• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Suasana tasyakuran PKL jelang pembukaan kembali wisata Banyubiru di Pasuruan.

Suasana tasyakuran PKL jelang pembukaan kembali wisata Banyubiru di Pasuruan. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

Jelang Dibuka, PKL Banyubiru Tasyakuran Bagi-bagi Nasi Tumpeng ke Ikan ‘Dewa’

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Dibukanya kembali wisata pemandian alam Banyubiru pada Senin, 20 Juni pekan depan, disambut gembira oleh para pedagang kaki lima (PKL).

Puluhan anggota paguyuban PKL menggelar acara tasyakuran di depan pintu masuk wisata pemandian alam Banyubiru, di desa Sumberejo, Kecamatan Winongan , Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (16/06/2022).

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Setelah memanjatkan doa bersama, sambil membawa tumpeng para PKL masuk dan makan bersama di pinggir kolam pemandian alam Banyubiru.

Uniknya, para PKL ini melakukan ritual melemparkan sebagian pucuk nasi tumpeng ke arah kolam banyubiru. Mereka berbagi rezeki kepada ratusan ikan sengkaring yang diyakini masyarakat sekitar sebagai ikan ‘dewa’.

“Itung-itung juga bagi rejeki ke ikan-ikan disini. Semoga nanti rejeki berkah dan lancar setelah dibuka,” ujar Kanati (53), seorang anggota paguyuban PKL Banyubiru.

Kanati (53) menjelaskan selama dua tahun penutupan wisata Banyubiru, para PKL benar-benar terpuruk.
Mereka kebingungan karena tak lagi dapat penghasilan. Sementara untuk mencari pekerjaan lain mereka kesulitan.

6300bcfd f615 496d 93ca f0fbf4d88246
Warga membuang sebagian makanan ke dalam air pemandian alam Banyubiru Pasuruan. (Foto: Mahfud/Tugu Jatim)

“Saya jualan disini sudah turun temurun dari nenek. Mulai saya kecil sampai besar ya jualan di Banyubiru. 2 tahun ditutup bingung mau cari uang kemana,”ungkapnya.

Namun kini para PKL merasa lega setelah mendapat kepastian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan untuk membuka kembali wisata Banyubiru. Mereka bisa kembali mencari nafkah dengan berdatangannya kembali wisatawan.

“Rasanya senang, terharu. Masyarakat Banyubiru semangat semua makanya menggelar tasyakuran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Eka Wara Brehaspati, mengungkapkan pihaknya tengah memastikan kesiapan sarana prasarana jelang dibukanya wisata Banyubiru.

“Namanya sudah 2 tahun tidak dibuka kan banyak yang dipersiapkan. Tadi saya cek toiletnya sampai tempat jualan,” ujar Eka juga mengimbau kepada para pengelola wisata Banyubiru agar tetap mangetatkan aturan protokol kesehatan kepada para wisatawan.

“Pandemi kan belum selesai jadi kita pastikan bagaimana dibukanya banyubiru tidak jadi masalah,” imbuhnya.

Selain itu, dia juga memastikan proses pembangunan wisata halal nantinya tidak mengganggu aktivitas pariwisata.

“Yang kita antisipasi kan pembangunan itu jangan sampai ada pedagang dan pengunjung yang terganggu. Makanya kita kaji sampai ketemu titik temunya bulan ini,” pungkasnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: BanyubiruKabupaten PasuruanPKL BanyubiruWisata Pasuruan
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Sampah tampak berserakan di sekitar monumen Simpang Lima Gumul (SLG).

Tegas! Bupati Kediri Mas Dhito Akan Beri Sanksi Siapapun yang Membuang Sampah Sembarangan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID