SURABAYA, Tugujatim.id – Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 3 Azrul Azhar Asumta Gus Hans membeberkan persiapnnya menjelang debat kedua Pilgub 2024.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar debat kedua Pilgub Jawa Timur 2024 di Grand City Surabaya pada Minggu malam (3/11/2024).
Memasuki debat kedua Pilgub Jatim 2024, di hari yang sama Gus Hans mengaku masih melakukan safari politiknya yakni berkunjung ke Mojokerto.
“Saya jadi gini-gini saja, sama saja. Bahkan agenda yang masuk ke kita tanggal 3 masih di Mojokerto. Ya flow like the water aja jadi mengalir,” kata Gus Hans, Jumat (1/11/2024).
Gus Hans pun kembali menekankan jika selama debat dia tidak akan menyerang lawannya, Lukmanul Khakim dan Emil Elestianto Dardak.
“Sekali-sekali lagi saya mengatakan, jangan berharap saya yang berdebat sahabat-sahabat saya. Mas Emil sahabat saya, Mas Luqman sahabat saya,” tuturnya.
Dia, lebih memilih untuk menjadikan debat Pilgub Jatim 2024 sebagai momen untuk fokus menyampaikan visi misi dan program apa saja yang akan dijalankan selama lima tahun mendatang.
“Dan memanfaatkan momen itu untuk menunjukkan kepada masyarakat Jawa
Timur tentang isi pikiran kita dan juga apa namanya ide-ide dagasan untuk provinsi Jawa Timur,” terangnya.
Sebagai informasi, KPU akan memberikan tema Tata Kelola Pemerintah Yang Efektif dan Inovatif Serta Pelayanan Publik Yang Inklusif dan Keadilan Masyarakat Jawa Timur.
Merespons hal itu, Gus Hans mengaku sudah membahas secara matang bersama pasangannya, Tri Rismaharini atau Risma. Nantinya, saat debat Risma dan Gus Hans akan menyinggung soal kerampingan birokrasi.
“Kuncinya, saya sudah diskusi sama Bu Risma, yang membedakan dari Bu Risma dengan sekarang adalah adanya perampingan. Perampingan di dalam proses birokrasi,” ucapnya.
Belum diketahui secara pasti terkait proses perampingan birokrasi yang akan mereka jalankan. Namun, menurutnya hal itu menjadi langkah yang cukup efektif untuk menghemat biaya APBD.
“Sehingga dengan perampingan itu harapannya pengeluaran pemerintah terhadap aparatur juga berkurang dan proses koordinasinya juga pasti akan lebih singkat lagi,” ujarnya.
Selain itu, Gus Hans juga mengaku jika Risma telah berkomunikasi dengan pakar agar dapat mengoptimalkan pemanfaatkan IT. Sehingga program yang mereka susun bisa berintegrasi dengan digital.
“Maka nanti akan kita kurangi pertemuan antara orang dengan orang. Sehingga dengan harapan bisa mengurangi potensi korupsi di antara komunikasi antara masyarakat dan aparatur yang dilapangkan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








