Tugujatim.id – Memasuki musim hujan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi rumah. Apalagi pentingnya mencegah atap bocor dan korsleting listrik saat hujan tiba.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia hingga 11 Desember 2025.
Curah hujan yang tinggi pada Desember hingga Februari sering menimbulkan berbagai masalah, terutama atap bocor, rembesan dinding, hingga korsleting listrik yang dapat membahayakan penghuni rumah.
Baca Juga: Hujan Deras di Jember Robohkan Atap Rumah Warga
Jika tidak diantisipasi sejak awal, kerusakan kecil bisa berubah menjadi masalah besar. Karena itu, penting bagi pemilik rumah untuk melakukan pengecekan dan perawatan rutin agar tetap aman saat cuaca ekstrem terjadi.
Berikut beberapa langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah atap bocor dan risiko korsleting listrik selama musim hujan.
1. Periksa Kondisi Atap secara Menyeluruh
Atap merupakan bagian rumah yang paling rentan terkena dampak hujan deras. Genting yang retak, miring, atau bergeser dapat menjadi sumber kebocoran. Tanda-tanda atap bermasalah bisa dilihat dari noda kekuningan pada plafon, tetesan halus, atau cat menggelembung.
Untuk itu, pemilik rumah disarankan untuk melakukan beberapa hal berikut untuk mengurangi risiko kebocoran saat hujan intens:
- Mengecek genting minimal sebulan sekali selama musim hujan.
- Mengganti genting yang pecah atau renggang.
- Memastikan semua sambungan atap tertutup rapat.
- Menggunakan cat pelapis anti bocor di area rawan.
2. Bersihkan Talang Air dan Saluran Pembuangan
Talang yang penuh daun atau sampah plastik merupakan penyebab utama air meluap ke dalam rumah. Ketika talang tersumbat, air akan mengalir ke tempat yang tidak semestinya dan menimbulkan rembesan pada dinding. Hal ini juga dapat mencegah banjir kecil di halaman maupun genangan di atas plafon.
Tips menjaga talang tetap bersih, dengan melakukan hal sederhana berikut:
- Bersihkan talang setiap 1–2 minggu saat puncak musim hujan.
- Pastikan tidak ada endapan lumut atau lumpur yang menghambat aliran air.
- Periksa sambungan pipa pembuangan agar tidak bocor di tengah aliran.
3. Cegah Rembesan dengan Memperbaiki Retakan Dinding
Rembesan pada dinding sering terjadi jika terdapat retakan rambut yang tidak terlihat kasatmata. Ketika air meresap, dinding menjadi lembap, memicu jamur, dan merusak cat.
Dengan perbaikan sejak awal dapat mencegah kerusakan yang lebih besar. Berikut langkah pencegahannya:
- Periksa area belakang kamar mandi, dapur, dan dinding yang menghadap luar rumah.
- Tutup semua retakan menggunakan sealant atau plester semen.
- Gunakan cat waterproof untuk perlindungan tambahan.
4. Amankan Instalasi Listrik dari Risiko Korsleting
Korsleting menjadi bahaya serius saat musim hujan, terutama jika air merembes ke area dekat kabel atau stopkontak. Selain merusak peralatan elektronik, korsleting juga berpotensi memicu kebakaran.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan keluarga di rumah, yakni:
- Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau terpapar air.
- Gunakan stopkontak yang memiliki penutup pelindung.
- Hindari menumpuk colokan secara berlebihan.
- Jangan menempatkan kabel di lantai yang rawan basah.
- Jika muncul percikan kecil, bau gosong, atau suara listrik berdengung, segera matikan MCB dan panggil teknisi.
5. Siapkan Perlengkapan Darurat di Rumah
Saat musim hujan, kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Karena itu, penting menyiapkan perlengkapan yang mudah diakses. Dengan adanya beberapa perlengkapan sederhana, akan sangat membantu mencegah kerusakan semakin parah saat hujan deras.
Beberapa perlengkapan yang sebaiknya selalu tersedia itu, di antaranya:
- Senter dan baterai cadangan.
- Obeng dan alat perbaikan dasar.
- Ember untuk menampung air bocor.
- Terpal atau plastik tebal untuk menutup area rembes sementara.
- Lap microfiber untuk menyerap air dengan cepat.
Untuk itu, musim hujan tidak bisa dihindari, tetapi kerusakan rumah bisa dicegah. Dengan memeriksa atap, menjaga kebersihan talang, memperkuat dinding, serta memastikan instalasi listrik tetap aman, risiko kebocoran maupun korsleting dapat diminimalkan.
Melansir dari laman resmi BMKG, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap melakukan langkah antisipatif sederhana.
“Saat hujan turun, cukup hindari area yang berisiko seperti bawah pohon atau bangunan yang rapuh, tetap waspada saat berkendara, dan pastikan aliran air di lingkungan tidak tersumbat. Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








