SIDOARJO, Tugujatim.id – Memasuki hari keenam, proses evakuasi korban runtuhnya bangunan Musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim, terus dilakukan secara optimal. Hingga Sabtu malam (04/10/2025), total korban Ponpes Al-Khoziny mencapai 121 orang.
Tim SAR gabungan pun bekerja tanpa henti meski menghadapi kondisi medan yang berat dan korban yang sebagian besar ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Proses pencarian korban Ponpes Al-Khoziny dilakukan selama 1 x 4 jam di empat titik utama, yakni sektor A1, A2, A3, dan A4. Pada Sabtu siang, tim berhasil menemukan dua korban di jam yang berbeda — korban pertama ditemukan pada pukul 14.15 WIB dan korban kedua pada pukul 16.15 WIB.
Sedangkan sekitar pukul 17.35 WIB, tim SAR gabungan kembali menemukan korban ketiga di sektor pencarian A4 dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya Nanang Sigit PH selaku On Scene Coordinator (OSC) menjelaskan, proses evakuasi kali ini tidak mudah karena korban tertimbun material berat di bawah reruntuhan bangunan.
“Tim SAR perlu mengangkat puing-puing reruntuhan, memotong rangka-rangka, baru kemudian bisa mengevakuasi korban dari timbunan material,” jelas Nanang.
Dalam prosesnya, tim SAR gabungan menggunakan alat berat dan peralatan ekstrikasi. Penggunaan alat berat sempat dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi petugas yang memotong besi dan pengangkatan manual demi menjaga keselamatan di lapangan.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim.
Petugas Mencari Korban di Titik Prioritas
Hingga Sabtu malam (04/10/2025), total korban Ponpes Al-Khoziny mencapai 121 orang. Dari jumlah tersebut, 104 orang dinyatakan selamat, 17 orang meninggal dunia, sementara perkiraan masih ada 46 korban lainnya masih dalam pencarian, dan 12 korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim.
Dalam operasi SAR kali ini, unsur yang terlibat di antaranya Kantor SAR Surabaya, BSG, Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, BPBD Provinsi Jawa Timur, unsur TNI dan Polri, serta BPBD Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Jombang.
Selain itu, turut bergabung PMI, damkar, PT Freeport Indonesia, PT Bumi Suksesindo, TSA Gerpik, Banser, DMC, Hujung Galuh Rescue, MDMC, LPBI NU, Jasa Marga, Resita, Nawasena, serta puluhan organisasi potensi SAR lainnya.
Hingga berita ini disiarkan, alat berat masih terus bekerja untuk mengurangi material reruntuhan dan mempercepat pencarian korban di titik-titik prioritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Fauzan
Editor: Dwi Lindawati








