JEMBER, Tugujatim.id – Kali pertama dalam catatan, Kabupaten Jember menggelar Apel Kebangsaan Cinta Pluralisme: Kirab Pusaka Nusantara, Sedekah Bumi, dan Pameran Pusaka pada Minggu (20/07/25).
Event monumental ini menggabungkan tiga kegiatan utama, mulai dari pawai warisan budaya nasional, ritual syukuran tradisional, dan eksibisi benda-benda bersejarah.
Lokasi penyelenggaraan dipusatkan di Alun-Alun Jember Nusantara dengan partisipasi masif dari seluruh lapisan masyarakat yang berasal dari 31 wilayah kecamatan serta 248 desa dan kelurahan.
Event berskala besar ini terwujud melalui kerjasama strategis antara Pemkab Jember dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), sebuah lembaga resmi pemerintah yang bertugas memfasilitasi pembaruan nilai kebangsaan melalui dialog publik, edukasi, dan konsultasi.
Pawai dimulai dari area berkumpul di depan gerai KFC Jember menuju Alun-Alun Nusantara sebagai titik akhir. Berbagai pusaka dari sejumlah wilayah dipamerkan, menciptakan spektakel terbesar dalam sejarah daerah ini.

Setiap Organisasi Perangkat Daerah berkontribusi dengan mengirimkan 10-20 delegasi lengkap dengan tumpeng sebagai manifestasi rasa syukur dan tradisi lokal dalam upacara sedekah bumi. Pameran artefak bersejarah juga diselenggarakan untuk menampilkan kekayaan warisan budaya sebagai pengingat nilai-nilai adiluhung bangsa.
“Kami bersyukur menjadi bangsa yang diberkahi dengan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Atas fondasi inilah NKRI terus berkembang maju. Di negeri ini kita bersatu padu, melampaui sekat-sekat agama, etnis, maupun golongan.
BACA JUGA: Bupati Fawait Targetkan 20 Ribu Mahasiswa Jember Dapat Beasiswa
Upacara Nasional ini adalah investasi jangka panjang untuk merealisasikan visi Jember Baru dan Jember Maju,” ujar Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya yang beragam di wilayahnya. Ia mengacu pada kesuksesan acara Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah meraih pengakuan global.
“Pesan kami kepada bangsa Indonesia dan masyarakat internasional adalah bahwa Jember akan terus mengawal tradisi budayanya,” ungkap Gus Fawait.
Di luar JFC, Gus Fawait mengidentifikasi adanya kesempatan untuk mengangkat pertunjukan budaya lainnya ke panggung dunia. Menurutnya, JFC telah mengharumkan nama Kabupaten Jember di kancah dunia.
BACA JUGA: 6 Kategori Penerimaan Beasiswa Cinta Bergema 2025, Mahasiswa Jember Wajib Simak
“Dan kami memiliki peluang melalui pawai budaya,” kata Gus Fawait.
Gus Fawait menekankan bahwa pawai budaya tersebut dapat dikelola secara optimal. Dengan keyakinan penuh, Gus Fawait berharap Jember diidentifikasi sebagai daerah yang mampu mempertahankan kekayaan budaya.
“Tradisi budaya wajib kita jaga kelestariannya, bahkan kami berkeinginan menjadikan Jember sebagai representasi Indonesia dalam skala kecil,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








