Tugujatim.id – Sudah membuat jadwal belajar, tetapi tugas tetap menumpuk hingga dikerjakan menjelang tenggat? Kondisi ini cukup sering dialami mahasiswa.
Dalam dunia psikologi, kebiasaan menunda mengerjakan tugas dikenal sebagai prokrastinasi, yaitu kecenderungan menunda pekerjaan meski menyadari bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan dampak negatif. Kebiasaan ini tidak selalu berkaitan dengan rasa malas. Rasa kewalahan, takut hasilnya tidak sesuai harapan, atau bingung harus memulai dari mana juga dapat membuat seseorang terus menunda tugas.
Karena itu, memiliki jadwal belajar saja belum tentu cukup. Jika disusun atau dijalankan dengan cara yang kurang tepat, jadwal tersebut justru mudah diabaikan. Berikut tujuh kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Menunggu Mood Datang Baru Mulai Belajar
Sebagian mahasiswa baru mau membuka buku ketika merasa sedang bersemangat. Padahal, suasana hati tidak selalu datang sesuai keinginan.
Jika terus menunggu mood, tugas justru semakin menumpuk. Cobalah memulai dari pekerjaan yang paling mudah, misalnya membaca satu subbab materi, mencari referensi, atau membuat kerangka tugas. Setelah mulai mengerjakan, biasanya akan lebih mudah melanjutkan ke tahap berikutnya.
2. Membuat Jadwal yang Terlalu Sempurna
Ada yang membuat jadwal belajar dengan pembagian waktu sangat rinci, bahkan hingga setiap jam sudah ditentukan kegiatannya.
Jadwal seperti ini memang terlihat rapi, tetapi belum tentu realistis. Ketika satu kegiatan tidak berjalan sesuai rencana, seluruh jadwal bisa ikut berantakan. Buatlah jadwal yang lebih fleksibel agar lebih mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
3. Tidak Membagi Tugas Menjadi Tahapan yang Jelas
Menulis target seperti menyelesaikan makalah atau belajar satu bab penuh sering kali terasa terlalu berat sehingga membuat seseorang bingung harus mulai dari mana.
Sebaiknya, bagi tugas menjadi tahapan yang jelas. Misalnya, hari pertama mencari lima referensi, hari berikutnya membuat kerangka tulisan, kemudian menyusun pendahuluan. Setelah itu, lanjutkan dengan menulis isi pembahasan dan melakukan revisi. Cara ini membuat tugas terasa lebih ringan sekaligus membantu Anda mengetahui langkah yang harus dikerjakan terlebih dahulu.
4. Tidak Menentukan Prioritas Tugas
Semua tugas dianggap sama penting sehingga dikerjakan secara acak.
Misalnya, laporan praktikum dikumpulkan besok, presentasi masih tiga hari lagi, sedangkan kuis baru minggu depan. Mengurutkan tugas berdasarkan tenggat waktu dan tingkat kesulitannya dapat membantu Anda mengetahui pekerjaan mana yang harus diselesaikan lebih dahulu.
5. Tidak Memberi Ruang untuk Perubahan Jadwal
Aktivitas mahasiswa sering kali berubah secara mendadak. Misalnya, jadwal kuliah berubah, teman sekelompok mengajak rapat secara mendadak, atau ada urusan keluarga yang harus diprioritaskan.
Jika jadwal belajar terlalu padat, perubahan kecil saja dapat membuat seluruh rencana gagal dijalankan. Karena itu, sisakan beberapa waktu yang fleksibel agar jadwal tetap dapat disesuaikan ketika ada kegiatan yang tidak terduga.
6. Belajar Sambil Membuka Media Sosial atau Bermain Game
Awalnya mungkin hanya ingin membalas pesan selama beberapa menit. Namun, perhatian bisa dengan cepat berpindah ke media sosial, video pendek, atau game sehingga waktu belajar berkurang tanpa disadari.
Agar lebih fokus, matikan notifikasi dan letakkan ponsel di luar jangkauan selama mengerjakan tugas.
7. Tidak Pernah Mengevaluasi Jadwal Belajar
Jadwal belajar tidak harus dipertahankan jika ternyata tidak sesuai dengan rutinitas. Misalnya, Anda selalu menjadwalkan belajar pukul 05.00 pagi, tetapi hampir setiap hari gagal bangun tepat waktu. Daripada terus memaksakan jadwal tersebut, cobalah memindahkannya ke waktu yang benar-benar dapat dijalankan secara konsisten.
Luangkan waktu setiap minggu untuk mengevaluasi jadwal belajar. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui bagian mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu diperbaiki agar jadwal belajar semakin efektif.
Jadwal belajar yang baik bukanlah jadwal yang terlihat paling rapi, melainkan jadwal yang realistis dan dapat dijalankan secara konsisten. Dengan menghindari tujuh kesalahan di atas, mahasiswa dapat mengatur waktu belajar dengan lebih baik sehingga tugas tidak lagi menumpuk menjelang tenggat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Dewi Bulan/Magang
Editor: Mochamad Abdurrochim








