Tugujatim.id – Siap-siap ya kamu bisa menikmati film biografi sejarah baru yang akan dirilis pada pertengahan Juli 2023. Nah, bagi kamu penggemar genre film yang memadukan biografi dan sejarah, tidak ada salahnya nonton film Oppenheimer agar liburanmu semakin menarik.
Film ini menceritakan tentang Julius Robert Oppenheimer dalam catatan sejarah sebagai arsitek zaman dulu saat Perang Dunia II. Kontribusinya pada fisika teoretis dan mekanika kuantum membuatnya diakui secara luas, menjadikannya sebagai salah satu pemikir terkemuka pada masanya. Namun, warisan Oppenheimer terkait erat dengan perannya dalam proyek Manhattan. Sebagai direktur ilmiah dari inisiatif rahasia, dia mengawasi perkembangan bom atom selama Perang Dunia II.
Sebelum perang, dia membuat langkah signifikan dalam teori fisika, terutama dalam mekanika kuantum dan studi tentang partikel subatomik. Dia bertemu Albert Einstein pada 1932 selama tur dunia Einstein, dan dari rekan kerja, mereka dengan cepat berubah menjadi teman.
Baca Juga: Film Haunted Mansion Bakal Tayang 28 Juli 2023, Rasakan Petualangan Seru di Rumah Hantu
Terlepas dari pencapaian ilmiahnya yang luar biasa, karir Oppenheimer dirusak oleh kontroversi. Setelah Perang Dunia II, dia menjadi sasaran kecurigaan dan pengawasan selama era McCarthy karena kecenderungan politik kiri dan asosiasi masa lalunya.
Dia menghadapi tuduhan ketidaksetiaan dan izin keamanannya dicabut yang secara signifikan memengaruhi kehidupan profesionalnya. Belakangan dalam karirnya, Oppenheimer fokus pada pengajaran dan menjadi profesor di University of California, Berkeley. Dia tetap menjadi tokoh berpengaruh di dunia akademis, melanjutkan penelitian dan membimbing banyak siswa, hingga berkontribusi signifikan pada fisika.
Proyek Manhattan dan kepemimpinan Oppenheimer pada 1939, fisikawan Albert Einstein menulis surat kepada Presiden Franklin D. Roosevelt. Dia mendesak Amerika Serikat untuk memulai penelitian fisika nuklir karena aplikasi militernya yang potensial. Surat ini mendorong pembentukan proyek Manhattan. Itu adalah program penelitian dan pengembangan rahasia untuk membuat bom atom sebelum Nazi Jerman dapat melakukannya.
Di bawah kepemimpinan J. Robert Oppenheimer, Laboratorium Los Alamos menjadi episentrum proyek Manhattan. Oppenheimer, seorang ahli fisika teoretis yang brilian, telah memberikan kontribusi yang signifikan di lapangan sebelum keterlibatannya dalam proyek tersebut. Kolaborasinya dengan sesama fisikawan Albert Einstein membangun hubungan antara dua ilmuwan terkenal tersebut.
Terlepas dari kecenderungan politik mereka yang kontras, hubungan Oppenheimer dengan Einstein semakin dalam selama bertahun-tahun. Meski prinsip-prinsip pasifis Einstein dan kewarganegaraan Jerman mencegahnya untuk berpartisipasi langsung dalam proyek Manhattan, dia menyesali upaya sebelumnya untuk membujuk AS agar mengeksplorasi persenjataan atom. Oppenheimer sendiri akan segera berbagi penyesalan ini, kamu akan menyaksikan perubahan hatinya dalam film Oppenheimer yang akan segera tayang.
Baca Juga: 20 Destinasi Wisata Akhir Pekan di Pandaan Pasuruan, Liburan Makin Seru dan Menyenangkan!
Untuk diketahui, proyek Manhattan didorong oleh penilaian dan kepemimpinan ilmiah Oppenheimer, mencapai terobosan luar biasa dalam fisika nuklir, teknik, dan metalurgi. Dua metode utama ditempuh untuk membuat bom atom: rute uranium-235 dan plutonium-239. Keberhasilan pengembangan senjata ini memuncak dengan pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945.
Kekuatan destruktif yang dilepaskan oleh “Little Boy” dan “Fat Man”, nama kode yang diberikan masing-masing untuk bom uranium dan plutonium mengakibatkan penyerahan Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II. Namun, peristiwa ini juga menyulut perdebatan etis dan moral yang mendalam terkait penggunaan senjata atom.
Mereka meletakkan dasar untuk perlombaan senjata nuklir Perang Dingin berikutnya antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Oppenheimer dihantui oleh keterlibatannya dalam proyek Manhattan, terkenal dikutip dari Bhagavad-Gita setelah menyaksikan uji coba nuklir pertama yang berhasil.
Film Christopher Nolan yang akan datang, Oppenheimer, berjanji untuk membawa ke layar kisah mencekam J. Robert Oppenheimer dan keterlibatannya yang mendalam dalam proyek Manhattan. Kontribusi Oppenheimer berperan penting dalam pengembangan senjata atom, mulai dari kolaborasi awalnya dengan Albert Einstein hingga kepemimpinannya di Laboratorium Los Alamos.
Namun, akibat buruk dari pengeboman Hiroshima dan Nagasaki membayangi warisan Oppenheimer, membuatnya menjadi pahlawan Shakespeare sejati. Kamu juga akan melihat elemen kehidupan pribadi Oppenheimer, termasuk kematian kekasihnya, Jean Tatlock. Film Oppenheimer ini akan tayang perdana di Indonesia pada 19 Juli 2023. Jangan lupa catat jadwalnya ya!
Writer: Haydar Naufal Mahendra (Magang)
Editor: Dwi Lindawati








