TUBAN, Tugujatim.id — Harga eceran tertinggi (HET) beras mengalami kenaikan di beberapa daerah, termasuk Tuban. Kenaikan HET beras ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim dan juga luasan panen padi nasional yang menurun sekitar 2,29 persen.
Meski demikian, Perum Bulog Cabang Bojonegoro yang membawahi tiga kabupaten yakni Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan ini telah memastikan bahwa harga dan stok beras di wilayah tersebut tetap aman untuk tiga bulan ke depan.
Kepala Bulog Bojonegoro Ferdian menyatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok imbas kenaikan HET beras.
“Insyaa Allah aman untuk 3 bulan ke depan,” ujarnya.
Ferdia menambahkan, Bulog Bojonegoro memiliki cadangan beras sekitar 10 ribu ton stok beras se-Cabang Bojonegoro yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan ke depan.
“Kami memiliki stok beras yang mencukupi. Kami juga siap untuk melakukan operasi pasar jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” jelasnya.
Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meredam kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan HET beras. Bulog Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga lebih lanjut.
Bulog Bojonegoro juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan beras di pasaran, serta siap untuk mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas dan ketahanan pangan di daerah tersebut.
“Meski harga beras di pasar cenderung akan naik karena kebijakan ini, namun kami harap masyarakat tidak perlu khawatir dan panik. Stok beras CBP yang ada di Bulog saat ini terbilang cukup. Setiap hari Bulog terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan beras utamanya beras medium dalam program SPHP beras medium,” ujarnya.
Untuk diketahui, HET beras premium di antaranya untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan menjadi Rp14.900 per kilogram dari sebelumnya Rp13.900 per kg hingga wilayah Papua mencapai Rp15.800 per kg dari semula Rp14.800 per Kg.
Sementara untuk beras medium untuk Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan Rp12.500 per kg atau naik dari Rp10.900 per kg hingga Papua Papua Rp13.500 per kg dari harga naik dari Rp11.800 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








