BANYUWANGI, Tugujatim.id – “MAAF, MAAF, MAAF, dan TERIMA KASIH,” kalimat pembuka itu dituliskan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas melalui postingan Instagram-nya, Rabu (17/2/2021) sore. Hal tersebut ia sampaikan lantaran hari ini (17/2/2021) merupakan hari terakhir ia menjabat sebagai Bupati Banyuwangi sejak tahun 2010 silam.
Melalui postingan tersebut, ia menyampaikan maaf atas kekurangan dan keselahan yang telah ia lakukan selama menjabat. Sebab, menurutnya kata ‘maaf’ merupakan hal pertama yang memang harus ia sampaikan.
“Hari ini adalah hari terakhir saya menjadi bupati. MAAF, MAAF, MAAF adalah kata pertama dan utama yang harus saya sampaikan. Maaf atas berbagai kekurangan. Maaf masih banyak hal yang belum mampu kami kerjakan,” terang Azwar Anas dalam postingan Instagram miliknya, yang mana Tugu Jatim telah meminta izin untuk mengutipnya.
Ia menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran, keterbatasan kewenangan, ataupun hal lain bukanlah sebuah alasan terkait kekurangan. Oleh karena itu ia mengaku bahwa permintaan maaf adalah hal paling tepat dibandingkan berkilah dengan alasan.
Banyuwangi Bisa Maju Berkat Akumulasi sejak Bupati Pertama
Azwar Anas pun menelaah terkait kepemimpinannya sebagai Bupati Banyuwangi selama 10 tahun terakhir. Di mana kalaupun ada perubahan yang lebih baik selama ia menjabat, ia mengaku bahwa itu adalah kulminasi dari bupati-bupati sebelumnya yang juga memiliki andil besar.
“Pertama, Banyuwangi tidak dibangun dalam semalam. Dalam berbagai perkembangan Banyuwangi sampai saat ini, ada kerja-kerja dari bupati pertama, bupati kedua, bupati ketiga, dan seterusnya, hingga Bapak Samsul Hadi dan Ibu Ratna Ani Lestari. Mari kirimkan doa terbaik untuk semua pemimpin terdahulu,” pintanya.
Tak hanya itu, Azwar Anas juga menilai bahwa kalaupun Banyuwangi semakin maju, hal tersebut bukan merupakan peran dari pemimpin, melainkan karena masyarakat Banyuwangi.
“Dari semua lapisan dan pelosok, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, Kejaksaan, DPRD, Pengadilan, ASN, kades dan BPD, kawan-kawan parpol, ormas, tim Pemda, seniman, budayawan, media, LSM, netizen, anak-anak muda, komunitas, dan sebagainya. Juga atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Kepada semuanya, saya mengucapkan banyak terima kasih,” tulis Anas.
Melalui postingan melalui media sosialnya tersebut, ia juga berteri kasih kepada Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko yang telah mememani dirinya selama 10 tahun terakhir ini.
“Hari ini adalah hari terakhir saya menjadi bupati Banyuwangi. Jika masih diperbolehkan menitipkan pesan, saya hanya berpesan satu hal. Mari jaga persahabatan untuk merawat Banyuwangi. Kemajuan hanya bisa dicapai dengan kerja keras. Namun sebuah pencapaian tak ubahnya istana pasir jika tidak ada kehendak bersama untuk menjaganya. Kerja keras tak akan berarti apa-apa tanpa kerja sama, dan semua itu butuh persahabatan,” tulisnya.
Azwar Anas: Jangan Lupa Sapa Saya!
Tak hanya itu, meski nanti sudah tidak menjabat lagi, ia juga menitipkan pesan kepada semua masyarakat agar tidak lupa menyapa dia jika suatu waktu bertemu di jalan.
“Saya orang biasa yang tumbuh dari keluarga sederhana, yang pada akhirnya kembali menjadi warga biasa. Jika bertemu di jalan, jangan lupa saya disapa,” pungkasnya. (Gigih Mazda/gg)