MALANG, Tugujatim.id – Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan turut dilibatkan dalam diskusi pembangunan Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Karena PT Waskita Karya, selaku pelaksana pembangunan, perlu melakukan pengerjaan struktur bangunan di area Gate 13 Stadion Kanjuruhan, tempat terjadi insiden 1 Oktober 2022.
Area tersebut selama ini merupakan lokasi keluarga korban biasa berdoa bersama dan berziarah untuk para almarhum. Selama kurang lebih satu bulan ke depan, area Gate 13 akan ditutup sementara untuk kepentingan pengerjaan struktur.
Keluarga korban tidak bisa berdoa bersama di lokasi tersebut untuk sementara hingga selesai pembangunan. Namun akan tetap disediakan tempat yang tidak jauh dari lokasi tersebut.
“Kegiatan doa bersama yang saat ini terus berjalan mungkin akan kami relokasi di area depan. Proses tersebut dilakukan untuk menyelesaikan struktur kami di bawah area Gate 13,” papar Vino Pramudia, Projek Manager renovasi Stadion Kanjuruhan dari PT Waskita Karya, Rabu (29/05/2025).

Forkopimda Kabupaten Malang menggundang keluarga korban Tragedi Kanjuruhan untuk membahas renovasi Stadion Kanjuruhan serta hal-hal lain yang perlu disampaikan. Silaturahmi digelar di Aula Polres Malang, pada Selasa (28/5/2024) dengan dihadiri perwakilan PT Waskita Karya yang bertanggung jawab atas pengerjaan renovasi Stadion Kanjuruhan. Hadir juga Perwakilan Manajemen Arema FC.
Permintaan tersebut direstui oleh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Namun, pengerjaan baru akan dimulai setelah 22 Juni 2024. Rencananya, pada hari itu, keluarga korban beserta Forkopimda Kabupaten Malang akan menggelar doa bersama peringatan ‘dino geblak’ di Gate 13.
“Mulai hari ini sampai dengan tanggal 22 Juni saya akan bersiap. Jadi setelah doa bersama dino geblak, kami sudah bisa masuk (mengerjakan struktur di Gate 13),” kata Vino.
Selain renovasi Gate 13, silaturahmi juga membahas renovasi Stadion Kanjuruhan secara keseluruhan. PT Waskita Karya pun menayangkan konsep dan desain monumen yang akan dibangun di area stadion untuk mengenang tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam.
Monumen tersebut rencananya akan dibuat menggunakan batu granit berwarna hitam dengan nama-nama korban Tragedi Kanjuruhan terukir di bagian kanan dan kiri. Konsep dan desain ini telah disepakati oleh pihak keluarga korban.
“Waskita sudah menerima usulan kami. Kami sudah dua kali bicara,” kata salah satu keluarga korban, Nuri Hidayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Aisyah Nawangsari Putri
Editor : Darmadi Sasongko








