SURABAYA, Tugujatim.id – Abdurrohman mengumpulkan biaya dari berjualan kacang oven, kini dengan didampingi istrinya berangkat ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan Allah. Jemaah haji tuna netra Embarkasi Surabaya asal Pasuruan itu berangkat menjalankan rukun Islam kelima setelah menanti antrian selama 13 Tahun.
“Alhamdulilllah, tahun ini saya dan istri bisa menunaikan kewajiban rukun Islam ke-5, berhaji ke Tanah Suci,” kata Abdurrohman.
Dia menceritakan jika pertama kali mendaftar haji bersama istri pada tahun 2011 silam. “Pertama kali daftar haji dulu tahun 2011,” imbuhnya.
Saat itu, kondisi penglihatan Abdurroham masih normal. Namun, sekitar tahun 2016, dia menderita penyakit glaukoma yang menyebabkan penglihatannya terganggu.
“Sekitar 8 tahun lalu saya tidak bisa melihat karena sakit glaucoma,” ujarnya.
Bapak dari empat anak ini menceritakan jika saat malam hari, terkadang penglihatannya bisa digunakan meski samar-samar.
“Kalau saya bangun shalat malam, kadang saya bisa melihat air, gayung, ketika saya berwudu,” terangnya.
Meski tak bisa melihat, Abdurrohman berharap ibadah hajinya berjalan lancar dan menjadi haji mabrur.
“Dalam kondisi tidak bisa melihat, Allah SWT masih memberikan saya kemampuan untuk datang ke Madinah dan Mekkah. Suatu hal yang luar biasa bagi saya,” ungkapnya.
Untuk sampai di tahun ini, Abdurroham dan istri mulai menabung untuk berhaji sejak belasan tahun lalu saat masih berjualan kacang oven.
“Kebetulan, di rumah saya membuat cemilan kacang oven. Waktu masih sehat dulu, saya jual keliling pakai sepeda motor dan ditittipkan ke toko-toko,” kenangnya.
Namun, mengingat sekarang kondisinya tak memungkinkan, kini usaha kacang oven diteruskan oleh anaknya.
Masih ada kemungkinan untuk penghilatannya bisa kembali normal. Sehingga dia berdoa saat berhaji agar Allah memberinya kesembuhan.
Diketahui, Abdurrohman bisa berangkat haji dan tergabung dengan kloter 31. Dijadwalkan pada Minggu (19/5) pukul 18.30 WIB, Abdurrahman dijadwalkan terbang menuju tanah suci.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Syaikhul Hadi yang menjelaskan jika Abdurrohman dan istrinya adalah jemaah haji regular.
“Jemaah haji regular berarti kuota haji diambilkan sesuai urutan porsi,” tutur Pak Syekh, sapaan akrab Syaikhul Hadi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Izzatun Najibah
Editor : Darmadi Sasongko








