Hiruk-Pikuk Perayaan Imlek di Masa Pandemi COVID-19

  • Bagikan
Handoko Tjokro, Ketua MAKIN Kelenteng Boen Bio Surabaya sedang mempersiapkan peribadahan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim) imlek pandemi covid-19
Handoko Tjokro, Ketua MAKIN Kelenteng Boen Bio Surabaya sedang mempersiapkan peribadahan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Dua hari lagi, Jumat (12/02/2021), merupakan perayaan Imlek pertama di masa pandemi COVID-19. Tentunya, perayaan Imlek yang digelar lusa mendatang punya konsep yang berbeda, mengingat kewajiban penerapan protokol kesehatan (prokes), 3M, dan lain-lain untuk memutus penyebaran COVID-19.

Seperti yang direncanakan oleh Klenteng Boen Bio. Lokasinya ada di Jalan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya yang berupaya mempersiapkan secantik mungkin perayaan Imlek pada Jumat (12/02/2021). Ada yang menyapu halaman klenteng, merapikan alat-alat ibadah dan menyiapkan sudut protokol kesehatan.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Ketua Majelis Agama Konghucu (MAKIN) Klenteng Boen Bio Surabaya, Handoko Tjokro menyampaikan perayaan Imlek di tahun ini dikemas amat sederhana. Lantaran adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, yang diterapkan di Kota Surabaya sampai 22 Februari 2021 mendatang.

“Karena pandemi masih belum reda serta PPKM masih berjalan, maka perayaan tahun baru ke 2572 sangat berbeda dengan tahun lalu. Dimana sebelumnya kami mengundang lintas agama,” terangnya pada pewarta di Klenteng Boen Bio Surabaya, Rabu (10/02/2021).

 Handoko Tjokro, Ketua MAKIN Kelenteng Boen Bio Surabaya sedang mempersiapkan peribadahan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Handoko Tjokro, Ketua MAKIN Kelenteng Boen Bio Surabaya sedang mempersiapkan peribadahan. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Selain itu, Handoko menyampaikan bahwa kegiatan peribadahan tidak dijalankan dengan berjamaah. Namun hanya sekian orang yang mewakili dari pengurus Klenteng Boen Bio Surabaya, pastinya dengan jumlah yang terbatas. Sedang untuk barongsai tidak ada.

“Biasanya penampilan Barongsai pada saat menjelang imlek selalu bermain di dalam klenteng, dan berkeliling di sekitar. Namun, sementara kami tiadakan. Meskipun demikian tetap tidak mengurangi nilai ibadah dan perayaan itu sendiri,” lanjutnya.

Handoko juga menyebut bahwa tujuan utama dari Imlek bukan pada perayaan, namun rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Handoko berharap, perayaan Imlek tahun depan, 2022, bisa lebih baik dari tahun ini.

“Karena tujuan utamanya bukan terletak pada perayaan. Melainkan, rasa syukur kepada Maha Kuasa. Saya berharap tahun depan lebih baik daripada tahun kemarin,” imbuhnya.

Perayaan Imlek tauun 2021 merupakan simbol masuknya pada tahun shio Kerbau. Handoko melanjutkan sembari berdoa, agar pandemi COVID-19 cepat selesai dan cepat berlalu. Apalagi tenpo waktu, pemerintah sudah mengupayakan vaksinasi.

“Mudah mudahan membawa dampak positif serta meluas. Sektor seperti perekonomian dan lain lain bisa berjalan normal,” lanjutnya.

Pada saat percakapan akan berakhir, Handoko berpesan pada warga untuk tetap menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. Kendati sedang merayakan Imlek, namun tetap harus menjaga kesehatan pula yang menjadi tanggung jawab bersama.

“Tanpa bersinergi seluruhnya. Pasti akan sulit melakukan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, red). Hindari berkerumun. Ini penting dalam menghentikan penambahan kasus,” pungkasnya. (Rangga Aji/gg)

  • Bagikan