofi lokal. Atap limasan dan ukiran kayu memberikan nuansa etnik yang kuat. Lebih jauh, GKJW juga memainkan peran sosial penting dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui koperasi gereja dan pelatihan keterampilan.
3. GKI Mojokerto
Di tengah dinamika kota yang terus tumbuh, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Mojokerto hadir sebagai gereja urban dengan pelayanan berbasis komunitas. Gereja ini menekankan pelayanan lintas iman dan keterbukaan terhadap kaum marginal.
GKI Mojokerto memiliki desain modern dan minimalis, namun kaya akan aktivitas kemanusiaan. Mereka aktif mengelola program pendidikan untuk anak kurang mampu, posyandu remaja, hingga pelatihan kewirausahaan untuk ibu rumah tangga.
4. GPdI Mojokerto
Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Mojokerto membawa semangat karismatik yang dinamis dalam setiap ibadahnya. Terletak di kawasan Meri, gereja ini dikenal dengan pelayanan rohani yang ekspresif, musik pujian kontemporer, dan semangat kebangunan rohani.
Ruang ibadah yang luas, pencahayaan modern, dan suasana yang penuh energi menjadikan GPdI sebagai magnet bagi generasi muda Kristen. Selain itu, gereja ini juga aktif dalam pelayanan sosial, seperti bantuan sembako, pelatihan kerja, dan program pemulihan kecanduan.
5. Gereja Baptis Indonesia Mojokerto
Di kawasan Surodinawan, berdiri kokoh Gereja Baptis Indonesia Mojokerto yang fokus pada pengajaran dan pembinaan keluarga. Dikenal dengan pendekatan alkitabiah yang kuat, gereja ini menyediakan kelas teologi bagi jemaat umum dan pembinaan keluarga rutin.
Bangunannya menggabungkan elemen kontemporer dan tradisional, dengan aula besar yang digunakan untuk seminar, pertemuan antarjemaat, dan kegiatan pemuda. Program unggulan gereja ini termasuk retret keluarga, kelas pranikah, dan konseling remaja.
Baca Juga : 5 Museum Mojokerto yang Menyimpan Jejak Peradaban Majapahit
Simbol Toleransi dan Warisan Lintas Zaman
Kelima gereja tersebut mencerminkan tidak hanya keberagaman denominasi Kristen, tapi juga perjalanan lintas waktu—dari era kolonial, masa kemerdekaan, hingga perkembangan kekristenan urban masa kini. Lebih dari itu, 5 gereja Mojokerto menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di tengah masyarakat pluralis.
Keberadaan gereja-gereja ini berdampingan harmonis dengan masjid, vihara, dan pura, memperkuat narasi bahwa Mojokerto bukan sekadar kota sejarah, tetapi juga kota toleransi.
Menelusuri 5 gereja Mojokerto bukan hanya soal spiritualitas, melainkan juga perjalanan sejarah, keindahan arsitektur, dan kekuatan sosial-keagamaan yang menyatu dalam kehidupan masyarakat. Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Mojokerto, menyambangi gereja-gereja ini bisa menjadi pengalaman reflektif dan memperkaya wawasan budaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Ilmi Habibi Rahmatullah








