• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ita Lydia.

Ita Lydia Grace Violita, pengacara muda Surabaya, saat ditemui usai peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/04/2026). (Foto: M. Khaesar/Tugu Jatim)

Semangat Kartini Hidup di Ruang Advokasi: Perjalanan Pengacara Muda Surabaya Ita Lydia Dampingi Masyarakat Kecil

Dwi Linda by Dwi Linda
3 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Memperingati Hari Kartini yang jatuh 21 April 2026, menjadi momen di mana emansipasi terus diperjuangkan yang membuat perempuan bisa berkarir di berbagai bidang termasuk di dunia hukum. Sosok itu salah satunya tercermin pada perjalanan pengacara muda Surabaya, Ita Lydia Grace Violita, yang kini aktif mendampingi masyarakat kurang mampu melalui LBH Legundi.

Berawal dari panggung duta wisata sebagai Ning Surabaya 2013, perjalanan Ita Lydia Grace Violita menuju dunia advokat sebenarnya tidak sepenuhnya direncanakan sejak awal. Namun, latar belakang keluarga yang lekat dengan profesi hukum menjadi titik balik yang mengarahkan langkahnya.

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Baca Juga: Tak Hanya Pakai Kebaya! Rekomendasi Cara Rayakan Hari Kartini Jadi Lebih Bermakna

Ita Lydia Grace Violita resmi menempuh jalur profesi advokat pada 2015, mengikuti jejak orang tuanya yang lebih dahulu berkecimpung dalam dunia bantuan hukum.

“Sejak kecil saya sudah terbiasa melihat orang tua menerima klien dari berbagai latar belakang. Bahkan, ada klien yang bayarnya sederhana sekali, tapi tetap didampingi,” ujarnya mengenang.

Pengalaman itu menanamkan nilai penting bahwa profesi pengacara bukan semata tentang perkara besar atau klien berkecukupan, tetapi juga tentang keberpihakan pada masyarakat kecil yang membutuhkan akses keadilan.

“Nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi pengabdiannya hingga kini saya terapkan,” tutur wanita yang akrab disapa Vio.

Sebelum berdirinya LBH Legundi, dia mengatakan, pendampingan hukum bagi masyarakat kurang mampu telah lebih dulu dilakukan secara pro bono oleh orang tuanya melalui penunjukan aparat penegak hukum. Dari situlah, Vio mulai belajar langsung praktik advokasi sosial sejak awal karirnya.

Setelah sang ibu wafat, semangat tersebut tidak berhenti. Bersama keluarga, terutama kakaknya, dia melanjutkan perjuangan itu hingga akhirnya terbentuk LBH Legundi sebagai wadah resmi bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Menurut Vio, keberadaan lembaga bantuan hukum menjadi penting karena tidak semua masyarakat memahami hak-haknya di depan hukum.

“Kalau dulu orang tahu ada masyarakat tidak mampu yang butuh pendampingan, biasanya langsung diarahkan ke orang tua saya. Sekarang kami mencoba melanjutkan itu melalui LBH,” katanya.

Perjalanan tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana nilai empati yang diwariskan keluarga berkembang menjadi kerja advokasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Profesi Advokat Bentuk Semangat Kartini Kekinian

Meski tergolong muda saat memulai praktik, Vio mengaku langsung dihadapkan pada sejumlah perkara besar yang menyita perhatian publik. Salah satu yang paling berkesan adalah perkara bentrokan yang melibatkan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) dengan kelompok geng motor di kawasan Jagir, Surabaya.

Kasus tersebut menjadi pengalaman lapangan yang tidak terlupakan karena situasi di lokasi kejadian saat itu sangat ramai dan sensitif. Bahkan, dia sempat harus menyamar agar tidak dikenali sebagai kuasa hukum.

Selain itu, dia juga pernah menangani perkara pidana berat dengan pasal pembunuhan berencana yang melibatkan rekonstruksi selama beberapa hari dan koordinasi lintas institusi penegak hukum. Pengalaman tersebut menjadi titik awal pembentukan mental profesionalnya sebagai advokat.

“Waktu itu saya benar-benar belajar dari nol di lapangan. Tapi justru pengalaman seperti itu yang membentuk,” ujarnya.

Pengalaman menangani perkara berisiko tinggi sejak awal karir menjadi bekal penting dalam membangun kepercayaan diri sebagai advokat perempuan di bidang litigasi pidana yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.

Momentum Hari Kartini setiap 21 April, menurut Vio, menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan tidak berhenti pada akses pendidikan saja, tetapi juga pada kesempatan berkontribusi di ruang publik secara setara.

Dia menilai profesi advokat merupakan salah satu bidang yang menunjukkan bagaimana semangat Kartini terus hidup dalam konteks kekinian.

“Dulu perempuan tidak bebas menyuarakan pendapat. Sekarang perempuan sudah bisa berdiri sejajar, termasuk di dunia hukum,” katanya.

Meski dunia hukum kerap dipersepsikan sebagai wilayah yang keras dan maskulin, kehadiran advokat perempuan semakin menunjukkan bahwa kompetensi tidak ditentukan oleh gender. Banyak perempuan, menurut dia, mampu tampil berani dan profesional dalam menangani perkara-perkara besar.

Bagi Vio, perjuangan Kartini hari ini tidak lagi hanya tentang membuka akses pendidikan, tetapi juga memastikan perempuan berani mengambil peran strategis dalam pengambilan keputusan termasuk di sektor hukum dan keadilan.

Meski peluang perempuan semakin luas di berbagai bidang, dia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara peran profesional dan peran sosial dalam keluarga. Menurut dia, perempuan masa kini memiliki kesempatan besar untuk berkembang, tetapi tetap perlu mempertahankan nilai-nilai dasar yang menjadi identitasnya.

Baca Juga: Selain Hari Kartini, Ini Hari Penting yang Dirayakan pada 21 April

“Sekarang perempuan sudah bisa berkreasi dan mengembangkan potensi. Tapi jangan sampai kehilangan jati diri sebagai perempuan, sebagai anak, sebagai ibu, dan bagian dari keluarga,” ujarnya.

Dia berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peran di bidang hukum, pendidikan, sosial, maupun kepemimpinan, tanpa meninggalkan karakter kuat yang menjadi ciri khas perempuan Indonesia.

Melalui kiprahnya di LBH Legundi, Vio menunjukkan bahwa semangat Kartini tidak hanya hidup dalam simbol peringatan tahunan, tetapi juga nyata dalam kerja sehari-hari memperjuangkan akses keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Sebuah potret Kartini masa kini yang hadir dari ruang advokasi senyap, konsisten, dan berdampak bagi sesama,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: M. Khaesar

Editor: Dwi Lindawati

 

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniHari Kartini di SurabayaIta Lydia Grace ViolitaKota Surabaya hari iniLBH LegundiPengacara muda SurabayaPeringatan Hari Kartini 2026Surabaya
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Kamar estetik.

10 Aksesori Kamar Estetik yang Fungsional, Tampilan Visual Keren untuk Anak Muda

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID