Tugujatim.id – Setiap tanggal 10 Januari masyarakat dunia memperingati Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, sejuk, asri, dan sebagai upaya menyadarkan masyarakat untuk melestarikan pepohonan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Dijelaskan dalam buku Jenis-Jenis Pohon Penting di Hutan Nusakambangan karya Tukirin Partomiharjo dkk, yang dimaksud pohon yakni semua tumbuhan dengan satu batang utama yang mengayu, berdiameter setinggi dada lebih dari 10 cm dan disertai cabang-cabang lateral. Pohon berperan penting bagi kehidupan manusia, baik pada aspek kelestarian lingkungan, tata air, maupun ekonomi.
1. Aspek Kelestarian Lingkungan
Pohon menyerap karbondioksida untuk menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Oksigen sangat diperlukan oleh makluk hidup dalam proses pernapasan. Menurut hasil penelitian, hutan tropik dengan susunan aneka jenis pohon, mampu memproduksi 20-30 kg oksigen per hektar per jam.
Tak hanya menyerap karbondioksida, pohon juga menyerap karbon monoksida, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida yang menimbulkan polusi udara. Maka, pohon dapat mengurangi pemanasan global dan menjaga suhu udara di bumi.
Pepohonan di hutan juga menjadi sumber makanan dan habitat satwa. Jika pohon ditebang dan terjadi penggundulan hutan, maka mereka akan kehilangan makanan dan tempat hidup.
2. Pengatur Tata Air
Pohon berperan penting dalam siklus hidrologi dan ketersediaan cadangan air tanah. Satu batang pohon diduga mampu menyerap 1000-2000 liter air dari dalam tanah setiap tahunnya. Air hujan akan diserap akar pepohonan dan ditampung menjadi cadangan air tanah. Maka, aliran air hujan tidak menyebabkan genangan di permukaan sehingga dapat mencegah banjir.
3. Aspek Ekonomi
Pohon menyediakan kebutuhan kayu untuk bangunan, perkakas rumah tangga, kerajinan, kayu bakar, bahan kertas, dan sebagainya. Selain itu, beberapa jenis pohon menghasilkan bahan makanan, buah-buahan, dan obat-obatan sebagai sumber makanan dan bernilai ekonomis.
Di berbagai hutan dunia, tersebar beragam spesies pohon dengan keunikannya. Indonesia sendiri dikenal sebagai megabiodiversiti di dunia karena keanekaragaman hayati yang melimpah. Indonesia menempati peringkat kelima di dunia dalam hal keanekaragaman hayati tumbuhan dengan lebih dari 38.000 spesies.
Namun, kelestarian spesies tumbuhan tersebut mulai terusik akibat aktivitas manusia seperti penggundulan dan pembakaran hutan. Akibatnya merugikan lingkungan sosial, ekonomi, ekologi dan mempercepat laju kepunahan spesies tumbuhan termasuk pepohonan.
Dijelaskan dalam buku 100 Spesies Pohon Nusantara karya Hendra Gunawan, bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencanangkan program Taman Kehati (Taman Keanekaragaman Hayati) di setiap kabupaten/kota.
Kebijakan ini dilandasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 3/2012 tentang Taman Keanekaragaman Hayati. Program konservasi tersebut menjadi salah satu upaya pelestarian dan penyelamatan spesies pohon dari kepunahan.
Taman Kehati ialah kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi. Keanekaragaman hayati (Kehati) sendiri adalah anekaragam makhluk hidup di bumi beserta peran ekologisnya, meliputi anekaragam ekosistem, spesies, dan genetik.
Sementara, Keanekaragaman Hayati Lokal ialah spesies atau sumber daya genetik tumbuhan dan satwa endemik, lokal yang hidup berkembang di area tertentu secara alami.
Masih dari sumber yang sama, Taman Kehati ternyata memberikan banyak manfaat, antara lain:
a. Tempat koleksi tumbuhan, terutama tumbuhan endemik dan langka
b. Tempat pengembangbiakan tumbuhan dan satwa guna melestarikan ekosistem
c. Penyedia bibit tanaman langka termasuk pepohonan
d. Sarana pendidikan dan penelitian terkait konservasi tumbuhan dan satwa langka untuk pengembangan ilmu pengetahuan
e. Sarana pengembangan ekowisata yang bernilai ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan
f. Menjadi ruang terbuka hijau guna memperbaiki kondisi iklim mikro, dan memberikan keteduhan, kesejukan, keindahan, kesehatan, dan kenyamanan.
Sejak terbitnya Permen LH No 3/2012 tentang Taman Kehati, hingga akhir 2016, sudah ada 78 Taman Kehati yang tersebar di 21 Provinsi meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Sejumlah 69 taman dibangun pemerintah dan 9 lainnya oleh swasta. Sebanyak 29 Taman Kehati didanai APBD, 9 Taman Kehati didanai APBN, 9 lainnya inisiatif swasta.
Mengutip dari buku 100 Spesies Pohon Nusantara terbitan IPB Press, pihak swasta yang telah memprakarsai pembangunan Taman Kehati yaitu Aqua Danone Group dan PT. Pertamina RU VI Balongan.








