TUBAN, Tugujatim.id – Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf atau Gus Ipul berkunjung ke Kabupaten Tuban untuk menyosialisasikan Datasen, data terpadu yang kini menjadi pijakan utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Kehadiran Gus Ipul ini sekaligus menegaskan arah baru kebijakan sosial yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian keluarga miskin melalui pendidikan.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa pembaruan data sosial menjadi fondasi penting agar program pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan. Menurut dia, akurasi data akan menentukan efektivitas bantuan dan keberlanjutan program pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Lanjutan dari Pertemuan Lirboyo, Gus Yahya dan Gus Ipul Duduk Berdampingan!
“Datasen ini kami siapkan sebagai pijakan bersama. Pemerintah pusat, daerah, sampai desa harus menggunakan data yang sama agar tidak salah sasaran,” ujarnya saat kegiatan di Pendapa Kridha Manunggal Tuban, Jumat (06/02/2026).
Selain soal data, Gus Ipul juga menyoroti perkembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 yang telah berjalan di Kabupaten Tuban. Mantan wali Kota Pasuruan ini menyebut, Sekolah Rakyat di Tuban telah berlangsung selama empat bulan pembelajaran dan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Secara nasional, Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik di seluruh Indonesia. Rinciannya, sebanyak 63 titik mulai berjalan pada Juli, disusul 37 titik pada Agustus, dan 66 titik lainnya pada akhir September hingga awal Oktober. Dari total tersebut, terdapat lebih dari 15 ribu siswa, didukung sekitar 2 ribu guru dan 4 ribu tenaga kependidikan.
“Saya bangga dan berterima kasih kepada bupati dan kepala sekolah yang sudah memberikan dukungan penuh. Ini pertama kalinya Sekolah Rakyat kita selenggarakan sebagai bagian dari gagasan Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan,” tegas Gus Ipul.

Mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Tidak hanya anak yang disekolahkan, tetapi orang tua juga didorong mengikuti program pemberdayaan pemerintah. Harapannya, ketika anak lulus, keluarga pun ikut naik kelas menjadi keluarga yang lebih berdaya.
Gus Ipul menilai, perubahan positif sudah mulai terlihat. Anak-anak Sekolah Rakyat dinilai lebih percaya diri, disiplin, serta mulai berani menyampaikan pendapat. Bahkan, orang tua siswa turut merasakan perubahan karakter putra-putrinya.
“Ini awal yang baik. Tinggal bagaimana kepala sekolah dan tenaga pendidik terus mengembangkan agar anak-anak mendapatkan lingkungan pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.
Ke depan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sekolah permanen yang mampu menampung hingga seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Untuk tahun ini, pembangunan sekolah permanen sudah dimulai di 104 titik di seluruh Indonesia.
Tantangan Yakinkan Ortu Sekolahkan Anak di Sekolah Rakyat
Namun demikian, Gus Ipul mengakui masih ada tantangan, terutama meyakinkan orang tua agar bersedia menyekolahkan anaknya di Sekolah Rakyat sejak jenjang dasar. Untuk itu, Kementerian Sosial akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemkab Tuban, guna menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami akan edukasi orang tua. Kami beri informasi supaya mau bekerja sama. Insyaa Allah anak-anak mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik,” tandasnya.
Sejalan dengan itu, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menegaskan bahwa pemkab menempatkan Sekolah Rakyat dan satu data sosial sebagai instrumen penting dalam penanggulangan kemiskinan daerah. Menurut Lindra, keberhasilan program sosial sangat ditentukan oleh akurasi data di tingkat bawah.
Pemkab Tuban, dia melanjutkan, selama ini terus mendorong sinkronisasi data penerima bansos melalui verifikasi dan validasi berjenjang mulai dari desa, kecamatan, hingga kabupaten.
Baca Juga: 600 Ribu Penerima Bansos Diduga Main Judi Online, Gus Ipul Coret Data 300 Ribu Orang
Data tersebut kemudian diselaraskan dengan Datasen milik Kementerian Sosial agar tidak terjadi salah sasaran maupun tumpang tindih bantuan.
“Dengan aplikasi satu data, pemetaan warga rentan jadi lebih jelas. Ini penting agar bantuan dan program seperti Sekolah Rakyat dan bansos bentuk intervensi pemerintah benar-benar diterima oleh keluarga yang tepat,” tegas Lindra.
Dia menambahkan, Sekolah Rakyat di Tuban juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemkab Tuban menyiapkan dukungan lintas sektor, termasuk pendampingan sosial dan koordinasi dengan perangkat desa, agar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan tidak putus sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








