TUBAN, Tugujatim.id — Jelang pemilihan yang tinggal hitungan hari, persoalan terkait hak pilih muncul di Kabupaten Tuban. Hak pilih warga Tuban terancam akibat kesalahan data. Salah satu warga, Sunoto seharusnya masuk daftar pemilih tapi dinyatakan meninggal dunia. Sunoto pun tidak menerima formulir C-KWK sebagai pemberitahuan pemilih.
Kasus tersebut terjadi di TPS 6 Desa Bangunrejo, Kecamatan Soko. Sunoto yang seharusnya terdaftar sebagai pemilih tiba-tiba dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) karena dianggap telah meninggal dunia.
Koordinator Divisi Sengketa dan Hukum Bawaslu Kabupaten Tuban, Sutrisno Puji Utomo, menyampaikan temuan ini setelah melakukan pantauan langsung di lapangan.
“Kami temukan kasus ini saat verifikasi di lapangan. Ada stiker Coklit di rumahnya, tapi namanya tidak muncul di DPT. Akibatnya, dia tidak mendapat undangan,” ujar Sutrisno di sela kunjungannya.
Sutrisno, yang akrab disapa Tris, menegaskan bahwa Bawaslu akan segera berkoordinasi dengan KPU untuk memastikan hak pilih warga tetap terlindungi. “Prinsip utama kami adalah memastikan setiap warga yang berhak memilih tidak kehilangan haknya,” tegasnya.
Kasus serupa juga terjadi di TPS 5 Desa Sumberjo, Kecamatan Rengel. Miyati, seorang warga setempat, merasa janggal ketika tidak menerima formulir pemberitahuan, padahal dua anggota keluarganya yang lain mendapatkannya. Miyati kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Bawaslu Tuban.
Setelah ditelusuri, Ketua PPS setempat mengungkapkan bahwa kesalahan terjadi karena adanya dua nama yang mirip. “Petugas mengira salah satu anggota keluarga sudah TMS karena nama yang hampir sama. Padahal, itu keluarga yang berbeda,” ungkap Ketua PPS dess setempat, Andrik.
Beruntung, setelah klarifikasi, Miyati akhirnya menerima formulir C-KWK. “Alhamdulillah, masalah ini sudah terselesaikan, dan hak pilihnya tetap terjamin,” tutup Sutrisno.
Kasus-kasus ini menjadi pengingat pentingnya ketelitian dalam pendataan pemilih, terutama menjelang hari pemungutan suara. Koordinasi antara Bawaslu dan KPU diharapkan dapat meminimalisir potensi kehilangan hak pilih di Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








