MALANG, Tugujatim.id – Isak tangis mengiringi proses pemakaman jenazah petinju profesional asal Malang Hero Tito di TPU Dusun Sindurejo Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, Jum’at pagi (4/3/2022). Keluarga, kerabat hingga tetangga turut hadir dengan penuh duka dalam pemakaman tersebut.
Promotor tinju Indonesia Armin Tan dan mantan promotor tinju Hero Tito saat bergabung dengan d’Kross Boxing Camp, Ade Herwanto tampak hadir mengantarkan kepulangan petinju sekaligus sang Juara Dunia World Profesional Boxing Federation (WPBF) 2016 itu ke peristirahatan terakhirnya.
Armin mengaku trauma dengan meninggalnya Hero setelah terkena upper cut dalam pertandingan melawan James Mokoginta pada rondenke-7 di Holywings, Minggu (27/2/2022) kemarin.
“Saya merasa bersalah dengan Hero. Rasanya kenapa saya harus menandingkan dia, tapi ya namanya musibah tidak ada yang tahu,” ujarnya usai mengikuti proses pemakaman.
Menurutnya, nasib Hero dalam pertandingan kali ini tidak disangka-sangka bahkan cenderung mengejutkan. Mengingat persiapan Hero yang dinilai sudah cukup matang dan terakhir bertanding pada bulan April tahun 2021 lalu.
“Persiapannya yang sekarang ini jauh lebih baik menurut saya. Tempat campnya juga lebih dekat dan lebih bersih. Sehingga saya tidak menyangka terjadi musibah seperti ini,” terangnya.
Meninggalnya Hero, imbuh Amin, bisa jadi diakibatkan akumulasi luka dan pukulan yang didapat dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Apalagi, berdasarkan hasil CT-Scan menunjukkan bahwa kemungkinan Hero mendapat cidera parah akibat pertandingan terakhir itu tidak mungkin. Oleh karena itu, Armin berharap agar regulasi pertinjuan di Indonesia dapat diperbaiki. Terlebih dengan mengutamakan pemeriksaan kesehatan para petarung.
“Menurut saya pemeriksaan kesehatannya sejauh ini sedikit saja. Hanya stetoskop dan pengecekan darah. Padahal menurut saya itu belum cukup. Terutama petinju yang bertanding di kejuaraan nasional harus MRI, HIV Test, Hepatitis tes agar kejadian-kejadian serupa tidak terulang kembali,” terangnya.
Sebelumnya, diketahui, petinju berjuluk The Lion Tito ini harus menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Pria berusia 36 tahun ini tumbang dan koma akibat upper cut lawannya James Mokoginta dalam pertandingan Holywings Sport Show, Minggu (27/2/2022).
Hero sempat mengalami pendarahan di bagian otak depan sehingga membuatnya dalam kondisi kritis. Penanganan operadi dan upaya medis lainnya telah dilakukan. Namun kondisinya tak kunjung membaik hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Kamis (3/3/2022) pukul 17.15 WIB.
Meski demikian, petinju bergaya ortodoks dan counter boxer ini pernah mengharumkan nama daerah dan negaranya bahkan di kancah Internasional.
Salah satunya, dia tercatat telah menjuarai Juara Dunia WPBF kelas ringan pada 2016. Kemudian menjadi Juara Nasional berbagai kelas pada tahun 2012, 2013, 2016 dan 2017
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim







